Rambut Rontok? Bisa Jadi Akibat Kekurangan Zat Besi

Rambut-Rontok-Bisa-Jadi-Akibat-Kekurangan-Zat-Besi.jpg

Apakah rambut Anda sering rontok? Rambut rontok tentu merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan dan kadang menimbulkan ketidakpercayaan diri. Namun, Anda tak perlu terburu-buru panik. Bila terdapat rambut Anda yang sedikit rontok setiap hari, hal itu bisa saja normal. Pada dasarnya, rambut akan mengalami kerontokan sekitar 100 helai per hari.

Meski demikian, rambut rontok dapat terjadi akibat adanya gangguan kesehatan. Salah satunya akibat kekurangan zat besi, terutama pada penderita anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Apalagi, jika kerontokan rambut disertai oleh gejala pucat, sakit kepala, jantung berdebar ataupun sesak napas.

Anemia adalah suatu kondisi ketika jumlah sel darah merah yang sehat berkurang, sehingga tidak mampu untuk menjalankan tugasnya untuk mengantarkan nutrisi dan oksigen ke jaringan, termasuk ke rambut.

Sementara itu, zat besi sangatlah penting bagi pembentukan sel darah merah. Bila tubuh kekurangan zat besi, secara langsung jumlah sel darah merah sehat akan berkurang, sehingga kemampuan membawa nutrisi dan oksigen ke jaringan tubuh otomatis ikut berkurang. Ini mengakibatkan jaringan rambut menjadi tidak kuat dan mudah rontok.

Lalu apa yang dapat dilakukan untuk mencegah hal tersebut? Halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya.

Rambut Rontok? Bisa Jadi Akibat Kekurangan Zat Besi

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 80% penduduk dunia mengalami kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi juga merupakan penyebab tersering terjadinya anemia, terutama pada wanita usia subur.

Kekurangan zat besi memang bukan penyebab utama kebotakan. Namun, sebuah studi yang dilakukan oleh Bergfeld menemukan bahwa kekurangan kadar zat besi di dalam darah dapat memperparah kerontokan rambut.

Kebutuhan zat besi harian pada wanita usia 19-51 tahun adalah sekitar 18mg/hari dan bagi wanita hamil kebutuhannya meningkat menjadi 27 mg/hari. Sedangkan pada pria, kebutuhan zat besinya adalah 8 mg/hari.

Penuhi kebutuhan nutrisi zat besi dengan makanan-makanan sebagai berikut:

1. Zat besi bisa dikonsumsi dari bahan alami, seperti:

  • daging merah,
  • hati ayam,
  • kacang-kacangan,
  • tahu,
  • tiram,
  • sayuran hijau gelap seperti; bayam dan kangkung.

2. Untuk mempercepat penyerapan zat besi, tambahkanlah konsumsi sayur dan buah yang kaya akan vitamin C, seperti:

  • jeruk,
  • mangga,
  • pepaya dan sebagainya.

Suplemen tambahan untuk penambah zat besi juga dapat dikonsumsi. Namun, tidak semua orang yang mengalami kerontokan rambut dan kebotakan dapat sembarangan mengonsumsi suplemen tambahan zat besi. Perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter terlebih dahulu, karena kelebihan zat besi memiliki efek membahayakan bagi tubuh.

Sumber: KlikDokter.com

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Bisakah Balita Mengalami Anemia?

Bisakah Balita Mengalami Anemia?

Kurang darah atau anemia bukanlah penyakit yang hanya dapat menyerang orang dewasa saja. Bayi dan balita pun dapat mengalami anemia. Sekitar 80% anak dan balita di negara berkembang diduga mengalami anemia. Ada banyak faktor yang dapat menimbulkan terjadinya anemia pada balita, mulai dari masa kehamilan, pemberian air susu ibu (ASI) yang kurang tepat, perubahan pola makan dan pemilihan makanan yang tidak tepat, faktor ekonomi ataupun akibat sakit tertentu.Pada balita dan anak-anak, anemia dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak. Paling sering anemia pada balita disebabkan asupan gizi yang kurang yaitu kurangnya zat besi yang sangat penting bagi pembentukan sel darah merah baru. Pada anak di bawah usia 2 tahun, dimana saat periode emas perkembangan otak, anemia akibat kekurangan zat besi dapat menyebabkan tidak optimalnya fungsi otak dan mental anak.Anemia pada balita pun selain akibat kekurangan zat besi dapat pula disebabkan oleh penyebab lain seperti gangguan genetik (talasemia, anemia sel sabit). Pada anemia jenis ini tentunya anak membutuhkan penanganan anemia yang lebih khusus.Saat periode pertumbuhan dan perkembangan si kecil membutuhkan zat besi dalam jumlah yang besar. [...]

Mudah Sekali Lelah? Awas Gejala Anemia!

Mudah Sekali Lelah? Awas Gejala Anemia!

Anemia adalah suatu keadaan yang menggambarkan kadar hemoglobin atau jumlah eritrosit dalam darah kurang dari nilai dtandar (normal). Hemoglobin merupakan komponen di dalam sel darah merah yang membawa oksigen. Setidaknya 90% dari energi total yang dihasilkan di dalam tubuh memerlukan oksigen. Sel tubuh yang jumlahnya mencapai triliunan itu membutuhkan oksigen untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik.Darah yang mengandung oksigen akan dialirkan ke seluruh tubuh sehingga semua jaringan mendapatkan oksigen dalam jumlah cukup untuk proses oksidasi. Proses oksidasi diperlukan untuk semua sistem di dalam tubuh agar dapat beroperasi, seperti fungsi metabolik, sirkulasi, pencernaan, eliminasi, memperkuat sistem imun, dan sebagainya.Anemia biasanya ditandai dengan gejala : Mudah lelah dan kehilangan tenaga Napas cepat Sakit kepala Kesulitan berkonsentrasi Kulit pucat Sulit tidur Sehingga, dapat dimengerti bukan, mengapa anemia begitu penting dihindari? Karena adanya pasokan oksigen yang kurang, pada gejala awal, orang yang mengalami anemia akan mengeluh lemas dan tidak bertenaga. Ketidakcukupan pasokan oksigen ke jaringan di seluruh tubuh dapat mengakibatkan suatu mekanisme ada [...]

Teh Bisa Menghambat Penyerapan Zat Besi

Teh Bisa Menghambat Penyerapan Zat Besi

Salah satu penyebab anemia adalah kekurangan zat besi. Sehingga kondisi defisiensi zat besi merupakan masalah kesehatan yang utama. Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang ditemukan pada 2 miliar orang di seluruh dunia. Hal ini tidak dapat dibiarkan, sebab anemia dapat menimbulkan masalah serius dalam kesehatan. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan gangguan perkembangan fisik dan mental pada anak dan dapat menimbulkan kelainan medis yang lain.Kondisi anemia defisiensi besibiasanya diawali dengan gejala mudah lelah dan kehilangan tenaga, sakit kepala, dan kesulitan berkonsentrasi. Kemudia dalam jangka panjang dapat menunjukkan gejala yang lebih berat seperti napas pendek, kulit pucat dan sulit tidur.Zat besi merupakan salah satu komponen yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah. Sel darah merah diperlukan dalam jumlah yang cukup untuk dapat mambawa oksigen ke seluruh jaringan. Zat besi didapatkan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Ternyata, terdapat beberapa hal yang dapat menghambat maupun memperkuat penyerapan zat besi.Asam askorbat, daging, ikan, dan produk unggas dikatakan dapat memperkuat penyerapan zat besi di dalam tubuh. Sebaliknya, sayura [...]

Darah Rendah Sama dengan Anemia?

Darah Rendah Sama dengan Anemia?

Banyak sekali orang yang mengira anemia dan darah rendah merupakan hal yang sama. Meskipun gejala yang ditimbulkan hampir serupa, namun anemia dan darah rendah merupakan suatu kondisi medis yang berbeda. Selain itu, masih ada yang beranggapan jika mengalami anemia pasti mengalami darah rendah (hipotensi). Begitu juga sebaliknya. Padahal anemia dan hipotensi tidak selalu berhubungan satu sama lain. Anemia dan hipotensi merupakan gejala suatu penyakit yang harus dicari penyebabnya.Anemia adalah suatu kondisi yang terjadi pada tubuh akibat kurangnya jumlah sel darah merah sehat yang berfungsi membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Anemia disebut juga sebagai kurang darah. Pemeriksaan yang dapat mengetahui seseorang terkena anemia adalah dengan menggunakan tes laboratorium darah untuk melihat nilai hemoglobin (Hb). Pada pria dikatakan anemia bila nilai Hb < 13 mg/dl, sedangkan pada wanita Hb < 12mg/dl.Anemia dapat menimbulkan gejala lemah, letih, lesu, pucat, pusing, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, jantung berdebar, dan sesak napas. Penyebab anemia dapat diakibatkan oleh asupan gizi yang kurang, perdarahan, penyakt kronis maupun kelainan genetik.Lalu apa bedanya dengan [...]

Anemia : Sebuah Gejala atau Penyakit?

Anemia : Sebuah Gejala atau Penyakit?

Kurang darah atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai anemia, merupakan suatu kondisi yang banyak terjadi di masyarakat Indonesia. Anemia dapat menimbulkan gejala ringan seperti mudah lelah hingga gejala berat seperti sesak napas, sehingga tak jarang banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami anemia.Anemia terjadi akibat tubuh kekurangan jumlah sel darah merah yang sehat yang berfungsi untuk mengantarkan makanan (nutrisi) dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Hemoglobin adalah protein yang merupakan bagian utama sel darah merah yang dapat berikatan dengan oksigen.Bila seseorang memiliki jumlah hemoglobin yang rendah atau memiliki sel darah merah yang abnormal, maka sel-sel di dalam tubuh tidak mendapatkan oksigen yang dibutuhkan. Gejala anemia seperti lelah terjadi akibat organ tubuh tidak mendapatkan ?bahan bakar? (oksigen) yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan semestinya.Anemia merupakan sebuah pertanda adanya penyakit atau gangguan dalam tubuh seseorang. Sehingga anemia adalah sebuah kondisi bukanlah penyakit namun dapat pula merupakan petanda adanya masalah serius di dalam tubuh.Anemia disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Simak halaman berikut untuk mengetah [...]

Anemia Dapat Sebabkan Sakit Kepala

Anemia Dapat Sebabkan Sakit Kepala

Anemia adalah keadaan ketika tidak terdapat cukup sel darah merah di dalam pembuluh darah Anda. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang memungkinkan sel darah tersebut mengangkut oksigen dari paru-paru ke berbagai organ di dalam tubuh. Selain itu, hemoglobin juga mengangkut karbon dioksida untuk dibersihkan dari tubuh Anda.Jika sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan tubuh, oksigen tidak dapat dihantarkan dengan baik ke organ-organ. Apabila kebutuhan oksigen otak tidak terpenuhi, hal tersebut dapat menyebabkan lemas, cepat lelah, kurang fokus, dan sakit kepala. Selain itu, terdapat beberapa gejala anemia lainnya, di antaranya adalah kulit pucat, detak jantung berdebar-debar, sesak napas, nyeri dada, rasa melayang, serta tangan dan kaki terasa dingin.Ada beberapa jenis anemia, yang disebabkan oleh berbagai penyebab yang berbeda pula. Namun pada umumnya, anemia paling banyak disebabkan oleh karena kekurangan zat besi.Zat besi adalah salah satu komponen penting pembentuk sel darah merah. Sehingga kekurangan salah satu bahan ini akan mengganggu produksi sel darah merah dalam tubuh. Beberapa hal yang mengakibatkan kekurangan zat besi adalah kurangnya asupan dari makanan, perdarahan [...]

Bolehkah Penderita Anemia Berpuasa?

Bolehkah Penderita Anemia Berpuasa?

Berpuasa diyakini dapat memberikan sejumlah keuntungan untuk kesehatan. Namun, terdapat beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan seseorang tidak dapat berpuasa dan jika ingin berpuasa, maka membutuhkan perhatian yang lebih.Salah satu kondisi medis yang membutuhkan perhatian lebih saat bulan puasa adalah anemia. Anemia atau yang dikenal masyarakat awam sebagai kurang darah merupakan suatu kondisi ketika jumlah sel darah merah sehat di dalam tubuh tidak mencukupi, sehingga hantaran oksigen dan nutrisi ke jaringan pun menjadi terhambat.Gejala yang dapat ditimbulkan anemia antara lain seperti lemah, lesu, pucat, pusing, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, jantung berdebar, dan sesak napas.Penderita anemia yang berpuasa sering kali kurang memperhatikan jenis asupan makanan yang dikonsumsinya, padahal hal tersebut sangat penting, karena penderita anemia tidak boleh kekurangan gizi yang baik terutama zat besi. Bila penderita anemia tidak memperhatikan asupan makanannya, ditakutkan anemia yang terjadi akan bertambah berat.Boleh tidaknya seseorang yang mengalami anemia untuk berpuasa tergantung pada beratnya anemia. Bila saat ini sedang mengalami anemia berat yang membutuhkan transfusi [...]

Anemia Bisa Sebabkan Sakit Kepala

Anemia Bisa Sebabkan Sakit Kepala

Secara global anemia diderita sekitar 1,6 miliar orang di dunia. Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merupakan salah satu daerah yang menjadi fokus karena memiliki angka kejadian anemia yang tinggi. Anemia paling sering dialami oleh anak di bawah usia 5 tahun dan wanita. Fakta yang lebih mengejutkan, anemia dianggap sebagai faktor yang penting dalam menentukan angka kesakitan dan kematian seorang anak.Sebenarnya, apa itu anemia?Anemia adalah suatu kondisi ketika terjadi kekurangan sel darah merah yang sehat atau hemoglobin. Apabila jumlah hemoglobin yang ada di dalam tubuh berkurang, maka jumlah oksigen yang terikat di hemoglobin juga akan berkurang.Gejala lemas pada anemia disebabkan karena sel-sel tidak mendapatkan asupan oksigen yang mencukupi untuk bekerja melakukan tugasnya masing-masing. Selain lemas, apa sajakah gejala yang mungkin dirasakan ketika mengalami anemia? Letih, lesu, dan lemas. Napas cepat ketika beraktivitas fisik. Sakit kepala. Sulit berkonsentrasi. Perasaan melayang. Pucat. Sakit kepala merupakan salah satu gejala dari anemia. Hal ini diduga disebabkan karena asupan oksigen yang kurang ke daerah otak. Nah, jika Anda mengalami sakit kepala berulang dan ter [...]

Indonesia Dalam Ancaman Anemia, Apakah Anda Salah Satunya?

Indonesia Dalam Ancaman Anemia, Apakah Anda Salah Satunya?

Anemia dapat terjadi pada pria maupun wanita, anak-anak maupun dewasa. Survei yang dilakukan oleh Asian Development Bank (ADB) pada tahun 2012 memperkirakan sekitar 22 juta anak Indonesia mengalami anemia. Hal ini didukung oleh survei yang dilakukan beberapa universitas di Indonesia, yang menemukan bahwa 50-60% Ibu hamil di Indonesia menderita anemia dan sekitar 40% wanita di usia subur juga mengalaminya menurut survei Kesehatan Rumah Tangga 2001.Anemia merupakan penyakit gangguan darah yang paling sering terjadi. Jangan pernah anggap remeh anemia sebagai suatu hal yang biasa terjadi. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup manusia mulai dari skala kecil hingga skala besar. Oleh sebab itu, mari kita kenali lebih jauh tentang anemia.Darah yang terdapat di dalam tubuh manusia terdiri dari sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma. Sel darah merah merupakan sel yang berbentuk bulat seperti donat tanpa lubang di tengahnya. Sel darah merah bertugas membawa hemoglobin (Hb) yang akan berikatan dengan oksigen yang nantinya akan dibawa ke seluruh tubuh. Sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang.Bagaimana anemia dapat terjadi? Halaman selanjutnya penjelasan se [...]

Daging Kambing untuk Anemia, Fakta atau Mitos?

Daging Kambing untuk Anemia, Fakta atau Mitos?

Pernahkah Anda membaca atau mendengar saran mengobati anemia dengan daging kambing? Apakah hal tersebut fakta atau mitos? Pengobatan anemia sebetulnya tergantung dari jenis anemianya.Ada banyak sekali jenis anemia seperti anemia defisiensi besi, defisiensi asam folat, defisiensi vitamin B12, perdarahan, hemolisis, penyakit kronik dan sebagainya. Memang paling banyak anemia disebabkan oleh asupan nutrisi yang kurang, misalnya anemia defisiensi besi.Jika kadar zat besi Anda rendah setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, maka Anda menderita anemia defisiensi besi. Tubuh membutuhkan zat besi untuk membentuk hemoglobin. Untuk meningkatkan kadar besi dalam darah, dokter akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi makanan kaya zat besi atau suplemen zat besi. Vitamin C biasanya direkomendasikan untuk meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh.Anda dapat memenuhi kebutuhan zat besi dengan cara memilih makanan kaya zat besi berikut ini, selengkapnya pada halaman selanjutnya: [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *