Resep Makan Enak Tanpa Takut Gemuk

089977800_1410925694-Diet_Mayo.jpg

Tubuh kita sangat cepat menyimpan kalori ekstra dalam bentuk jaringan lemak atau sel lemak, bila kalori yang masuk lebih besar daripada yang keluar. Untuk mencegah kegemukan atau mengurangi berat badan, pengaturan makan yang benar harus dilakukan

Ada orang mengeluh, hanya melihat makanan saja sudah menambah berat badan. Sementara yang lain dapat menikmati aneka makanan modern tanpa khawatir bertambah gemuk. Itu bisa terjadi, karena:

1. Gender (jenis kelamin)
Pria memiliki metabolisme lebih tinggi daripada wanita. Wanita mempunyai tantangan berat badan meningkat saat hamil. Kebanyakan susah kembali ke berat normal normal. Namun, kesibukan merawat sendiri bayinya akan membantu ibu dalam usaha membakar kalori. Metabolisme wanita menopause juga menurun, sehingga perlu mengatur asupan kalori.

2. Usia

Metabolisme tubuh usia lanjut tentu menurun. Konsumsi kalori berlebih bisa menyebabkan kegemukan, apalagi jika aktivitas juga menurun. ?Menurut hasil penelitian, kaum usia lanjut lebih cepat gemuk karena tubuh sudah tidak dapat lagi mengatur metabolisme yang fleksibel,? kata Mary P. Clarke, Ph.D, RD, profesor makanan dan nutrisi di Universitas Pusat Kansas di Manhattan.

3. Aktivitas
Setelah usia 20 tahun, berat badan seseorang yang tanpa aktivitas umumnya akan meningkat. Tanpa aktivitas fisik, jaringan otot akan menurun, sedangkan lemak tubuh bertambah.

4. Riwayat keturunan
Seseorang dengan orangtua kegemukan, 25-35 persen akan mengalami hal sama jika pola makan seperti orangtuanya tetap dipertahankan. Penelitian pada anak kembar yang diberi kalori lebih, mengalami pertambahan berat badan yang sama dan pada bagian tubuh yang sama pula. Penelitian modern telah memeriksa fat genes yang ada kaitannya, mulai dari selera makan sampai penyimpanan lemak tubuh.

Contohnya, telah diteliti satu gen yang mengontrol produksi lipoprotein lipase (LPL), enzim yang membantu menyimpan kalori sebagai lemak tubuh. ?Tetapi, mempunyai fat genes bukan berarti harus overweight,? kata Rena White MD, Direktur National Weight Controle Registry. Faktor keturunan berpengaruh dalam obesitas. Lebih dari 70 persen kliennya datang dari keluarga overweight, tetapi mereka sukses dalam upaya penurunan berat badan.

5. Pola makan yang baik
Jangan melakukan diet terlalu ketat. Diet tinggi protein dan rendah karbohidrat umumnya tidak realistis. Diet rendah kalori membuat tubuh kurang gizi, sehingga mengganggu metabolisme. Jika metabolisme terganggu, proses penurunan berat badan justru lebih sulit. Diet yang dilakukan berulang-ulang bisa memicu yo-yo syndrome, yang malah cenderung menambah berat badan.

Untuk itu sebaiknya:
1. Makan seimbang dengan mengurangi jumlah kalori yang berasal dari lemak dan karbohidrat, tetapi zat-zat gizi lain tetap terpenuhi.
2. Perhatikan porsi makan. Hindari fast food seperti burger, ayam goreng, dan lain-lain. Jika ingin tetap menikmatinya, cukup seminggu sekali.
3. Batasi makan camilan berlemak tinggi seperti pastry, cake, gula-gula, dan lainnya.
4. Banyak konsumsi serat dari sayuran, buah, kacang-kacangan, dan sereal.
5. Batasi konsumsi daging, ganti dengan ikan dan ayam berkadar lemak rendah. Pengolahan yang baik adalah dibakar, dipanggang, direbus, atau dikukus. Agar tetap nikmat sebaiknya dipadu dengan bumbu tajam.
6. Hindari makanan yang diproses yang umumnya berlemak tinggi seperti sosis, ham, dan lain-lain. Lihatlah keterangan yang tertera pada kemasan makanan siap pakai untuk mengetahui komposisinya.
7. Kurangi makanan manis dengan kadar gula tinggi karena akan meningkatkan konsumsi kalori. Ganti minuman manis dengan air putih atau teh tanpa gula.

Selada Sayuran Saus Tempe
Untuk 5 porsi
(1 porsi = 315 kalori)

Bahan:
100 gr lettuce (daun sla) diiris kasar
200 gr wortel diserut
100 gr mangga muda diserut
100 gr ketimun hijau diserut
irisan cabai rawit secukupnya
2 btr telur rebus

Bahan dressing:

2 sdm minyak untuk menumis
2 sdm bawang bombai cincang
1 sdm bawang putih cincang
200 gr tempe goreng dicincang
50 gr gula merah
20 gr gula pasir
1 sdm kecap asin (nampla)
1 sdm kecap manis
1 sdm saus tomat
300 ml air asam jawa
25 gr irisan cabai rawit
1/2 sdt garam
1/4 sdt lada halus

Cara membuat:
1. Buat dressing. Tumis dengan minyak bawang bombai dan bawang putih, masukkan tempe, aduk, beri gula merah, gula pasir, kecap asin, kecap manis, saus tomat, air asam jawa, cabai rawit, garam dan lada halus, aduk rata, dimasak agak kental, angkat, dinginkan.
2. Atur sayuran dalam piring saji, atasnya taburi dengan irisan cabai rawit dan dinginkan dalam lemari es.
3. Setelah dingin, saat akan dihidangkan siram dengan dressing, hiasi dengan irisan telur rebus.
4. Hidangkan.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Makan Buah dan Sayuran Tidak Membuat Anda Kurus!

Makan Buah dan Sayuran Tidak Membuat Anda Kurus!

Anda harus tahu bahwa buah-buahan dan sayuran yang baik bagi tubuh kita tidak dapat mengecilkan ukuran pinggang Anda. Seberapa banyak dan sering Anda mengonsumsinya, akan tetap percuma selama Anda masih mengonsumsi makanan berkalori tinggi.Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, mengonsumsi produk yang lebih segar, tidak selalu berujung pada berkurangnya berat badan seseorang. Terutama jika buah-buahan dan sayuran tidak dapat menggantikan makanan berkalori tinggi dalam diet Anda.Para peneliti tidak pernah bosan untuk mengingatkan bahwa buah-buahan dan sayuran akan bermanfaat untuk mengecilkan ukuran pinggan Anda, bila diimbangi dengan aktivitas fisik. Sebab, diet saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan Anda."Dalam konteks dari diet sehat, pengurangan energi adalah cara untuk membantu seseorang menurunkan berat badan, sehingga untuk mengurangi berat badan, Anda harus mengurangi asupan kalori," kata salah satu peneliti Dr Kathryn Kaiser, seperti dikutip Daily Mail pada Kamis (24/7/2014)Diakui Kathryn, selama ini tidak sedikit di antara kita yang berasumsi bahwa makanan dengan serat tinggi seperti buah-buahan dan sayuran atau men [...]

4 Bahan yang Bikin Salad Jadi Tak Sehat

4 Bahan yang Bikin Salad Jadi Tak Sehat

Salad umumnya mengandung sayur-sayuran dan buah-buahan. Seharusnya makanan ini sehat tapi bisa menjadi lebih buruk dari cheesecake yang kalorinya supertinggi. Situs GeniusBeauty, Kamis (27/3/2014), melaporkan salad menjadi tidak sehat karena mengandung salah satu dari beberapa bahan ini:1. MayonesMembahas bahaya dari mayones saat ini seperti mengkritik si pirang dengan kebodohan dan kekanak-kanakannya. Tapi, penggunaan mayones tak hanya sebagai saus, tapi juga sebagai pengganti universal untuk setiap makanan. Saus itu berarti beberapa sendok teh di pinggir piring. Apabila Anda menggunakan banyak mayones, kalori yang terkandung di dalamnya meningkat sekitar tiga atau empat kali. Bahkan jika Anda hanya menggunakan kubis dan wortel dalam salad Anda.2. KentangKebiasaan menambahkan kentang rebus atau goreng di salad bisa berpengaruh ke kesehatan Anda. Kentang mengandung indeks glikemik yang tinggi.3. KejuAnda bisa memarut keju, memotongnya menjadi dadu, atau mencairkannya dalam saus salad. Anda bisa melakukan apapun yang Anda inginkan tapi ada sesuatu yang harus Anda tahu. 100 Gram keju mengandung 400 kalori. Padahal, orang sering menambahkan keju dalam jumlah besar.Pilih keju rendah le [...]

Ibu Hamil di Trimester Tiga Tak Boleh Lakukan 10 Hal Ini

Ibu Hamil di Trimester Tiga Tak Boleh Lakukan 10 Hal Ini

Selama sembilan bulan wanita menanti kelahiran bayinya. Sepanjang bulan itu kaum ibu sangat memperhatikan apa yang dia makan dan apa yang dikerjakan untuk memastikan bayinya sehat.Tentu saja, selama sembilan itu kaum ibu diliputi rasa cemas dan khawatir, apalagi jika itu kehamilan pertama. Pada akhir trimester kedua, kebanyakan mereka mengesampingkan semuanya dan sangat siap menggendong bayinya.Pada trimester terakhir disebut-sebut menjadi waktu yang paling melelahkan dalam kehamilan. Janin sudah bergerak lebih rendah di perut wanita sehingga menyebabkan banyak organ internalnya mengatur ulang untuk mengakomodasi janin. Ada beberapa hal yang perlu wanita hindari ketika kehamilan memasuki trimester ketiga seperti dikutip Boldsky, Selasa (4/2/2014):1. Sauna dan mandi uapAda banyak wanita yang menikmati sauna dan mandi uap. Tapi, ini adalah salah satu yang harus wanita hindari di trimester ketiga kehamilannya karena menyebabkan suhu tubuh internal berubah.2. BercintaJika Anda mengalami kehamilan yang normal dan tak berisiko persalinan prematur, Anda bisa menikmati sesi intim dengan suami Anda sampai melahirkan. Tapi, jika berisiko atau Anda meras alelah, berhubungan intim tak boleh di [...]

Makan Sushi Tanpa Takut Gemuk

Makan Sushi Tanpa Takut Gemuk

Siapa yang tak mengenal sushi? makanan asli Jepang ini memang membuat siapapun tergoda. Selain lezat, gulungan nasi dan lauknya juga disebut-sebut salah satu makanan sehat yang kini semakin mudah didapatkan di Indonesia. Tapi jangan salah. Menurut pakar gizi dan kesehatan dari New York, Allison Tanenbaum tidak semua jenis sushi sehat. Karena beberapa gulungan sushi bisa mengandung 500 sampai 1.000 kalori. "Selain lezat, sushi bisa jadi makanan tak sehat karena tergantung pada apa yang Anda pesan." Untuk tetap dapat menikmati makanan lezat dan sehat, perhatikan beberapa tips dalam memilih menu sushi seperti dilansir Everydayhealth, Jumat (7/3/2014) berikut ini: 1. Mengubah mindset saat memesan makanan di Restoran sushi Wakil Presiden Kuliner di Blue C Sushi dari Seattle, Jeffery Lunak, menyarankan untuk memakan potongan kecil sushi dalam beragam jenis dibandingkan makan satu jenis sushi dalam jumlah banyak. "Satu gulungan nasi dengan ikan mentah ditambah sup miso dan sedikit protein jika disatukan bisa jadi keseimbangan yang sempurna." 2. Mulai dengan Edamame Edamame atau kedelai Jepang menurut Allison adalah makanan rendah kalori dan tinggi protein yang sangat baik jika dikon [...]

Puasa, Waktu Terbaik Langsingkan Tubuh dengan Totok Perut

Puasa, Waktu Terbaik Langsingkan Tubuh dengan Totok Perut

Jangan pernah menyerah untuk memiliki bentuk badan yang ideal. Menjelang bulan Ramadhan, ketika tubuh berpuasa lebih dari 12 jam, ternyata ini merupakan waktu yang tepat untuk membuat tubuh lebih ramping. Seperti diungkapkan Founder Totok Perut Kamaratih, Ratih Dewanti, berpuasa semestinya menjadi kesempatan besar untuk menurunkan berat badan bagi penderita obesitas. Ini karena High Human Growth Hormone (HGH) akan lebih sering aktif."Kita kan puasa sekitar 12 jam lebih, saat HGH aktif, olahraga sebelum berbuka bisa membantu penurunan berat badan lebih cepat. Dua kali lebih cepat pembakarannya dibanding saat tidak puasa," kata Ratih saat diwawancarai Liputan6.com, Selasa (10/6/2014).Selain itu, wanita 55 tahun yang memiliki berat 60 kilogram tersebut juga mengatakan trik agar mudah langsing di bulan Ramadhan yaitu olahraga pada pukul 4 sore, saat berbuka minum dengan air hangat dan minum atau makan setelah shalat maghrib. Sedangkan totok perut disarankan dilakukan saat puasa untuk mempertahankan berat badan. [...]

Sedang Menyusui Kok Hamil, Harus Bagaimana?

Sedang Menyusui Kok Hamil, Harus Bagaimana?

Kaum ibu yang memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif kerap tak menyadari dirinya tengah berbadan dua lagi. Mungkin ini disebabkan menstruasi yang berhenti dalam beberapa bulan. Akibatnya, sang ibu kewalahan mengatur kebutuhan gizi untuk buah hati yang telah dilahirkan dan yang ada di dalam kandungannya.Menurut Dokter Spesialis Kandungan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Dr. Febriansyah Darus, SpOG(K), kebutuhan gizi yang harus diterapkan sama saja seperti kehamilan biasanya, tanpa harus ada yang diistimewakan."Kebobolan setelah melahirkan itu memang wajar. Untuk memenuhi kebutuhan gizinya, sama saja seperti yang sebelumnya. Tak perlu ada yang diisitimewakan," kata Febriansyah menjelaskan dalam acara 'Kesiapan Nutrisi Serta Dukungan Tepat Sejak Persiapan Kehamilan Penting Untuk Kesehatan Masa Depan' di Rumah Imam Bonjol, Jalan Imam Bonjol No. 66, Menteng, Jakarta, ditulis Selasa (25/2/2014)Namun, yang harus diperhatikan adalah berat badan ibu yang masih belum turun secara maksimal. Itulah yang harus turut diperhatikan juga. [...]

Hati-hati Pilih Kudapan Saat Nonton Piala Dunia

Hati-hati Pilih Kudapan Saat Nonton Piala Dunia

Penggemar sepakbola hati-hati dengan asupan makanan Anda saat menyaksikan laga akbar Piala Dunia 2014 di Brasil. Maklum, makanan jenis ini pasti tidak akan lepas dan bakal menjadi teman setia saat menonton pertandingan di televisi. Departemen Diet dan Layanan Makanan di Rumah Sakit Kuala Lumpur Ridzoni Sulaiman mengatakan, asupan makanan yang tak sehat bisa terus-merenus kita konsumsi selama Laga Akbar Bola Dunia digelar. Umumnya penggemar bola ditemani camilan dengan kadar kalori yang tinggi, ditemani minuman karbonasi yang kaya gula. "Pertandingan akan digelar pada dinihari (karena perbedaan waktu dengan Brasil), yang membuat tak sehat karena kita jadi kurang aktif dan biasanya tidur lagi usai menonton (pertandingan)," kata Sulaiman seperti dilansir Bernama, Kamis (12/6/2014). Sulaiman yang juga Presiden Malaysian Dietitians Association menyarankan apabila tetap mengemil saat menonton, cobalah memilih makanan yang rendah lemak, rendah kalori dan gula, seperti yoghurt atau buah-buahan atau jagung (tanpa mentega). Profesor Azhar Mat Easa dari Fakultas Teknologi Industri di Universiti Sains Malaysia menganjurkan apabila menonton pertandingan di restoran pilihlah makanan yang seh [...]

Lezatnya Kepompong dan Ulat Pohon Mahoni Melebihi Daging Ayam

Lezatnya Kepompong dan Ulat Pohon Mahoni Melebihi Daging Ayam

Bagi sebagian orang, enthung, ungker (Jawa) atau kepompong ulat mungkin terlihat menjijikkan. Namun, rupanya kepompong yang bisa kita dapati di beberapa pohon seperti jati, mahoni, randu, atau kelapa berasa lezat dan gurih bila kita jadikan lauk. Di beberapa daerah dan desa, bahan makanan ini bisa menjadi sumber protein alternatif selain ayam, daging sapi, dan ikan. Setidaknya itu yang ditemukan dan diteliti oleh para mahasiswa dan peneliti dari Universitas Negeri Yogyakarta. Sayangnya, tidak setiap musim bahan makanan yang dibilang ekstrem ini tidak selalu tersedia alias ada. Bahan makanan ini bisa jadi alternatif untuk diet Anda karena tinggi protein dan rendah kalori. Penelitian dengan sampel 20 biji kepompong ulat Cricula trifenestrata ( 10 biji basah dan 10 biji kering ) yang diambil dari pohon avokad yang ada Di desa Binangun, Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Dari penelitian ini didapatkan hasil kadar protein kepompong ulat Cricula trifenestrata pada berat basah 19,59 persen, berat kering 58,346 persen sedangkan kadar lemak pada kepompong ulat Cricula trifenestrata pada berat basah 0,1362 persen, berat kering 0,7 [...]

4 Alasan Lemon Tea Mampu Turunkan Berat Badan

4 Alasan Lemon Tea Mampu Turunkan Berat Badan

Lemon tea merupakan minuman rendah kalori yang dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Selain itu, phytochemical yang terkandung di dalam lemon tea pun dapat membantu Anda terhindari dari penyakit jantung, diabetes, kanker, dan osteoporosis. Berikut sejumlah alasan lemon tea dapat membantu Anda menurunkan berat badan, seperti dikutip Health Me Up, Selasa (21/10/2014) 1. Kandungan vitamin CVitamin C yang terkandung di dalam lemon tea berkhasiat menghambat kortisol dalam tubuh. Bila kortisol dihambat, maka keinginan Anda untuk mengemil tidak akan terjadi, karena Anda tidak mengalami stres. Bagaimana juga, stres adalah kunci utama yang membuat nafsu makan Anda membuncah. 2. DetoksKandungan asam sitrat membantu proses pencernaan lebih baik, dan mendetoksifikasi ginjal dan hati. Asam sitrat juga dapat menetralkan keasaman dalam saluran pencernaan. Bila pencernaan dalam keadaan baik, maka Anda terhindar dari perut kembung dan sembelit. 3. Singkirkan lemakKombinasi lemon dan teh hijau berefek pada tubuh yang mampu menyerap cahetins tiga kali lebih cepat ke dalam aliran darah. Cachetins mampu menghilangkan lemak dalam perut. 4. Minim asupan kaloriTanpa ditamba [...]

Berat Badan Naik Turun Bikin Anda Mudah Sakit

Berat Badan Naik Turun Bikin Anda Mudah Sakit

Pernah tahu efek yoyo dalam diet? Ya, efek yoyo atau weight cycling merupakan suatu kondisi ketika penyandang obesitas seringkali mengalami penurunan dan peningkatan kembali berat badan. Kondisi ini ternyata lebih membahayakan dan berisiko lebih besar terhadap penyakit kardiovaskular dibanding penyandang obesitas yang berat badannya langsung turun dalam sekali program.Tak hanya itu, dalam penelitian yang dilakukan pakar gizi Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK tersebut disebutkan, efek yoyo ini juga terbukti meningkatkan risiko inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah dan stres oksidatif. "Penurunan berat badan (BB) dengan cara diet dan olahraga merupakan strategi dasar dalam penanganan obesitas. Tapi penyandang obesitas seringkali mengalami penurunan dan peningkatan kembali BB yang dikenal sebagai weight cycling (WC). Kenapa saya milih weight cycling? karena banyak pasien saya yang datang, hari ini program, nanti turun 10-20 kilogram. Ketemu lagi 1-2 tahun beratnya sudah lebih dari 20 kilogram. Atas dasar itu, saya gali literatur dan mau buktikan apakah weight cycling lebih berbahaya," ungkap Samuel saat diwawancarai wartawan di acara pengukuhan program doktor di Fakultas Kedokt [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *