Psikolog: Marshanda vs Ibunya Seperti Api dalam Sekam

marshanda-140805.jpg

Perseturuan ibu dan anak yang dialami artis peran dan musik, Marshanda dan Rianty Sofyan, merembet pada masalah yang membawa keduanya ke pengadilan. Sebenarnya, masalah seperti ini bukanlah hal baru bagi keduanya. Justru, ini merupakan hasil kumulatif dari banyaknya kasus yang mendera Marshanda dan Rianty Sofyan.

“Mereka ini sering ribut, walaupun hanya ribut-ribut kecil. Cuma masalahnya, tidak ada penyelesaian yang tuntas atas masalah itu. Mereka beranggapan masalah yang dialami adalah sesuatu yang sudah lewat, dan dengan mudah dihilangkan begitu saja,” kata Psikolog dari Universitas Pendidikan (UI), Dr. Rose Mini A.p., M.Psi saat diwawacarai Health Liputan6.com di Gedung Satmarindo, Jalan Ampera Raya Nomor 5, Cilandak, Jakarta, ditulis Kamis (7/8/2014)

Diketahui, pada 2009 silam Marshanda membuat publik tersentak dengan aksi yang diperlihatkannya di situs berbagi video Youtube. Dalam video itu, Marshanda tampak kesal dan mengungkapkan isi hati yang selama ini ia simpan terhadap teman-temannya di masa sekolah dulu.

Belakangan pada di penghujung Juli 2014, Marshanda dirawat di sebuah rumah sakit dan dijaga oleh sang ibu. Beberapa hari kemudian, Marshanda diizinkan keluar dan dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

“Sebenarnya masalah itu masih tetap ada. Ibaratnya, seperti api dalam sekam. Jadi, seolah-olah tidak terlihat, tapi sebenarnya terus membara, dan masalah itu akan terus ada,” kata Rose Mini menerangkan.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Kaos Polister Bikin Badan Lebih Bau Usai Olahraga

Kaos Polister Bikin Badan Lebih Bau Usai Olahraga

Usai berolahraga pernahkah Anda mendapati tubuh mengeluarkan bau tajam? Ternyata apa yang Anda pakai bisa memengaruhi bau yang dikeluarkan tubuh, menurut penelitian dari Begia. Dalam studi ini peneliti menguji terhadap para pesepeda yang menggunakan kaos bahan katun, sintetis (polister), gabungan sintentis-katun. Mereka diminta berolahraga selama satu jam. Setelah itu, masing-masing kaos disimpan dalam plastik selama 28 jam. Lalu mereka melakukan tes penciuman terhadap ketiga bahan kaos tersebut. Hasilnya kaos bahan sintetis alias polister memiliki bau yang tidak menyenangkan, sangat berkeringat, dan asam dibandingkan jenis bahan lain. Selain itu, bahan polister menunjukkan pertumbuhan tinggi bakteri yang menghasilkan bau disebut micrococci. "Micrococci mengubah homron dan asam amino dalam keringat menjadi senyawa bau," terang penulis studi Chris Callewaert, Ph.D seperti dilansir Men's Health pada Selasa (25/11/2014). Meskipun Anda langsung mengganti usai berolahraga, kaos polister tetap bau saat digunakan keesokan kalinya. Hal ini karena beberapa senyawa bau dan bakteri cenderung tetap ada setelah pencucian terang Callewaert. [...]

Jokowi Harapkan KJS dan JKN Tak Tumpang Tindih

Jokowi Harapkan KJS dan JKN Tak Tumpang Tindih

Gubernur DKI Joko Widodo mengharapkan penggunaan Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak tumpang tindih agar tidak mengganggu pelayanan kesehatan. "Jangan sampai KJS tidak terpakai, terus pakai JKN," ujar Joko Widodo saat meninjau penerapan Kartu Jakarta Sehat (KJS) setelah diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Jatinegara, Jakarta Timur, seperti dikutip dari Antara Selasa (7/1/2014). Menurut dia, Kartu Jakarta Sehat (KJS) bergabung dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ada pelayanan yang diberikan KJS yang sebelumnya ada menjadi tidak ada pada JKN. "KJS gabung dengan JKN, tapi ada pelayanan-pelayanan yang dulu diberikan di KJS, sekarang setelah jadi JKN tidak diberikan seperti cek darah di puskesmas, IKG, dan pelayanan lain harus bayar," kata dia. Karena itu pihaknya membicarakan lebih lanjut kepada badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) mengenai permasalahan itu. Terkait kasus tumpang tindih antara KJS dan JKN, Kepala Puskesmas Jatinegara Yeni Restuti mengutarakan bahwa di tempatnya bekerja belum ditemukan kasus itu karena warga biasanya berobat ke puskesmas menggunakan kartu jakarta sehat (KJS). Sebelumnya, Pemerinta [...]

Ragam Penyakit Serang Para Korban Banjir

Ragam Penyakit Serang Para Korban Banjir

Korban bencana banjir bandang Manado, Sulawesi Utara yang berada di pengungsian, mengaku mulai terkena penyakit kulit, infeksi pernafasan atas, diare dan demam."Sejak tiga hari lalu, anak saya demam karena makanannya tidak beraturan dan masuk angin," kata warga Kampung Ternate, Singkil bernama Muna Kanine (28), di Manado seperti dikutip dari Antara, Jumat (24/1/2014).Muna mengatakan, meskipun tidak parah tetapi anaknya mengalami demam dan batuk-batuk sehingga mengkhawatirkannya karena mereka tidak berada di rumah sendiri, dan sementara ini mengungsi di rumah saudara di Malalayang.Ia menjelaskan, sudah membawa anaknya ke posko kesehatan dan berharap kiranya kondisinya segera pulih, karena sekarang kondisi mereka tidak menentu sehingga ia merasa sangat khawatir.Keluhan juga disampaikan oleh salah seorang warga Perkamil kecamatan Paal Dua bernama Nona yang mengatakan anaknya kena diare, sebab makan tidak terakhir dan harus tidur di lantai."Kondisi ini memang sungguh-sungguh membuat kami tertekan, sudah hidup di pengungsian anak juga harus sakit, untung ada posko kesehatan sehingga tetap dapat pelayanan," katanya.Wakil Wali Kota Harley Mangindaan mengatakan, keadaan tersebut memang tid [...]

Pria Penyuka Makanan Pedas Cenderung Lebih Aktif Secara Seksual

Pria Penyuka Makanan Pedas Cenderung Lebih Aktif Secara Seksual

Fakta ilmiah diutarakan para ilmuwan di bidang Fisiologi di University of Grenoble, Prancis. Mereka mengungkap adanya keterkaitan antara rasa makanan-pedas dengan hormon testoteron.Seperti diberitakan Dailymail, Selasa (16/12/2014) bahwa semua orang mungkin mengetahui kalau testoteron adalah hormon yang terdapat pada laki-laki yang mempengaruhi dirinya menjadi lebih berani, agresif dan aktif secara seksual.Profesor Laurent Begue, yang memimpin penelitian mengatakan, bahwa konsumsi cabai menujukkan korelasi positif antara kadar testoteron pada pria. "Studi ini memberikan wawasan baru karena memperluas pemahaman kita tentang hubungan antara proses hormonal dan asupan makanan. Bahan kimia dalam cabai yang disebut capsaicin diketahui menyebabkan perubahan fisiologis dalam tubuh, meningkatkan denyut jantung, meningkatkan keringat dan melepaskan endorfin dan adrenalin," kata Begue.Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Physiology and Behavior ini, menguji 114 orang antara usia 18 dan 44 tahun. Mereka diminta untuk memberikan pendapatnya tentang makanan pedas dan kadar testosteron dalam air liur mereka diukur."Hasilnya, kami menemukan bahwa mereka dengan tingkat testosteron yang tinggi, [...]

3 Alasan Katakan `Tidak` pada Operasi Plastik

3 Alasan Katakan `Tidak` pada Operasi Plastik

Operasi plastik dipilih banyak orang demi mengubah bentuk dan fungsi organ tubuh. Bentuk yang paling terkenal adalah bedah kosmetik dan bedah estetika. Namun ada jenis lainnya seperti bedah rekonstruksi, bedah mikro, dan perawatan korban luka bakar.Obsesi yang tidak sehat dengan bentuk tubuh dan rendahnya rasa percaya diri memaksa orang ingin terlihat sempurna seperti selebriti. Padahal, operasi plastik tak benar-benar diperlukan.Operasi plastik sebenarnya bukan prosedur sederhana. Kadang-kadang, operasi bisa berakibat fatal dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Ada begitu banyak alasan mengapa kita harus mengatakan tidak untuk operasi plastik seperti dikutip Magforwomen, Senin (27/1/2014):1. Jangan operasi plastik untuk alasan kosmetikJika Anda memiliki cacat yang serius seperti masalah dengan hidung atau bekas luka bakar di wajah Anda, maka tak masalah Anda melakukan bedah rekonstruksi atau bedah estetika. Tapi, jika hanya ingin operasi hanya untuk tujuan kosmetik, Anda harus berpikir dua kali karena akan mengubah penampilan. Jika Anda beralasan bosan mungkin harus menjalani operasi yang menyakitkan lainnya.2. Bisa membunuh AndaJika dokter bedah mengatakan tidak Anda harus berhen [...]

Meski Jumlah Menurun, Kasus MERS Cov Masih Amat Serius

Meski Jumlah Menurun, Kasus MERS Cov Masih Amat Serius

Emergency Committee dari International Health Regulations (2005) - Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) telah melakukan pertemuan keenam dengan cara telekonferensi pada 16 Juni 2014 sejak 12.15 sampai 16.19 waktu Jenewa. Saya mengikutinya dari Jakarta, sejak sore sampai malam hari di Waktu Indonesia bagian Barat. Tujuh negara yang ada kasus MERS dan menyampaikan laporannya pada telekonferensi ini antara lain Algeria, Iran, Jordan, Netherlands, Saudi Arabia, United Arab Emirates (UAE), dan United States of America. Pihak sekertariat WHO juga melaporkan perkembangan terakhir MERS CoV dari sudut epidmiologi, saintifik, deskripsi rinci kasus yang dilaporkan ke WHO, pola penyebaran dan temuan penting tim WHO yang dikirim ke Uni Emirat Arab yang belakangan cukup banyak melaporkan kasus. Setelah berdiskusi lebih dari 4 jam maka seluruh anggota Emergency Committe sepakat bahwa situasi MERS CoV memang masih amat serius, tapi diketahui juga bahwa jumlah kasus mulai menurun serta tidak ada bukti penularan antarmanusia yang berlangsung berkelanjutan. Emergency Committe menyimpulkan bahwa belum terjadi situasi Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Teta [...]

Di Eropa, Obesitas Disamakan dengan Disabilitas

Di Eropa, Obesitas Disamakan dengan Disabilitas

Melalui Putusan Mahkamah, semua negara anggota Uni Eropa akan mempertimbangkan penyamaan hal obesitas dengan disabilitas. Tapi belum lama isu ini mencuat, kasus diskriminasi justru muncul.kasus ini menimpa seorang pengasuh anak, Karsten Kaltoft. Ia mengaku dipecat oleh majikannya karena beratnya sekitar 160 kilogram. Ia tertangkap tidak bisa membungkuk lantaran harus mengikat tali sepatu anak majikannya. Dia mengakui, tubuhnya kembali gemuk karena kebiasaan buruknya yang jaang bergerak dan banyak makan. Tapi ia menolak jika dikatakan ukuran tubuh menjamin kualitas pekerjaan.Hingga saat ini, Pengadilan Denmark tengah meminta hakim ECJ di Luxembourg untuk memperjelas hukum Eropa dalam kasus Mr Kaltoft itu. Dan dalam sebuah wawancara, Kaltoft membantah laporan bahwa ia sulit membungkuk saat mengikat tali sepatu anak-anak."Saya bisa duduk di lantai dan bermain dengan mereka, saya tidak memiliki masalah seperti itu. Saya tidak melihat diri saya sebagai orang disabilitas. Saya rasa memecat seseorang karena gemuk alasan yang tidak masuk akal mengingat saya melakukan pekerjaan dengan baik," katanya, seperti dikutip BBC, Selasa (17/6/2014)Selain itu, Kaltoft telah memenuhi kewajiban majika [...]

Mensos: Dibutuhkan Early Warning System Hadapi Bencana

Mensos: Dibutuhkan Early Warning System Hadapi Bencana

Dibutuhkan sistem peringatan dini (early warning system) terhadap bencana alam dan sosial. Salah satunya kemiskinan, jika tidak dientaskan akan berdampak pada bencana sosial dan kemanusiaan. ?Para kiyai dan ulama menyatakan, kemiskinan mendekatkan kepada kekufuran. Maka, early warning system harus didukung akademisi, ? kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri wisuda Universitas Bakti Indonesia (UBI) dan Sekolah Tinggi Islam Blambangan di Hall Gedung Pertemuan Hotel Indah Baru, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (22/11/2014). Untuk mengentaskan kemiskinan tersebut, Mensos meluncurkan Public privat Partnership agar seluruh komponen bangsa mendukung dan bersama-sama berpartisipasi aktif. ?Public private partnership bisa menjadi kekuatan untuk mengentaskan bangsa dari kemiskinan dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), ? katanya. Mensos mengajak segenap bangsa, terutama insan terdidik siap menghadapi diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau Asean Economic Society pada Januari 2015. ?Diberlakukannya MEA ?memaksa? kita harus siap berkompetisi dengan negara asean lain sesuai profesi dan mengupayakan improvement untuk meningkatkan daya saing. Tent [...]

Satu Cara Ampuh untuk Bebas Penyakit

Satu Cara Ampuh untuk Bebas Penyakit

Beragam cara dilakukan agar kita terhindar dari berbagai macam penyakit degeneratif seperti stroke, jantung, diabetes, dan lain-lain. Rutin berolahraga ternyata ampuh mengurangi risiko dan ancaman penyakit degeneratif ini.Penjelasan ini disampaikan Dr. Ermita I. Ilyas, Ms, AIFO dari Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam acara 'Aktivitas Fisik Membuat Tubuh Bugar dan Menarik' Bersama Pocari Sweat di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, seperti ditulis Minggu (23/2/2014)."Bila orang yang melakukan aktivitas fisik itu mengerjakan dengan baik, tepat, dan benar, maka dapat mengurangi penyakit degeneratif seperti halnya hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan obesitas," kata Dr. Ermita menjelaskanSebenarnya, lanjut Ermita, risiko-risiko ini dapat terhindar karena ketika berolahraga si pelaku melepaskan hormon endorfin, yang mana dipercaya dapat meningkatkan rasa bahagia. Karena rasa bahagia itu, akhirnya orang tersebut terhindar dari stres yang berujung pada terhindarnya dia dari penyakit degeneratif ini."Semua itu benar-benar dapat dicapai bila dia berolahraga dengan tepat dan benar. Jangan lupa pola makan dan gaya hidup juga harus sehat. Bagaimana pun, [...]

Sosok Fachmi Idris, Salah Satu Calon Menkes

Sosok Fachmi Idris, Salah Satu Calon Menkes

Jabatan Menteri Kesehatan Republik Indonesia resmi dilepas dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH per 20 Oktober 2014. Meski Mboi merasa tidak tahu siapa calon Menteri Kesehatan yang baru, tapi nama Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Dr. dr. Fachmi Idris, MKes disebut-sebut sebagai bakal calon terkuat menggantikan posisi wanita Bugis ini. Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) 2006 sampai 2009 juga pernah sempat digadang-gadang menjadi Wakil Menteri Kesehatan mendampingi Endang Rahayu Sedyaningsih pada 2010. Karena saat itu pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, belum pernah menduduki jabatan dengan pangkat eselon 1A, maka keputusan Presiden tidak dapat dikeluarkan. Dalam sekejap, mimpi Fachmi untuk menjadi Wamenkes sirna begitu saja.Alasan terkuat nama Fachmi Idris kembali berhembus kencang bakal menduduki jabatan sebagai Menkes, karena mantan dosen Fakultas Kedokteran UNSRI ini dianggap mampu menyempurnakan program BPJS menjadi Indonesia Sehat seperti yang dijanjikan Presiden Jokowi.Lagipula, dokter sekaligus aktivis Indonesia memiliki latar belakang akademisi yang sangat bagus. Buktinya, setelah lulus Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya pada [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *