Selada Air, si Pengusir Kanker

065111600_1409506733-selada_air1.jpg

Selada air tergolong keluarga brassica. Tanaman air ini telah dikomersialkan sejak abad 18. Begitu banyak zat gizi yang dikandungnya, seperti vitamin C, betakaroten, kalsium, zat besi, juga antioksidan.

Menurut tulisan Xenophon dari Yunani, mengonsumsi selada air mentah dalam jumlah banyak sangat bermanfaat bagi pekerja berat. Sementara ahli herbal dari Eropa menganjurkan mengonsumsinya karena dapat membantu membersihkan darah dan memiliki efek stimulasi pada kerja limpa, hati, dan empedu.

Berbagai penelitian, menurut ahli gizi kuliner Toeti Sunardi juga menunjukkan bahwa selada air bermanfaat bagi kesehatan, karena mengandung zat besi, vitamin C, betakaroten, dan phytonutrient sebagai antioksidan. Pada penelitian terhadap perokok, asap tembakau penyebab kanker paru yang disebut NNK (Nicotine Derived Nitrosamine Ketone), mampu dikeluarkan sebagian dengan mengonsumsi 50 gr selada air, 3 kali sehari.

Ini adalah efek dari isothyocynate yang ada pada selada air. Juga disebabkan adanya kemampuan enzim dalam mengeluarkan zat penyebab kanker. Sekali mengonsumsi selada air sebanyak 50 gr, akan memberi zat pertahanan 5-10 mgr.
Selada air juga mengandung sejumlah antioksidan, yang mengurangi risiko penyebab kanker. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi cruciferous, termasuk selada air, secara rutin dapat mengurangi risiko kanker kolon, rektum, dan kelenjar gondok.

Kram Otot dan Buta Senja
Dari hasil penelitian laboratorium, Toeti Sunardi mengungkapkan, isothyocynate dalam selada air mampu menghambat enzim yang membantu kerusakan DNA serta kanker. Mengonsumsi selada air secara rutin akan mengurangi risiko terhadap kanker. Selada air juga kaya akan kalsium, mineral yang berperan dalam memperkuat tulang, gigi, serta kesehatan saraf otot dan darah. Selada air juga mengandung zat besi, betakaroten, dan vitamin C yang membantu penyerapannya.

Buta senja juga dapat diperbaiki dengan mengonsumsi selada itu. Itu karena sayuran ini mengandung betakaroten yang dibutuhkan untuk pembentukan penglihatan, pigmen dalam retina, yang dapat membantu melihat dalam kegelapan.
Di Indonesia, selada air masih menjadi sayuran golongan sosial rendah. Mengingat kegunaannya, mari kita sosialisasikan dengan resep menarik dan bergaya modern.

Karena sayuran ini berwarna hijau, dapat diragamkan dengan sayuran hijau lainnya seperti bayam dan kangkung, yang sudah banyak digemari. Jika tidak suka menyantapnya secara segar, dapat di-blanching lebih dulu, agar bau langu hilang.
Banyak resep yang dapat dibuat dengan menggunakan selada air, sesuai dengan kebiasaan tiap-tiap daerah di Indonesia. @

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
loading...
RELATED ARTICLES
Jadi, Kedelai Itu Menyehatkan atau Bikin Kanker?

Jadi, Kedelai Itu Menyehatkan atau Bikin Kanker?

Kedelai yang dibuat dari tanaman kedelai beberapa tahun terakhir memang menjadi perdebatan di kalangan medis. Karena sejumlahpenelitian menyebutkan, konsumsi rutin kedelai terkait dengan kanker pada wanita. Sebaliknya, menilik dari manfaat gizinya, kedelai kaya omega-3, vitamin B, seng, besi, lemak tak jenuh, serat, fitokimia dan antioksidan yang bisa mengurangi risiko kanker.Seperti disampaikan pakar urologi dari Lenox Hill Hospital di New York City, Dr David B. Samadi bahwa kedelai mengandung isoflavon, yang di dalam tubuh diubah menjadi fitoestrogen. Masalahnya, fitoestrogen mirip dengan hormon estrogen yang dimiliki wanita."Namun, efek dari kedelai yang kontroversial, bisa memicu aktivitas sel kanker dan membloknya. Kedelai dapat melakukan keduanya. Karena estrogen manusia dan kedelai melalui phytoestrogen (fitoestrogen) sangat mirip. Sel-sel manusia juga tidak bisa membedakan antara keduanya. Beberapa peneliti percaya bahwa fitoestrogen kedelai dapat menyebabkan pertumbuhan kanker payudara karena kesamaannya dengan estrogen manusia. Di sisi lain, beberapa percaya kedelai dapat mencegah kanker payudara," jelasnya, seperti diberitakan Foxnews, Kamis (20/11/2014).Kontroversi kede [...]

Intip Manfaat Apel bagi Penderita Diabetes

Intip Manfaat Apel bagi Penderita Diabetes

Menderita diabetes belum tentu harus meninggalkan buah. Ya, meskipun pada beberapa buah terdapat kandungan gula yang tinggi, tapi ada satu buah yang paling aman dikonsumsi penderita diabetes seperti apel. Lebih jelasnya, mari kita bedah manfaat apel, seperti dikutip laman Healthmeup, Rabu (28/5/2014) Pakar kesehatan setuju, apel kaya antioksidan yang penting untuk mencegah kerusakan sel dan membangun kembali sel-sel. Untuk itu, apel dinilai sangat baik untuk mencegah kanker dan penyakit saraf seperti Alzheimer dan Parkinson. Selain itu, buah apel juga dapat membantu menurunkan kolesterol dan meningkatkan kesehatan jantung. Apel untuk penderita diabetes Adapun bagi penderita diabetes, apel sangat bagus dikonsumsi pre-diabetes karena mengandung karbohidrat yang aman dikonsumsi setiap hari. Di sisi lain, apel juga memiliki indeks glikemik rendah yaitu 30-50, yang membuat buah ini sangat baik untuk penderita diabetes. Cara terbaik mengonsumsi apel yakni makan dalam bentuk mentah tanpa karamel atau gula. Sebelumnya, Pakar diet tersertifikasi dari New York, Tanya Zucketbrot, menyarankan Anda untuk memakan apel beserta kulitnya. Hal ini bertujuan agar vitamin, mineral, serat dan anti [...]

Ekstrak Pepaya Efektif Obati DBD

Ekstrak Pepaya Efektif Obati DBD

Sebuah penelitian yang diterbitkan diterbitkan dalam jurnal Annals of Medical & Health Sciences Research menemukan bahwa ekstrak daun pepaya dapat meningkatkan trombosit sehingga efektif obati DBD.Mengutip laman Medindia, Kamis (28/8/2014), peneliti menemukan beberapa pasien yang sembuh dari demam berdarah dengan mengonsumsi ekstrak daun pepaya. (baca: Tak Hanya Nanas dan Daun Pepaya, Kiwi pun Bisa Lunakkan Daging)"Walaupun banyak studi tidak memiliki bukti ilmiah, tapi satu studi ini dilakukan lebih ilmiah menggunakan standar ekstrak daun pepaya. Dan ternyata menunjukkan hasil yang baik," kata peneliti.Peneliti mengungkapkan, pasien DBD yang menerima ekstrak daun pepaya menunjukkan perkembangan positif dalam hal peningkatan jumlah trombosit. (baca: Ibu Hamil Makan Pepaya, Amankah?)Untuk memperkuat temuan ini, peneliti akan melakukan studi jangka panjang lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas dan keamanan penggunaan ekstrak daun pepaya sebelum dapat digunakan sebagai obat. [...]

Kesempatan Indonesia Internasionalkan Jamu

Kesempatan Indonesia Internasionalkan Jamu

Dalam kunjungan ke Jenewa mengikuti pertemuan penelitian di WHO minggu ini, saya mendapat informasi dari Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa bahwa Indonesia (diwakili PTRI) menjadi Ketua Like Minded Countries (LMC) ?yang membahas Genetic Resources, Traditional Knowledge, Folklore (GRTKF). Pembahasan di tingkat PBB di Jenewa dikabarkan masih cukup ketat dan membutuhkan waktu diskusi panjang. Dalam kaitan dengan kesehatan, database jamu dan tanaman obat kita (yang dimiliki Balitbangkes) mungkin dapat dijadikan sebagai salah satu bahan diskusi GRTKF di UN Geneve ini, seperti hasil Ristoja, koleksi herbarium nasional yang sudah terdaftar, dan masih banyak lagi. Saya akan koordinasikan hal ini di tanah air, lalu komunikasikan dengan PTRI Jenewa. ?Saat ini kita juga sedang dalam proses memulai penelitian Randomozed Case Control Trial (RCT) tentang 3 saintifikasi Jamu, yaitu untuk jamu untuk osteoarthritis, dispepsia dan hemorhoid. Pelatihan para 94 dokter yang akan menjadi pelaksana (utamanya di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur) telah selesai pada minggu lalu. Randomisasi untuk penelitian ini akan kami lakukan terpusat, artinya bisa saja 1 dokter mendapat plasebo saja [...]

Saus Tomat Bantu Lawan Penyakit Jantung

Saus Tomat Bantu Lawan Penyakit Jantung

Beragam saus dan semacamnya selama ini dianggap buruk buat kesehatan, termasuk saus tomat. Namun, sebenarnya saus tomat baik buat kesehatan.Ahli kesehatan di University of Cambridge dan Cambridge University Hospitals NHS Trust menemukan, mengonsumsi saus tomat bisa meningkatkan kekuatan dan kelenturan pembuluh darah.Para peneliti ini melibatkan 36 pasien yang mengalami penyakit jantung dan 36 pasien yang sehat. Pasien-pasien itu minum pil yang disebut Ateronon, yang mengandung 7 milligram lycopene (bahan yang terkandung di tomat) atau plasebo setiap harinya selama dua bulan. Hasilnya, pada responden yang sakit maka pembuluh darah mereka melebar hingga 53 persen. Ini disebabkan meningkatnya fungsi endothelium, lapisan dinding sel di dalam pembuluh darah.Penyempitan pembuluh darah merupakan salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke karena penyempitan pembuluh darah bisa mengurangi aliran darah. Tapi, pemberian suplemen itu tidak berpengaruh pada tekanan darah, kekakuan arteri atau tingkat lipid.Sementara itu pemberian pil tomat tak berpengaruh pada sukarelawan yang sehat yang pembuluh darahnya sudah normal."Pil tomat bukan menjadi pengganti untuk per [...]

Hidangan Jamu Gantikan Teh Manis dan Kopi di Kantor Menkes

Hidangan Jamu Gantikan Teh Manis dan Kopi di Kantor Menkes

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara perlahan mengganti sajian teh manis dengan jamu tradisional. Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek, Sp.M(K), mengatakan,"Kami sudah memulai melakukan itu." Ditemui sesudah pengukuhan Dr. dr. Lestari Handayani, M.Med sebagai Profesor Riset ke-11 di Ruang J. Leimena, Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jl. H.R Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (24/11/2014), Menkes menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta untuk minuman seperti teh manis dan kopi diganti dengan jamu tradisional. "Saya sudah merasakan manfaat dari minuman jamu tradisional, dan itu cukup hangat di tubuh," kata Menkes. Menkes, menjelaskan, tindakan sederhana dengan manfaat luar biasa ini telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Terlebih pada pekan lalu, telah ditanam 100 lebih jenis tanaman herbal di lantai 4 gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. "Yang membeli bibit dan menanam adalah ibu-ibu dari Persatuan Kementerian Kesehatan," kata Menkes. Tidak hanya mengganti teh manis dan kopi dengan jamu tradisional saja, di Kemenkes juga telah mengganti camilan dengan buah-buahan lokal yang segar. [...]

Bikin Kondisioner Alami di Rumah, Yuk!

Bikin Kondisioner Alami di Rumah, Yuk!

Selain membuat rambut lembut, penggunaan kondisoner juga bertujuan untuk mempertahankan kelembaban rambut dan juga membantu menjaga rambut mengkilap dan berkilau. Untuk menggunakan kondisoner sebenarnya tidak perlu khawatir biaya yang mahal. Karena bahan-bahan mudah di kulkas bisa disulap menjadi kondisoner yang menyehatkan rambut. lebih jelasnya, cek pembuatan kondisioner alami berikut ini, seperti dikutip Healthmeup, Jumat (4/4/2014) Kondisioner Madu Bahan Madu 3 sdm Minyak kelapa 6 sdm Cara membuat Campur madu dan minyak kelapa, aduk. Setelah itu terapkan campuran tersebut pada rambut Anda. Tutup rambut dengan shower cap dan biarkan selama sekitar 30 menit. Bilas rambut. Kondisioner Telur Bahan 1 telur 2 sdm minyak zaitun 2 sdm madu Cara membuat Campur telur, minyak zaitun dan madu dan gunakan pada rambut Anda. Setelah itu, tutup rambut dengan shower cap dan biarkan selama sekitar 30 menit. Bilas rambut. Kondisioner Pisang Bahan 1 cangkir susu 1 pisang Minyak kelapa 1 sdt Cara membuat Campur pisang dan susu hingga lembut. Tambahkan minyak kelapa ke dalam campuran ini. Kemudian basahi rambut dengan air biasa dan menerapkan campuran ini pada rambut Anda. Setelah i [...]

Jus Jambu Merah Ampuh Bagi Penderita DBD?

Jus Jambu Merah Ampuh Bagi Penderita DBD?

Sejumlah orang percaya bahwa memberikan segelas jus jambu merah pada pasien yang menderita demam berdarah dengue (DBD) mampu menggantikan cairan yang keluar dari dalam tubuh selama sakit. Benarkah?"Saya pribadi bukan antiherbal. Tapi memang, mengenai jus jambu merah ini belum ada penelitian pastinya," Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. dr. Leonard Nainggolan, SpPD-KPTI di Jakarta, Selasa (10/6/2014)Menurut Leonard, dipilihnya jus jambu merah ini karena disinyalir memiliki zat yang mempermudah meningkatkan trombrosit. "Ini masih disinyalir, yah. Soal pastinya, belum," kata dia menambahkan.Jika memang dilakukan para peneliti melakukan penelitian terhadap jambu merah, kemungkinan zat untuk menyembuhkan itu benar ada. Bagaimana pun, tambah Leonard, dirinya percaya kalau pencipta alam semesta ini sudah memberikan penangkal untuk setiap penyakit yang diderita oleh tiap manusia. "Cuma itu masih perlu eksplorasi. Mudah-mudahan nanti kita bisa menemukannya," kata Leonard.Sepanjang pasien mampu mengisi tubuhnya dengan banyak cairan, maka tidak ada salahnya untuk memberikan jus jambu merah. Dengan catatan, minuman yang dikonsumsi oleh pasien, tidak men [...]

5 Makanan yang Pas untuk yang Sedang Kemoterapi

5 Makanan yang Pas untuk yang Sedang Kemoterapi

Asupan makanan selama menjalani kemoterapi bermanfaat untuk mencegah pasien terhindar dari rasa mual dan lelah berkepanjangan. Kemoterapi adalah suatu upaya untuk membunuh sel-sel kanker dengan mengganggu fungsi reproduksi sel. Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan cara memberikan zat atau obat yang memiliki khasiat membunuh sel kanker.Di bawah ini terdapat sejumlah makanan sehat yang harus dikonsumsi selama melakukan kemoterapi, seperti dikutip Health Me Up, Selasa (30/9/2014) : TelurMakanan kaya vitamin B dan protein akan membuat pasien kemoterapi menjadi lebih sehat. Kandungan selenium pada telur membantu mengurangi efek setelah kemoterapi. Selain itu, kuning telur mengandung vitamin D dan E, yang dapat membantu melindungi tubuh dari racun akibat obat dari kanker. JaheJahe memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu mengurangi mual dan muntah yang disebabkan kemoterapi. Untuk itu, tambahkan jahe ke dalam makanan yang disantap atau ke dalam secangkir teh yang diminum setiap hari. SayuranKale, bayam, selada, merupakan sumber zat besi yang baik, dan mengandung vitamin A, E, dan K. Nutrisi ini membantu sel-sel darah merah yang membuat hemoglobin dan mengedar [...]

Jangan Sembarangan Minum Obat Campuran Herbal dan Kimia!

Jangan Sembarangan Minum Obat Campuran Herbal dan Kimia!

Demi mempercepat penyembuhan, tak jarang kita menggabungkan pemakaian obat entah dua-duanya obat berbahan kimia sintentik atau herbal, atau obat berbahan kimia sintetik digabung dengan obat herbal. Parahnya, tidak semua obat kimia sintetik cocok bila dikombinasi dengan obat herbal. Demikian disampaikan Kepala Poliklinik Komplementer Alternatif RSU dr. Soetomo, Surabaya, dr. Arijanto Jonosewoyo, Sp. PD dalam acara 'The 1st Health Natural Wellnes Symposium' di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Sabtu (5/4/2014) "Misalnya saja, ada orang beranggapan bahwa mengonsumsi statin bersamaan dengan obat herbal hasilnya lebih bagus. Tapi, penelitian tidak menyebutkan hal itu," ujar Arijanto menjelaskan. Arijanto mengatakan, penelitian menunjukan, konsumsi obat herbal secara bersamaan dengan statin menghasilkan efek yang buruk. "Justru hasilnya akan lebih baik, jika obat herbal tidak dikonsumsi secara bersamaan dengan statin," katanya menambahkan. Mengapa demikian? Karena, di dalam obat herbal, ada tanin yang mengikat zat aktif dari obat-obat statin tersebut, sehingga tidak akan bekerja maksimal. Maka itu, untuk menyiasatinya, Arijanto menganjurkan, konsumsi obat herbal di pagi hari d [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *