Pertama Kalinya, Pasien Koma Bisa Bilang ‘Saya Tidak Sakit’

scott.jpg

Bila sebelumnya kita mengetahui bahwa pasien vegetatif (persistent vegetative state) atau yang mengalami koma biasanya tidak dapat merespon rangsangan apa pun dari luar dirinya meski sadar, kini dunia medis dikejutkan dengan pasien koma, Scott Routley (39) yang mampu memberitahu ahli medis bahwa dirinya tidak sakit.

Dikutip laman News, Senin (21/4/2014), Scott diketahui mengalami kerusakan otak serius akibat kecelakaan mobil sehingga dinyatakan koma sejak 10 tahun lalu. Namun sejak itu juga peneliti telah mencatat tanggapan orang koma melalui MRI (alat pemindai otak dan jaringan tubuh lain).

Profesor yang juga peneliti utama dari Kanada University of Western Ontario, Adrian Owen mengatakan bahwa Scott tetap sadar walaupun tidak bisa merespon apa pun.

“Scott telah mampu menunjukkan bahwa ia sadar. Kami telah mengamati beberapa kali pola aktivitas otaknya. Penelitian menunjukkan dia bisa menjawab pertanyaan kami dengan jelas dan kami percaya dia tahu siapa dirinya dan di mana dia berada,” kata Prof Owen.

Prof Owen pun menyampaikan, buku mengenai kondisi pasien koma harus direvisi ulang karena kondisi Scott menunjukkan bahwa dirinya bisa merespon saat ia dimandikan dan diberi makan.

Meski begitu, orang tua Scott kabarnya menyebutkan bahwa kondisi anaknya seperti orangs sudah sadar. Namun, tentu saja pernyataan ini dianggap sebelah mata oleh para tenaga medis.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Banyak Kematian Tak Diketahui Penyebabnya

Banyak Kematian Tak Diketahui Penyebabnya

Wakil Menteri Kesehatan, Ali Gufron Mukti mengaku sangat sulit mencari tahu penyebab kematian di Indonesia. Pasalnya, hanya 20 persen masyarakat yang meninggal di Fasilitas Kesehatan seperti rumah sakit dan sisanya meninggal di luar fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit dan klinik tanpa keterangan."Sulitnya untuk mengetahui penyebab kematian itu bisa berhubungan dengan tingkat pengetahuan dan kesadaran dari masyarakat mengenai pentingnya mendata penyebab kematian," kata Wamenkes, ditulis Rabu, 22 Juli 2014.Masalahnya, pencatatan atau registrasi kematian ini dilatar belakangi oleh adanya peraturan bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Kesehatan (Menkes) No 15 tahun 2010 dan Nomor 162/Menkes/PB/I/2010 tentang Pelaporan kematian dan penyebab kematian sehingga memengaruhi data nantinya."Pemerintah sudah melakukan upaya dengan melakukan sistem registrasi di 128 kecamatan yang diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi dan mencari tahu penyebab kematian. Tapi ini semua terkendala pelaporan kematian," jelasnya. [...]

Perokok Pemula Meningkat, Pemerintah Makin Waspada

Perokok Pemula Meningkat, Pemerintah Makin Waspada

Sejumlah faktor risiko menjadi penyebab terjadinya kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia. Dari empat faktor risiko yang ada, merokok menjadi penyumbang terbesar terjadinya PTM. Dengan begitu, bila kita mampu menghentikan kebiasaan merokok, maka kematian dapat dicegah."Faktor risiko penyebab PTM tersebut lebih kepada faktor perilaku. Mulai dari merokok, diet, aktivitas fisik yang kurang, sampai mengonsumsi alkohol. Memang, semua itu tidak ada penyebab tunggalnya. Tapi, merokok itu memiliki kontribusi besar untuk penyakit tidak menular (PTM)," kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Ekowati Rahajeng SKM. M. Kes.Dalam workshop bersama media dengan tema `Penerapan Peringatan Bergambar pada Bungkus Rokok` di The Park Lane Jakarta, Casablanca, ditulis Health Liputan6.com pada Rabu (18/6/2014), Dr Ekowati, menerangkan, ada banyak penyakit tidak menular yang berakibat pada kematian, yang semua itu disebabkan oleh rokok. Di antaranya; 1. Serangan jantung2. Kanker3. Diabetes4. Penyakit paru5. Paru kronik6. Gangguan janinMeski sudah banyak masyarakat mengetahui akan hal itu, jumlah perokok di Indonesia tetap mengalami [...]

Ini Ruginya Jadi si Pemalu

Ini Ruginya Jadi si Pemalu

Ada banyak alasan dibalik sifat pemalu seseorang mulai dari ketakutan terlihat tak sempurna hingga terlihat jelek. Daripada terkungkung atas ketakutan tersebut lebih baik dobrak batasan untuk mengetahui sesuatu dalam diri Anda yang lebih hebat. "Pertama dan utama ruginya jadi orang pemalu adalah potensi diri tak dapat terlihat. Padahal jika ia mencoba melakukan hal-hal baru ia bisa mengetahui kemampuan sehingga bisa mengembangkannya," terang management dan fasilitator Image Management, F. Salika Pratama saat bertandang ke redaksi Liputan6.com pada Senin (17/11/2014). Menurutnya, ada banyak orang yang sebenarnya tak memiliki potensi besar namun berhasil sukses karena terus belajar. "Oleh karena itu sayang sekali bukan, jika hanya gara-gara malu tak berani menunjukkan potensi," tambahnya. Ia pun menyarankan untuk memulai menyingkirkan rasa malu pada level sederhana. Misalnya pada saat meeting dalam kelompok kecil mulai tunjukkan pendapat Anda. "Tak perlu pendapat yang berat-berat, yang ringan saja. Nanti kalau sulit-sulit, ditanya kembali dan tak bisa jawab bisa minder," jelasnya. Baca Juga Tips Buat si Pribadi Pemalu [...]

Sebelum di Afrika, Ebola Lebih Dulu Ada di Filipina

Sebelum di Afrika, Ebola Lebih Dulu Ada di Filipina

Jauh sebelum menghantui masyarakat di kawasan Afrika, wabah virus Ebola telah lebih dulu terjadi di Filipina dan Tiongkok. Di Filipina, wabah ini terjadi pada 1980 dan 1990, pada monyet atau disebut dengan Macaca fasicularis, yang disebabkan oleh Reston ebolavirus (RESTV). Pada 2008, virus RESTV pun ditemukan pada babi.Fakta ini disampaikan oleh Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh Pudjiatmoko, PhD di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, pada Jumat (15/8/2014)"Data di kedua negara tersebut menunjukan bahwa para pekerja yang berhubungan langsung dengan monyet dan babi yang terinfeksi RESTV, bisa juga terinfeksi virus ebola RESTV di tubuhnya," kata Pudjiatmoko.Tapi, lanjut Pudjiatmoko, para pekerja itu tidak mengalami gejala seperti virus Ebola di Afrika, atau dalam keadaan sehat-sehat saja. Namun, dia menekankan bahwa masih diperlukan data penelitian lebih lanjut, khususnya yang berkaitan dengan daya tahan tubuh yang rendah, gangguan imunologis, anak-anak, wanita hamil, dan lain-lain."Spesies virus ebola yang terdapat di Afrika lebih ganas daripada Reston ebolavirus, karena mampu menyebabkan gejala klinis yang lebih parah, p [...]

Sakit Jantung, Juga Harus Waspadai Ginjal

Sakit Jantung, Juga Harus Waspadai Ginjal

Baru saja kita dengar kematian seorang sahabat dan kawan yang juga Pemimpin Redaksi Kompas.Com, Taufik Mihardja wafat. Dikabarkan, pria asal Bandung ini menderita gagal ginjal dan jauh sebelum ginjalnya terserang, Mas Vik begitu dia sering disapa pernah dioperasi jantungnya karena ada penyempitan di pembuluh koroner.Banyak orang tak menyadari tanda-tanda serangan ginjal. Padahal menurut sebuah penelitian di AS, penyebab umum sakit ginjal adalah tak terdeteksinya, atau kurang terawatnya gangguan tekanan darah tinggi. Dr. Josef Coresh dari Johns Hopkins University di Baltimore, menemukan kaitan itu dalam penelitiannya terhadap para penderita ginjal yang makin meningkat di AmerikaDikatakan, dari 5,6 juta warga Amerika yang mengalami peningkatan kreatinin, yaitu pertanda terjadinya gangguan ginjal, 70 persennya mengidap tekanan darah tinggi (hipertensi). Kadar kreatinin orang yang mengalami tekanan darah tinggi itu lebih besar delapan kali dibanding mereka yang tekanan darahnya normal. Penelitian itu sebenarnya tidak dimaksudkan untuk membuktikan bahwa tekanan darah tinggi menjadi penyebab sakit ginjal. Meski begitu, hasil yang diperoleh ternyata memperkuat teori yang mengatakan, t [...]

Kenali Tanda-tanda Anak Autis Sejak Dini

Kenali Tanda-tanda Anak Autis Sejak Dini

Anak dengan autisme memang menarik. Selain unik, beberapa di antaranya memiliki kemampuan di atas rata-rata walaupun kurang untuk nilai akademis. Bahkan seperti disampaikan Spesialis Kesehatan Jiwa dari Asosiasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja Indonesia (Akeswari), dr. Suzy Yusna Dewi, SpKJ (K) ada anak autis Indonesia yang IQ-nya 160. Namun terlepas dari itu, penanganan anak autisme di Indonesia masih terbatas dan cenderung terlambat. "Terapi dan sekolah khusus banyak untuk orang mampu. Sedangkan untuk mereka yang kurang mampu, anak autis cenderung dianggap membebani. Harusnya orangtua peka. Mungkin karena anak 1 tahun belum merasa ada perbedaan. Makanya anak yang dibawa orangtua ke rumah sakit di atas 2 tahun," kata Suzy di sela-sela acara Hari Peduli Autisme Sedunia 2014 di Kantor Kementerian Kesehatan, Rabu (2/4/2014). Untuk itu, Suzy menerangkan deteksi dini pada anak penyandang autisme seperti: 1. Hambatan bersosialisasi Menurut Suzy, anak autis tidak mampu untuk berelasi dengan orang lain. Ia juga sering memperlakukan orang sebagai benda. 2. Hambatan Kualitatif dalam berkomunikasi Suzy menjelaskan, hambatan ini mencakup: - Mengartikan kata-kata secara konkrit dalam ta [...]

Anak Punya Teman Imajinasi, Jangan Diabaikan

Anak Punya Teman Imajinasi, Jangan Diabaikan

Meski skizofrenia lebih sering menyerang remaja dan dewasa muda, tapi tidak menutup kemungkinan kebiasaan anak bermain sendiri di masa kecil menjadi pemicunya. Seperti misalnya memiliki teman imajinasi. Seperti disampaikan Ketua Seksi Skizofrenia Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia yang juga Kepala Departemen Psikiatri di RS Cipto Mangunkusumo, dr. A. A. Ayu AgungKusumawardhani, SpKJ (K) bahwa memiliki teman imajinasi sebenarnya tidak masalah selama anak masih bisa bergaul dengan teman sebaya. Yang patut diperiksa, jika anak hanya mau main dengan teman imanjinasi dan tidak mau lagi bermain bersama temannya. "Anak-anak nggak apa-apa punya teman imajinasi tapi jangan diabaikan. Jika ada keanehan, segera periksa dan biarkan ahli yang memberikan keputusan sehingga kalau ada gejala awal dapat segeradiobati," kata Ayu saat acara 'Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Melalui Acara KampanyeLighting the Hope for Schizophrenia' di hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, ditulis Rabu (10/9/2014). Menurut Ayu, deteksi dini pada anak yang mengalami gangguan jiwa seperti skizofrenia akan diperiksa berdasarkan rangkaian pemeriksaan oleh psikolog dan psikiater sesuai usianya. [...]

Transplantasi Tinja Efektif Atasi Diare & Kram Perut

Transplantasi Tinja Efektif Atasi Diare & Kram Perut

Anda mungkin sering mendengar transplantasi ginjal dan organ tubuh lainnya. Tapi transpalantasi tinja? membayangkan namanya saja sepertinya menjijikan. Tapi perlu Anda ketahui, ada kondisi seseorang yang menderita infeksi Clostridium difficile dan ia disarankan untuk melakukan prosedur transplantasi tinja. Mengutip laman Huffingtonpost, Jumat (30/5/2014), infeksi Clostridium difficile merupakan penyakit usus besar yang diakibatkan oleh bakteri yang memengaruhi sistem pencernaan sehingga menyebabkan diare parah, demam dan kram perut yang menyakitkan. Dan berdasarkan penelitian yang diterbitkan New England Journal of Medicine tahun lalu, transplantasi tinja setidaknya bisa menyembuhkan 94 persen kondisi tersebut. BBC juga menuliskan, wanita yang pernah melakukan transplantasi tinja, Catherine Duff yang mendapatkan tinja dari suaminya. "Saya memberikannya tinja, kemudian memasukkannya ke tubuh istri saya menggunakan alat enema," kata suaminya John. Dokter dari Mayo Clinic di Arizona tim FMT sendiri untuk pertama kalinya melakukan transplantasi tinja colonoscopic pada tahun 2011 untuk pasien dengan refraktori parah, Kolitis Pseudomembran dan menggunakan tinja dari saudara pasien. " [...]

Waspadai Juga Wabah Demam Berdarah Ebola

Waspadai Juga Wabah Demam Berdarah Ebola

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Ebola yang merupakan penyakit zoonosis, dapat menular dari hewan ke manusia, termasuk ke dalam risk group IV, yang menandakan bahwa virus tersebut bersifat sangat menular. Dan, salah satu jenis Ebola yang harus diwaspadai adalah Demam Berdarah Ebola.drh. Pudjiatmoko, PhD mengatakan, Ebola haemorrhagic fever (EHF) disebabkan oleh suatu virus yang termasuk ke dalam genus Ebolavirus, yang merupakan bagian dari familia Filovridae dan menyebabkan terjadinya Demam Berdarah Ebola ini. "Tingkat kematian penyakit ini berkisar antara 80 persen sampai 100 persen," kata Pudjiatmoko di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (15/8/2014). Lebih lanjut Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia menerangkan, terdapat sejumlah hal yang menyebabkan penyebaran penyakit Demam Berdarah Ebola begitu dikhawatirkan; Serangannya muncul secara sangat mendadak Gejala-gejala klinik sangat berat Menimbulkan kematian dalam waktu yang sangat singkat Angka kematiannya sangat tinggi Karena virus Ebola mampu berpindah dari penderita ke orang lain, sehingga transportasi sangat mendukung kemungkinan [...]

Top 5 Health: Diabetes & 5 Penyakit yang Membuntutinya Jadi Hits

Top 5 Health: Diabetes & 5 Penyakit yang Membuntutinya Jadi Hits

Diabetes kian menghantui kehidupan masyarakat moderen saat ini. Pola hidup tak sehat yang penuh dengan stres, makanan enak, jarang bergerak jadi pemicunya.Yang lebih menakutkan lagi, saat sudah terkena diabetes, penderitanya bisa terkena 5 penyakit serius lainnya.Ulasan tentang diabetes dan 5 penyakit yang membuntutinya ini jadi perhatian tinggi pembaca. Berikut Top 5 Health edisi Sabtu 18 Oktober 2014: 5 Penyakit yang Berawal dari DiabetesMata, Saraf, Ginjal, Kardiovaskuler dan Pencernaan adalah bagian tubuh yang paling rentan terserang saat seseorang sudah terkena diabetes. Jangan lewatkan ulasannya yang satu ini. Madu dan Lemon Lebih Manjur Sembuhkan Batuk daripada Obat?Dibandingkan obat batuk yang banyak dijual di pasaran, campuran lemon dan madu dipercaya lebih ampuh mengobati batuk. Benarkah seperti itu, baca dulu yang satu ini. Rahasia agar Pikiran Tetap Tenang di Tengah KesibukanCukup dengan meditasi selama 25 menit per hari selama tiga hari berturut-turut ternyata dapat mengurangi stres psikologis. Mau coba? Simak dulu yang satu ini. 3 Alasan Quraish Shihab Haramkan RokokCendekiawan muslim Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, MA angkat bicara menjelaskan rokok dari segi [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *