Remaja Ini Menikah dengan Pria Seumuran Bapaknya

091062900_1413433864-cb18.jpg

Tidak ada wajah keraguan, sedih atau kecewa saat seorang remaja putri berusia 12 tahun, Thea bersiap menuju pelaminan. Dia justru tersenyum saat akan menikah dengan pria yang jarak kelahirannya 25 tahun lebih tua.

Remaja putri berkebangsaan Norwegia ini secara resmi menikah pada 11 Oktober lalu. Dia menikah dengan seorang pria bernama Geir yang berusia 37 tahun.

“Nama saya Thea dan saya berusia 12 tahun dan duduk di kelas 7. Ini adalah tentang saya. 11 Oktober 2014 saya akan menikah, jadi di blog ini saya akan berbagi cerita tentang persiapan sampai pernikahan,” kata Thea dalam blognya, seperti dikutip Yourtango, Kamis (16/10/2014).

Menurut beberapa laporan berita, beberapa pihak segera menghubungi polisi dan perlindungan anak. Namum sepertinya terlambat. Tapi yang paling disesalkan adalah tanggal pernikahannya-11 Oktober bertepatan dengan Hari Anak Internasional. Tahun ini kampanye kesadaran International dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan 39.000 anak di bawah usia 18 tahun yang dipaksa menikah di seluruh dunia.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Risiko Perceraian Terasa Sekali di Saat Usia Sudah Tua

Risiko Perceraian Terasa Sekali di Saat Usia Sudah Tua

Perceraian berdampak panjang bagi hubungan antara orangtua dengan anak. Jurnal Demography, AS, edisi Agustus melaporkan, karena cerai memperlemah ikatan keluarga, orangtua yang bercerai, terutama ayah, kecil kemungkinannya akan mendapatkan perawatan dari anak ketika mereka bertambah tua. Tentu jika dibandingkan dengan orangtua yang tidak bercerai.Laporan itu diungkap oleh para peneliti Agency for Health Care Policy and Research (AHCPR) di Rockville, Maryland, AS, dikutip Rabu (13/8/2014). Para peneliti menganalisa data tentang perceraian atau orangtua yang bercerai serta anak-anak mereka, untuk mengetahui seberapa banyak orangtua yang tinggal bersama anak mereka yang telah dewasa. Atau seberapa banyak orangtua yang memperoleh bantuan keuangan dari anak mereka. Di antara orangtua yang telah berusia lanjut yang tidak mampu, para peneliti juga mencari tahu seberapa banyak yang dirawat sendiri oleh anaknya yang telah dewasa dan berapa banyak yang dirawat dengan cara membayar perawat. Dari situ diketahui, ayah yang bercerai memiliki ikatan yang lebih renggang dengan anak-anak mereka dibanding ibu yang bercerai. Bapak yang bercerai, "Sangat kecil kemungkinannya untuk tinggal bersama anak [...]

Ada Bakteri Penyebab Bayi Lahir Prematur

Ada Bakteri Penyebab Bayi Lahir Prematur

Pecah ketuban yang terlalu cepat dan menyebabkan terjadinya kelahiran prematur ternyata ada yang disebabkan oleh bakteri tertentu. Demikian disampaikan para peneliti dari Duke University School of Medicine, Carolina Utara, Amerika SerikatPeneliti mengatakan, bakteri itu menyebabkan membran di sekitar bayi menipis hingga membuat pecah. Sebab, hampir sepertiga kelahiran prematur terjadi karena pecahnya membran awal.Dalam studi yang dipublikasikan di PLos ONE, para peneliti menemukan jumlah bakteri paling banyak ada pada selaput yang pecah. Jika bakteri merupakan penyebab ketuban pecah dini, maka para peneliti akan mengembangkan pengobatan baru untuk itu."Kemungkinan bisa diobati dengan antiobiotik, kemudian diupayakan pengurangan risiko pecah ketuban dini," kata penulis studi dari Associate Professor of Obstetrics and Gynocology di Duke University School of Medicine, Amy Mutha, seperti dikutip Fox News, Jumat (10/1/2013).(Adt/Abd)Baca juga:Ajari Anak Kreatif Buat Permainan, Bagaimana Caranya?Anak Perlu Bermain Selain Belajar Agar Kreatif [...]

Hati-hati, Benci Mantan Pacar Bikin Anak Mirip Dengannya

Hati-hati, Benci Mantan Pacar Bikin Anak Mirip Dengannya

Sebuah penelitian menarik yang akan membuka mata Anda yang membenci mantan pacar. Penelitian ini menemukan bahwa kebencian mantan akan berbalik menjadi mimpi buruk dan berdampak bagi si buah hati. Para ilmuwan di University of South Wales menyatakan hal mengejutkan, mereka menemukan bahwa ciri-ciri fisik dari pasangan sebelumnya dapat benar-benar diturunkan kepada anak-anak di masa depan. Yang menarik, dalam studi tersebut, wanita yang membenci laki-laki yang ia benci justru akan mirip dengan anaknya. "Bagaimanapun, pikiran ibu yang membenci mantan mungkin diserap oleh sel telur. Menyeramkan," kata peneliti, seperti dikutip Yourtango, Senin (6/10/2014).Lantas bagaimana dengan sifat di kecil, apakah akan terpengaruh juga? Beruntung, Penulis studi, Dr Angela Crean mengatakan temuannya ini tidak menunjukkan bahwa sifat juga akan terbawa oleh si kecil. Sebab, semua sifat anak akan diturunkan oleh ayah-ibunya.Maka itu, peneliti menyayangkan bila ada pasangan yang berhubungan seksual tanpa ada ikatan yang jelas. Sebab indung telur akan merekam semuanya, termasuk hubungan dengan mantan pacar. [...]

Lebih 83 Ribu Peserta Mandiri Sudah Daftar BPJS Kesehatan

Lebih 83 Ribu Peserta Mandiri Sudah Daftar BPJS Kesehatan

Sejak mulai beroperasi pada 1 Januari lalu, BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan mencatat bahwa hingga pukul 14.17 WIB, ada lebih dari 83.000 peserta mandiri sudah mendaftar jadi peserta BPJS Kesehatan.Seperti disampaikan oleh Kepala Departemen Hubungan Masyarakat, Irfan Humaidi bahwa hingga hari ini, ada sekitar 83.027 atau rata-rata 9.000 peserta setiap harinya untuk peserta mandiri."BPJS Kesehatan pun terus melakukan evaluasi di kantor-kantor cabang dan membuka pelayanan pendaftaran serta mempermudah layanan," katanya saat temu media di Kantor pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Kamis (9/1/2014).Sementara itu menurut Irfan, jumlah peserta yang berkunjung ke fasilitas primer sebanyak 76.817 orang. Dan dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan sebanyak 13.959 orang.(Fit/Abd) [...]

Pemudik Bermotor Wajib Istirahat Tiap 3 Jam Sekali

Pemudik Bermotor Wajib Istirahat Tiap 3 Jam Sekali

Meski di sejumlah negara, mudik menggunakan motor dilarang keras karena berisiko kecelakaan. Di Indonesia, pemudik bermotor sulit dicegah karena masalah ekonomi. Sehingga Kementerian Kesehatan menganjurkan pemudik bermotor untuk beristirahat setidaknya setiap 3 jam sekali."Antisipasi kecelakaan bagi pengendara bermotor kalau nggak dia buka puasa karena musafir. Atau mengecek kilometer motor. Setiap 3 kilometer di cek, kalau lelah, istirahat. Terutama untuk yang membawa anak kecil," kata Plt Dirjen P2PL Kementerian Kesehatan, Agus Purwadianto saat ditemui wartawan usai acara apel siaga mudik di halaman Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (15/7/2014).Agus menerangkan, bagaimanapun pengendara motor yang kelelahan lebih berisiko kecelakaan dibanding pengendara mobil. Apalagi jika berboncengan dan membawa anak yang rewel. "Dalam mengendarai kendaraan harus konsentrasi, sebelum anak rewel harus ditenangkan dulu. Tapi kan masalahnya jarak jauh. Sedangkan suasana kendaraan lain nggak bisa diprediksi. Salah satu faktor kecelakaan di jalan adalah kelelahan dan lingkungan. Kalau kelelahan jelas, kalau lingkungan berarti perilaku untuk mengebut dan mengajak sesama pengendara motor," [...]

Gadis Remaja Ini Takut Makanan Selain Ayam

Gadis Remaja Ini Takut Makanan Selain Ayam

Charlotte Snow (18) begitu ketakutan dengan banyak makanan. Gadis remaja ini selalu menolak setiap makanan yang masuk ke mulutnya selain ayam escalopes."Saya takut mencoba makanan lain," kata Snow seperti dilansir Metro, Kamis (22/5/2014).Snow merasa, memasukkan makanan lain ke mulutnya akan membuatnya merasa cemas apabila tak menyukainya. "Saya tak tahu apa yang harus dilakukan jika saya makan sesuatu yang tak saya sukai," katanya.Orangtuanya juga sudah mencoba segala cara untuk membujuknya melakukan diet seimbang, termasuk mencari bantuan medis. Tapi, tak ada yang bekerja. Satu-satunya makanan lain yang pernah dibujuk dimakan adalah chip, keripik, roti, dan sereal. Namun, itu harus merek tertentu.Sang ibu berpikir, anaknya jadi takut makanan selain ayam karena insiden spagheti ketika ia berumur tiga tahun. "Dia hampir tersedak saat itu dan sejak itu dia sangat rewel," kata Carla Snow (42).Meski ia kekurangan lemak, siswa dari London utara itu tak memiliki masalah. "Saya senang bisa makan lebih banyak makanan pada suatu hari. Ini akan menyenangkan makan malam bersama teman-teman," katanya. [...]

Jangan Sembarang Sebut Kasus MERS-CoV sebagai Endemi!

Jangan Sembarang Sebut Kasus MERS-CoV sebagai Endemi!

Tidak mudah untuk dapat mengategorikan suatu wabah penyakit apakah tergolong epidemi, endemi, atau pandemi. Terutama untuk menyebut virus MERS-CoV, yang saat ini tengah menjadi topik hangat di berbagai media.Kepala Badan Litbangkes Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP (M), DTM&H, MARS menyayangkan, masih ada media yang menyebut kalau virus korona ini menjadi endemi yang berbahaya, menakutkan, dan mematikan. Menurut dia, belum bisa dikatakan dengan pasti, kalau MERS-CoV cocok disebut dengan endemi."Meski begitu, MERS-CoV juga belum dapat dimasukkan ke dalam kriteria pandemik," kata Tjandra Yoga di Ruang Direksi Rumah Sakit Persahabatan, jakarta Timur, Rabu (7/5/2014)Untuk dapat menyebut suatu penyakit dengan pandemik, Indonesia harus merujuk pada Public Health Emergency of International Concern. Dalam kesempatan itu, pria yang juga anggota Emergency Committee WHO untuk MERS-CoV menerangkan, ada empat hal yang harus diperhatikan dengan benar, supaya penyakit dapat dikatakan endemi.1. Tergolong baruAgar dapat dikatakan endemi, virus MERS-CoV haruslah benar-benar baru. Sedangkan saat ini, kata dia, virus yang diduga tertular dari unta itu ta [...]

2015 Dokter Asing Masuk Indonesia, Bagaimana Nasib Dokter RI?

2015 Dokter Asing Masuk Indonesia, Bagaimana Nasib Dokter RI?

Menyusul pemberlakukan pasar bebas Masyarakat Ekonomi (AEC) 2015, tidak akan lama lagi, Indonesia akan diserbu oleh dokter asing dari negara-negara lain di ASEAN. Mengingat hal tersebut, sejumlah dokter menyarankan Pemerintah untuk menempatkan dokter asing di daerah. Seperti disampaikan Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam dan Pakar Kanker Indonesia, Prof. dr. Abdul Muthalib, SpPD-KHOM., bahwa saat ini beberapa tenaga medis masih banyak kekurangan di sejumlah daerah. Belum lagi, dokter yang menumpuk di perkotaan membuat layanan kesehatan kurang terjangkau di daerah. "Kami harap dokter asing juga merasakan apa yang kami alami sewaktu bertugas di daerah. Angkatan saya 50 persen yang jadi spesialis. Sebagian lainnya ada di puskesmas daerah. Kalau bisa, dokter asing merasakan yang kami alami dan jangan di kota besar," kata Abdul di sela-sela acara pembukaan layanan kesehatan kanker anak gratis oleh Tahir Foundation di RS Mayapada, Senin (26/5/2014). Di lain pihak, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang ditemui di tempat sama mengungkapkan bahwa keberadaan dokter asing nantinya akan diatur secara bersama. Sehingga pemerintah tidak bisa menempatkan berdasarkan keinginan pribadi. "Ini nanti ak [...]

Gadis 22 Tahun Diketahui Idap HIV Lanjut Setelah Manicure

Gadis 22 Tahun Diketahui Idap HIV Lanjut Setelah Manicure

Gadis berusia 22 tahun didiagnosa mengidap HIV lanjut, setelah dia melakukan perawatan kuku, manicure di salon kecantikan. Meski alat untuk manicure dapat dijadikan tempat penularan virus mematikan seperti HIV, tapi dokter mengatakan bahwa kasus seperti ini amat langka. Bahkan, risiko infeksi dari sejumlah sumber baru masih sangat rendah. Salah seorang dokter dari HIV Sequence Database di Los Alamos National Laboratory, Dr Brian Foley, mengatakan, kasus yang menimpa gadis 22 tahun ini tidak membuat orang takut mengalami kontak dengan orang-orang dengan virus HIV (ODHA), karena risiko terinfeksi sangat rendah.Masyarakat harus tahu, HIV tidak dapat ditularkan melalui kontak biasa seperti berbagi peralatan makan atau minum dari gelas air yang sama."Penularan HIV dengan alat manicure yang sama merupakan peristiwa langka, yang semestinya tidak membuat orang takut dengan HIV atau mengalami kontak langsung dengan orang yang terinsfeksi HIV," kata Brian dikutip dari Daily Mail, Jumat (14/11/2014)Namun, dengan adanya kasus ini, Brian berharap agar orang-orang lebih waspada untuk berbagi alat yang mengandung darah, termasuk alat manicure dan gunting kuku.Lagipula, menurut laporan dari journa [...]

Ibu Peduli Ajak Tanda Tangan Petisi Hukum Berat Pelaku Pelecehan

Ibu Peduli Ajak Tanda Tangan Petisi Hukum Berat Pelaku Pelecehan

Penderitaan siswa Taman Kanak-kanak (TK) Jakarta International School (JIS) yang mengalami pelecehan seksual dari petugas kebersihan menyayat hati setiap insan. Bahkan orangtua manapun mengutuk tindakan tak bermoral para pelaku terhadap bocah tak berdosa.Sayangnya, hukuman pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak di Indonesia masih terbilang rendah. Karena itu seorang ibu berusaha mengajak semua orang menandatangani petisi agar pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya. Petisi tersebut nantinya akan dikirimkan ke Komisi VIII DPR dan Mahkamah Konstitusi."Saya cuma seorang Ibu yang peduli dan ikut merasa tersakiti atas kejadian-kejadian ini, mari bantu saya! Saya menerima saran dan bantuan untuk melangsungkan petisi ini, mohon disebarkan! Terima kasih sebelumnya untuk teman-teman yang sudah bersedia membaca, ikut andil dan menyebarkar petisi ini. Semoga bisa memberikan perubahan! Amin," tulis penggagas petisi Fellma Panjaitan yang dikutip Change.org, Rabu (16/4/2014).Fellma menuliskan, hukuman maksimal 15 tahun tak setimpal dengan perbuatan pelaku yang menimbulkan trauma pada korban seumur hidupnya. "Tuntutan hukuman buat pelaku-pelaku pelecehan seksual/pemerkosa/seksual predator a [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *