RSCM Berhasil Lakukan 100 Transplantasi Ginjal

rscm-standar130301b.jpg

Transplantasi ginjal menjadi terapi pengganti utama pada pasien gagal ginjal hampir di seluruh dunia. Di Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjadi rumah sakit di kawasan Asia Tenggara yang telah berhasil melakukan transplantasi ginjal dengan teknik laparoskopi sebanyak 100 kali.

Dengan pencapaian yang mampu diraih rumah sakit pemerintah ini, terbukti bahwa kemampuan rumah sakit di Indonesia tak kalah hebat dari rumah sakit dengan kualitas terbaik di luar negeri.

Dalam sambutannya, Ketua Departemen Urologi RSCM-FKUI, Dr. dr. Nur Rasyid, SpU mengatakan, sebuah rumah sakit dapat dikategorikan maju bila telah mampu melakukan transplantasi secara teratur. Karena transplantasi memerlukan kerjasama tim yang baik.

“Sejak November 2011, RSCM terbukti mampu melakukan pengangkatan ginjal donor dengan teknik Laparoskopi. Teknik operasi ini merupakan Laparoskopi tingkat advanced,” kata Dr. Nur Rasyid dalam acara `RSCM Sukses Lakukan 100 Transplantasi Ginjal Dengan Teknik Laparoskopi Dalam 2 Tahun` di Ruang Pertemuan Lantai 5 RSCM Kencana, Salemba, Jakarta, Rabu (5/2/2014)

Lebih lanjut Nur Rasyid menjelaskan bahwa laparoskopi umumnya hanya mengangkat jaringan untuk dibuang, sementara pada laparoskopi transplantasi, jaringan yang diambil harus tetap baik karena akan digunakan oleh penerima organ donor (recipient)

“Namun sayangnya, di Indonesia, masih banyak persepsi dari masyarakat bahwa transplantasi itu merupakan suatu operasi yang menakutkan. Padahal tidak,” kata Nur Rasyid menjelaskan.

Nur Rasyid menekankan, masyarakat tidak perlu takut untuk menjalani operasi transplantasi ginjal. Sebab, operasi tersebut tidak hanya dilakukan oleh satu orang dokter saja, tapi banyak dokter yang mana masing-masingnya memiliki keahliannya tersendiri.

“Tim transplantasi itu terbagi dari Nefrologi, Urologi, Anestesi, Radiologi, Patologi, Klinik, Kardiologi, Gigi, dan Psikiatri,” kata Nur kembali menerangkan.

“Butuh juga dokter cardiovaskular karena jantung pasien harus dicek,” kata Nur menambahkan.

Ke depannya, jelas Nur Rasyid, RSCM berharap semakin banyak orang yang mau menjadi pendonor ginjal sehingga pasien yang mengalami gagal ginjal dan sudah harus cuci darah bertahun-tahun dapat kembali hidup normal dan produktif.

(Adt/Mel)

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Polisikan Ibu, Marshanda Bisa Tinggalkan Jejak Buruk ke Anaknya

Polisikan Ibu, Marshanda Bisa Tinggalkan Jejak Buruk ke Anaknya

Tindakan yang diambil Marshanda untuk membawa masalah perseteruannya dengan sang ibu, Riyanti Sofyan ke pengadilan, justru membuatnya dicap tidak dewasa. Seharusnya, Marshanda yang telah dikaruniai seorang anak berusia dua tahun, membuatnya memiliki tingkat kedewasaan jauh lebih baik. Berhubung rekam jejak yang ditinggalkannya akan begitu mudah diketahui oleh sang anak di masa akan datang, Marshanda pun diminta untuk berpikir panjang dalam hal apa pun yang akan dilakukannya. "Marshanda ini `kan seorang ibu, sudah seharusnya dia jadi model bagi anaknya. Memang, anaknya saat ini tidak mengetahui seperti apa ibunya. Di umur tertentu, anaknya akan tahu seperti apa rekam jejak ibunya," kata Dr. Rose Mini A.p., M.Psi saat diwawancarai Health Liputan6.com di Gedung Satmarindo, Jalan Ampera Raya Nomor 5, Cilandak, Jakarta, ditulis Kamis (7/8/2014)Dulu, terang Rose Mini, tidak mudah bagi seseorang untuk mengetahui rekam jejak orang lain. Kini, jangankan rekam jejak seseorang yang dilakukannya setahun lalu, beberapa tahun sebelumnya pun dapat dengan mudah untuk diketahui. "Apalagi saat anaknya Marshanda besar, sudah pasti jauh lebih canggih daripada sekarang," kata Rose Mini menambahkan.Maka [...]

Bukan Cuma Penyakit yang Menurun, Sifat Pemalas Juga

Bukan Cuma Penyakit yang Menurun, Sifat Pemalas Juga

Peneliti dari University of Missouri menemukan bahwa ada kecenderungan genetik untuk sifat malas yang Anda miliki. Setidaknya, daripada diminta berlari, Anda akan memilih untuk duduk menonton televisi lengkap dengan cemilannya akibat adanya gen dari orangtua. Seperti dikutip laman Nydailynews, Kamis (17/4/2014) peneliti yang mempelajari populasi tikus lebih dari sepuluh generasi ini menemukan, tikus pemalas memiliki kecenderungan genetik dari orantuanya. Penelitian yang melibatkan sekitar 50 tikus dan dilakukan oleh Franck W. Booth dan Michael D. Roberts dari University of Missouri College of Veterinary Medicine ini pada akhir percobaan menemukan, sebagian tikus dapat berolahraga sementara tikus gemuk lain rela berlama-lama dengan kentang gorengnya. "Untuk menemukan kecendrungan tersebut, kami menilai komposisi tubuh dan konten mitokondria dalam sel otot. Namun perbedaan yang paling signifikan antara dua populasi dalam gen mereka. Karena ada lebih dari 17.000 gen yang berbeda di salah satu bagian otak. Kami pun mengidentifikasi 36 gen yang mungkin memainkan peran dalam motivasi aktivitas fisik," kata Roberts. Meski temuan ini telah dipublikasikan dalam edisi terbaru American Jo [...]

Nila Moeloek: Program Kemkes akan Dibuat Satu Arah

Nila Moeloek: Program Kemkes akan Dibuat Satu Arah

Baru saja Presiden Jokowi mengumumkan Kabinet Kerja dengan masing-masing posisi menteri yang menjabatnya. Salah satunya kementerian yang diumumkan adalah Kementerian Kesehatan. Setelah berbagai sosok dikabarkan menjadi calon kuat, ternyata yang muncul dan disebut Presiden Joko Widodo adalah Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek, SpM(K) .Nila Djuwita Anfasa Moeloek yang lahir di Jakarta, 11 April 1949 adalah salah satu Staf Ahli Divisi Tumor Mata di RSCM Kirana. Alumni dokter umum dan spesialis mata dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini meneruskan subspesialisasi International Fellowship di Orbita Centre, University of Amsterdam, Belanda dan di Kobe University, Jepang. Setelah itu ia meneruskan pendidikan konsultan Onkologi Mata dan program Doktor Pasca Sarjana di FKUI, Jakarta. Ia adalah ketua umum Dharma Wanita Persatuan Pusat periode 2004-2009 dan istri Farid Anfasa Moeloek, Menteri Kesehatan pada Kabinet Reformasi Pembangunan. Nila Moeloek, begitu biasa perempuan ini disapa pernah menjadi "Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millennium Development Goals" pada 2009 - 2014. Beberapa saat setelah diumumkan Nila menyebutkan bahwa para calon menteri sebelum diumumkan [...]

Waspadai Juga Wabah Demam Berdarah Ebola

Waspadai Juga Wabah Demam Berdarah Ebola

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Ebola yang merupakan penyakit zoonosis, dapat menular dari hewan ke manusia, termasuk ke dalam risk group IV, yang menandakan bahwa virus tersebut bersifat sangat menular. Dan, salah satu jenis Ebola yang harus diwaspadai adalah Demam Berdarah Ebola.drh. Pudjiatmoko, PhD mengatakan, Ebola haemorrhagic fever (EHF) disebabkan oleh suatu virus yang termasuk ke dalam genus Ebolavirus, yang merupakan bagian dari familia Filovridae dan menyebabkan terjadinya Demam Berdarah Ebola ini. "Tingkat kematian penyakit ini berkisar antara 80 persen sampai 100 persen," kata Pudjiatmoko di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (15/8/2014). Lebih lanjut Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia menerangkan, terdapat sejumlah hal yang menyebabkan penyebaran penyakit Demam Berdarah Ebola begitu dikhawatirkan; Serangannya muncul secara sangat mendadak Gejala-gejala klinik sangat berat Menimbulkan kematian dalam waktu yang sangat singkat Angka kematiannya sangat tinggi Karena virus Ebola mampu berpindah dari penderita ke orang lain, sehingga transportasi sangat mendukung kemungkinan [...]

Ribuan Orang Bikin Jakarta Jadi Pink

Ribuan Orang Bikin Jakarta Jadi Pink

Car Free Day di Jakarta pada Minggu 12 Oktober 2014 ini tampil berbeda dibandingkan hari lainnya. Di sekitaran jalan protokol MH Thamrin Jakarta Pusat tampak cantik dengan ribuan orang berbaju pink dalam acara bertajuk `Jakarta Goes Pink`.Acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahaya kanker payudara ini dimulai sejak pukul sekitar enam pagi. Para peserta sudah mulai berdatangan di posisi titik kumpul depan Plaza Indonesia Bundaran HI.Sekitar pukul tujuh para peserta mulai berjalan kaki yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Linda Agum Gumelar dan Ketua Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta Veronika Tan.Para peserta pun beragam mulai dari komunitas motor besar Black Angels, marching band, komunitas-komunitas dan tentunya para warriors serta survivors kanker payudara. Ramainya acara ini menjadi tanda masyarakat mendukung para warriors kanker payudara. "Dukungan masyarakat terhadap orang dengan kanker payudara sangat membantu," terang Linda Agum Gumelar dalam kesempatan ini.Linda pun berharap tingginya dukungan dan kesadaran akan kanker payudara membuat tak ada lagi yang meninggal karena penyakit ini. [...]

Pekan Sarapan Nasional, dari 14 sampai 21 Februari

Pekan Sarapan Nasional, dari 14 sampai 21 Februari

Untuk pertama kalinya Pekan Sarapan Nasional (PESAN) dijalankan pada tanggal 14 sampai 20 Februari 2013. Maka mulai besok acara ini juga bakal berlangsung selama seminggu.Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat FEMA Institut Pertanian Bogor (IPB) pemrakarsa PESAN, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS mengatakan, ide ini muncul setelah 10 tahun lalu, dia dan beberapa orang lainnya dari IPB meneliti manfaat sarapan."Setelah mencari tahu beberapa penelitian dari luar negeri juga, akhirnya pada tahun 2013 PESAN ini diperingati. Waktu itu dihadiri oleh Menkokesra Agung Laksono," kata Dr. Hardinsyah dalam Media Gathering `Blue Band Sarapan Serentak 5.000 Siswa Dalam Rangka Pekan Sarapan Nasional 2014` di Aula SD Islam Al-Azhar Pusat, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2014).Munculnya PESAN, menurut Hardinsyah, dilatarbelakangi oleh hasil tinjauan dari berbagai kajian yang menunjukkan bahwa 17 sampai 25 persen anak-anak dan remaja tidak biasa sarapan. Berdasarkan Naskah Akademik PESAN tahun 2012, sebanyak 44,6 persen anak usia sekolah dasar di Indonesia mutu gizi sarapannya rendah, belum mencapai 15 persen kebutuhan gizi minimal yang dianjurkan untuk sarapan.Karena itu "PESAN diharapkan menjadi momentum [...]

4 Penyakit Menular yang Jadi Trending Topic Dunia

4 Penyakit Menular yang Jadi Trending Topic Dunia

Setidaknya ada empat penyakit menular yang menjadi perhatian dunia saat ini. Katakanlah semacam "trending topics" di bidang kesehatan dunia yang sebagian tentu saja perlu diperhatikan Pemerintah Indonesia. "Keempat penyakit itu adalah MERS CoV, Flu Burung, Ebola dan Polio,"ujar Kepala Balitbangkes Kemkes RI, Prof. Tjandra Yoga Aditama lewat surat elektroniknya kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (21/7/2014). Untuk kasus MERS CoV, data dari WHO per 4 Juli 2014 menunjukkan ada 827 kasus dengan 287 kematian di dunia. Sepanjang Juli 2014, WHO menerima laporan MERS CoV berupa 7 kasus di Saudi Arabia dan 1 kasus dari Iran.Kasus flu burung yang kerap dilaporkan adalah akibat Avian Influenza A (H7N9). Kasus terakhir dilaporkan WHO pada 24 Juni, dari China dan Taiwan. Sementara khusus untuk Ebola di Afrika, pada 8 Juli 2014 ini ada 844 kasus (sebagian terkonfirmasi, masih kemungkinan dan dicurigai), dan 518 kematian. Pada 3-6 Juli 2014, juga dilaporkan ada 50 kasus Ebola dengan 25 kematian. Para Menteri Kesehatan beberapa negara Afrika sudah melakukan rapat koordinasi untuk penanggulangan bersama, khususnya untuk kasus-kasus di Liberia, Guinea dan Siera Leona.Tentang penyakit polio, di [...]

Pelawak, Tipe Pribadi Kreatif Tapi seperti Terganggu Jiwanya

Pelawak, Tipe Pribadi Kreatif Tapi seperti Terganggu Jiwanya

Tuntutan untuk selalu bisa menghibur penonton membuat para pelawak dan komedian harus banyak akal. Peneliti dari Universitas Oxford Berkshire Healthcare NHS Foundation bahkan menyebutkan bahwa seorang komedian memiliki tipe kepribadian dengan tingkat kreativitas yang tinggi. Seperti dikutip laman BBC, Senin (27/1/2014), peneliti menemukan unsur-unsur kreatif pada komedian sangat mirip dengan orang psikosis (gangguan jiwa).Peneliti yang mempelajari 523 komedian (404 pria dan 119 wanita) dari Inggris, Amerika Serikat dan Australia ini diminta untuk mengisi kuesioner yang dirancang untuk mengukur ciri-ciri gangguan kejiwaan pada orang sehat.Empat aspek yang diukur termasuk Unusual experiences (kepercayaan telepati dan peristiwa paranormal), Cognitive disorganisation (kesulitan memfokuskan pikiran), Introvertive anhedonia ( ketidakmampuan terhadap hubungan intim), dan Impulsive non-conformity (perilaku antisosial).Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa komedian secara signifikan memiliki skor sangat tinggi untuk ciri-ciri kepribadian ekstrovert dan introvert. Para peneliti percaya bahwa kepribadian inilah yang menunjukkan kemampuan komedian untuk menghibur.Profesor Gordon Claridge da [...]

Hati-hati, Permen Karet Juga Sebabkan Diare

Hati-hati, Permen Karet Juga Sebabkan Diare

Meski pemanis buatan yang terdapat dalam makanan kemasan masih dalam batas aman, namun ternyata pemanis buatan dapat meningkatkan risiko diare. Seperti diungkapkan oleh pakar gastroenterologi, Anish Sheth, MD, bahwa permen karet termasuk dalam daftar mengandung pemanis buatan yang tinggi. Walaupun ada banyak produk tinggi gula lainnya seperti permen, obat batuk, minuman olahraga, jus, dan selai. "Karena pemanis itu dicerna, ia menarik air ke dalam saluran usus dan dapat menyebabkan diare," kata Anish Sheth, MD, seperti dikutip Menshealth, Minggu (13/4/2014). Anish sendiri menyarankan Anda untuk memeriksa kembali label bahan dan menghindari produk yang mengandung pemanis buatan agar terhindar dari diare. Anish menambahkan, diare juga bisa disebabkan oleh luka di bagian ginjal, alergi fruktosa atau laktosa, mengonsumsi makanan asam, pedas, santan secara berlebihan, kelebihan vitamin C atau infeksi bakteri. [...]

Olahraga Harusnya Bikin Kita Enjoy

Olahraga Harusnya Bikin Kita Enjoy

Olah raga harus dilakukan teratur agar kemampuan tubuh meningkat, sehingga dapat berpengaruh positif pada produktivitas kerja. Namun, belum mulai olah raga, acapkali kita sudah disibukkan mencari sepatu, busana, alat dan tempat untuk latihan, bahkan hal kecil yang tak begitu penting. Peralatan tersebut pun diusahakan yang paling trendi. Hal-hal penting dalam olah raga sebenarnya lebih pada intensitas, frekuensi, durasi, dan jenis latihan tertentu yang dipilih. Olah raga juga semestinya dapat dilakukan secara teratur dalam waktu panjang, supaya mendapatkan manfaat sesuai harapan, yaitu menjaga kesehatan. ?Olah raga ini dilakukan di luar kegiatan sehari-hari. Jadi membereskan rumah, menyapu, mengepel itu bukan olah raga, tetapi lebih sebagai kegiatan yang menggunakan tenaga dalam tubuh. Olah raga menggunakan energi yang berlebih dan bukan daily life activity,? ungkap Dr. Michael Triangto, Sp.KO di Jakarta, ditulis Rabu (23/7/2014). Para perempuan yang berkarier di luar rumah, bisa menyiasati waktu yang langka, misalnya jalan di seputar kantor selama 30 menit, pada waktu istirahat. Ini latihan yang baik untuk menambah daya tahan. ?Bisa juga melakukan peregangan leher, bahu, tangan [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *