Sosok Menkes Baru Menurut Nafsiah Mboi Seperti Apa?

041060100_1411458070-14998092600_f3b56564f4_z.jpg

Mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, mengatakan, Menteri Kesehatan yang baru haruslah sosok individu yang profesional dan memiliki jiwa kemimpinan.

“Sebab, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merupakan satu kementerian yang penuh dengan orang-orang yang profesional. Kalau seorang Menteri kurang profesional, dan dia kurang mampu mempersatukan teman-teman di Kemenkes, ya sayang sekali,” kata Nafsiah Mboi kepada sejumlah wartawan di Restoran Tesate, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2014)

Tak hanya itu, seorang Menteri diharapkan adalah sosok yang bertanggungjawab terhadap tugas yang dilimpahkan Presiden. “Seorang Menteri bisa saja ngomong `Terserah elo, deh. Elo kerjain aja, gue mau main golf saja`. Tapi karena dia sosok yang bertanggungjawab, maka dia tidak akan melakukan itu, melainkan bekerja bersama-sama yang sudah menjadi tanggungjawabnya bersama tim di Kementerian Kesehatan,” kata Nafsiah.

Hari terakhir di Kementerian Kesehatan, Nafsiah Mboi bersama Mantan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Ali Ghufron, dan Sekretaris Jenderal Untung, bersama-sama menyusun apa saja program yang menjadi prioritas Menteri baru untuk periode 2015 sampai 2019.

“Nantinya, akan disesuaikan dengan visi dan misi Presiden yang baru. Mana yang ingin dijadikan prioritas utama,” kata Nafsiah menambahkan.

Ketika disinggung siapa Calon Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang menjadi jagoannya, dengan cepat Nafsiah menunjuk Ali Ghufron yang duduk persis di sebelah kirinya.

“`Kan saya tahu juga dari media, toh,” kata Nafsiah sembari tertawa.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Suntikan Botox Bisa Sebabkan Kerusakan Otak dan Bikin Buta

Suntikan Botox Bisa Sebabkan Kerusakan Otak dan Bikin Buta

Botox memang sering dipilih untuk menghilangkan kerutan di wajah. Tapi, di samping kelebihannya, botox memiliki efek buruk kesehatan. Antikerut tersebut ternyata bisa menyebabkan kebutaan permanen serta kerusakan otak.Seorang Ahli Bedah Kosmetik Terkemuka di London Dr Julian de Silva menyatakan, setidaknya 30 kasus kehilangan penglihatan terjadi akibat botox. Selain itu, suntikan tersebut juga bisa menyebabkan stroke pada beberapa pasien, di mana terjadi penyumbatan suplai darah yang menyebabkan kematian jaringan dan kerusakan otak.Menurut De Silva, kondisi tersebut merupakan hasil dari suntikan filler dari lemak sendiri yang diambil dari bagian tubuhnya."Ini bukan satu kasus dalam sejuta," kata Dr De Silva seperti dilansir Mailonline, Senin (17/3/2014).Filler biasanya berupa zat gel yang disuntikkan di bawah kulit untuk menambahkan volume dan penampilan terlihat gemuk sehingga pemakainya akan lebih muda.Filler ini secara hukum diklasifikasikan sebagai implan dibanding obat-obatan. Sehingga secara hukum botox bisa disuntikkan ke siapa saja oleh orang terlatih.Namun, dr De Silva mengatakan, buruknya hasil botox ini hanya komplikasi kecil dibandingkan potensi risiko yang terlibat. Ma [...]

SBY Menjawab di Instagram Ibu Ani Paling Menarik Perhatian

SBY Menjawab di Instagram Ibu Ani Paling Menarik Perhatian

Berita tentang Presiden SBY dan Ibu Ani selalu menarik perhatian. Kali ini SBY memberi jawaban atas keluhan para dokter dalam program BPJS. Berita ini paling banyak dilihat.Dokter BPJS Mengeluh, SBY: Jawaban Saya Melalui Instagram Bu Ani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan bahwa pelayanan kesehatan di banyak rumah sakit saat ini terus membaik, termasuk di dalamnya kinerja dokter dalam melayani pasien. Hal ini bukan berdasarkan laporan, namun hasil pengamatan langsung di lapangan. Ada Cairan Penghancur Lemak, Sekali Suntik 5 Juta Rupiah Dampak buruk dari berat badan berlebih membuat masyarakat di London berbondong-bondong untuk menurunkannya. Namun sayang, banyak di antaranya yang lebih memilih cara instan ketimbang cara alami. Seperti baru-baru ini, menurunkan berat badan dengan cara menyuntikkan cairan, Aqualyx ke dalam tubuh. Cara Tepat Memakai Celana Legging Meski kadang penggunaan legging sebagai pengganti celana panjang terlihat lebih seksi, tapi bagaimana sih sebenarnya padu padan yang tepat dalam menggunakan legging? Karena seringkali banyak orang salah dalam menerapkan legging sehingga membuat lekukan bokong dan paha yang besar terlihat karena baha [...]

Masa Lalu Kelam, Wanita ini Tak Mau Lepas Baju Pengantinnya

Masa Lalu Kelam, Wanita ini Tak Mau Lepas Baju Pengantinnya

Gaun pernikahan memang terlihat indah dikenakan sang pengantin. Lalu bagaimana bila pakaian indah itu dipakai setiap hari, bukankah merepotkan? Namun ini tidak belaku untuk Xian Junfeng. Wanita 47 tahun tersebut tidak berkenan mengganti baju pengantinnya dengan baju sehari-hari saat dirinya beraktivitas.Junfeng melakukan hal ini bukan karena iseng semata. Ternyata hal tersebut diakibatkan masa lalunya yang kelam. Junfeng bukanlah wanita merdeka di zamannya. Saat remaja, ia diculik oleh orang tidak dikenal kemudian dijual pada pria tua.Junfeng pun dipaksa menikah dengan pria tua tersebut selama 15 tahun, setelah itu dirinya pun berhasil melarikan diri. Wanita ini tidak pernah mengira kenangan masa lalunya begitu pahit.Selama tinggal dengan pria tua itu, Junfeng diberlakukan tidak adil. "Saya seperti budak bersamanya, akhirnya bisa melarikan diri di kesempatan kaburnya yang kedua kali," kata Junfeng, dikuti Dailymail, Rabu (9/4/2014).Setelah melarikan diri, Junfeng pun bertemu pria bernama Zhu Zhengliang yang kini menjadi suaminya. "Zhu Zhengliang yang membawa Junfeng mengenal cinta dan menikah. Dirinya sosok suami yang penyayang," kata JunfengKarena terlalu bahagia bersama sang suam [...]

Cuma 3 Negara Ini yang Bisa Uji Lab MERS

Cuma 3 Negara Ini yang Bisa Uji Lab MERS

Untuk mengetahui apakah pasien terkena korona atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV), uji laboratorium bukan dilakukan di rumah sakit, melainkan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes). Seperti penuturan Kepala Badan Litbangkes Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama bahwa yang menentukan apakah pasien menderita MERS itu bukan rumah sakit tapi Badan Litbangkes. Sedangkan untuk uji labolaboratorium MERS, Tjandra mengatakan, hanya bisa dilakukan dilakukan di tiga negara. "Di Asia, uji laboratorium pasien diduga MERS hanya bisa dilakukan di Indonesia, Thailand dan India," katanya saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Sabtu (10/5/2014). Sebelumnya, meski ancaman virus MERS semakin serius karena banyak orang Indonesia diduga MERS usai pulang dari Tanah Suci, namun Pemerintah RI menyatakan semua hasil laboratorium pasien tersebut negatif. Pemerintah bahkan menegaskan bahwa hingga kini belum ada satupun orang Indonesia yang terpapar virus yang diduga berasal dari unta tersebut. [...]

Pengusaha Patungan Dirikan RS Tanpa Kelas, Pertama di Indonesia

Pengusaha Patungan Dirikan RS Tanpa Kelas, Pertama di Indonesia

Fasilitasi masyarakat tak mampu berobat, pengusaha se Kota Tangerang Selatan (Tangsel) patungan dirikan Rumah Indonesia Sehat (RIS) Hospital. Rumah sakit tersebut didirikan tanpa kelas pertama di kota tersebut, Jumat (21/2).Dokter Bambang Susanto, Direktur RIS Hospital, rumah sakit yang terletak di Jalan Astek Raya, Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong itu menyebutkan bahwa rumah sakit ini didirikan tanpa kelas dan yang pertama di Indonesia. "Kita berikan pelayanan kesehatan yang terjangkau untuk masyarakat. Dengan fasilitas rumah sakit kelas A dan B," ungkapnya.Tak hanya itu, rumah sakit itu pun dilengkapi dengan fasilitas canggih dari Jerman. Seperti untuk mengisi poli anak, poli gigi, poli mata, poli umum, serta kamar operasi."Untuk saat ini belum terisi semua. Tapi nanti ketika pembangunan rumah sakit sudah rampung, baru fasilitas kita lengkapi," kata dr Bambang.Saat ini yang baru dibuka hanyalah polinya saja, sedangkan untuk kamar operasi yang konon dilengkapi fasilitas dari Jerman serta ruang bangsal atau kamar inap pasien, belum dilengkapi oleh managemen rumah sakit. Untuk kamar inap sendiri, managemen RIS Hospital memberlakukan sistem subsidi silang.Misalnya warga tak m [...]

Alumni IPB Kampanye Ayo Makan Ikan

Alumni IPB Kampanye Ayo Makan Ikan

Menyambut Hari Ikan Nusantara (Harkannas) yang pertama, Himpunan Alumni IPB (HA-IPB) mengampanyekan gemar makan ikan dengan slogan 'AYO KITA MAKAN IKAN (AKMI)' di Stadion Pajajaran Bogor, Minggu (23/11/2014). Sebagai bentuk mengkampanyekan gemar makan ikan tersebut, sebanyak 6500 anak-anak pendidikan usia dini (PAUD) melukis layang-layang bergambar ikan. Kegiatan tersebut dicatat oleh museum rekor Indonesia (Muri). Kampanye AKMI dibuka oleh Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto yang diikuti sebanyak 6200 anak PAUD se Kota Bogor. Sedangkan target yang ditentukan HA-IPB, kegiatan ini akan diikuti sebanyak 6500 anak.Ketua HA-IPB, Bambang Hendroyono mengatakan, kampanye tersebut sebagai bentuk keprihatinan atas rendahnya konsumsi ikan masyarakat Indonesia yang notabene negara yang meiliki peotensi laut dan perikanan yangsangat besar."Masyarakat Indonesia belum mengimbangi antara konsumsi dan produksi ikan. Padahal potensi produksi ikan nasional mencapai lebih dari 15,3 juta ton pertahun," kata Bambang di Stadion Pajajaran.Menurutnya, konsumsi ikan masyarakat saat ini hanya 34,7 kg per kapita per tahun. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia berada di peringkat keempat di Dunia setelah R [...]

Polisikan Ibu, Marshanda Bisa Tinggalkan Jejak Buruk ke Anaknya

Polisikan Ibu, Marshanda Bisa Tinggalkan Jejak Buruk ke Anaknya

Tindakan yang diambil Marshanda untuk membawa masalah perseteruannya dengan sang ibu, Riyanti Sofyan ke pengadilan, justru membuatnya dicap tidak dewasa. Seharusnya, Marshanda yang telah dikaruniai seorang anak berusia dua tahun, membuatnya memiliki tingkat kedewasaan jauh lebih baik. Berhubung rekam jejak yang ditinggalkannya akan begitu mudah diketahui oleh sang anak di masa akan datang, Marshanda pun diminta untuk berpikir panjang dalam hal apa pun yang akan dilakukannya. "Marshanda ini `kan seorang ibu, sudah seharusnya dia jadi model bagi anaknya. Memang, anaknya saat ini tidak mengetahui seperti apa ibunya. Di umur tertentu, anaknya akan tahu seperti apa rekam jejak ibunya," kata Dr. Rose Mini A.p., M.Psi saat diwawancarai Health Liputan6.com di Gedung Satmarindo, Jalan Ampera Raya Nomor 5, Cilandak, Jakarta, ditulis Kamis (7/8/2014)Dulu, terang Rose Mini, tidak mudah bagi seseorang untuk mengetahui rekam jejak orang lain. Kini, jangankan rekam jejak seseorang yang dilakukannya setahun lalu, beberapa tahun sebelumnya pun dapat dengan mudah untuk diketahui. "Apalagi saat anaknya Marshanda besar, sudah pasti jauh lebih canggih daripada sekarang," kata Rose Mini menambahkan.Maka [...]

Rahasia Bugar dan Seksi Para Model Seksi Victoria’s Secret (I)

Rahasia Bugar dan Seksi Para Model Seksi Victoria’s Secret (I)

Dalam pagelaran Victoria's Secret Fashion Show yang berlangsung di London, Inggris, pada Selasa (2/12/2014) malam, para Victoria's Secret Angels tampil begitu cantik, seksi, dan menawan dalam memeragakan enam tema pakaian dalam, yaitu Gilded Angels, Exotic Traveler, Fairy Tale, Dream Girls, University of Pink, dan Angel Ball.Penampilan sejumlah model seperti Alessandra Ambrosio, Karlie Kloss, Adriana Lima, dan Doutzen Kroes berhasil memukau banyak mata yang duduk di bangku penonton. Bahkan, dengan tinggi badan, tubuh yang kencang, dan paras cantik yang mereka miliki, berhasil membuat sejumlah wanita iri.Padahal, mendapatkan bentuk tubuh seperti mereka bukan perkara mudah. Setidaknya, mereka harus rutin melakukan aktivitas fisik di pusat kebugaran. Bahkan, Adriana Lima rutin melakukan olahraga cukup ekstrem, yaitu tinju.Melansir laman Daily Mail, Rabu (3/12/2014), terdapat sejumlah latihan fisik yang dilakukan oleh Victoria's Secret Angels, yang mungkin dapat ditiru agar dapat memiliki bentuk tubuh yang sama seperti mereka; 1. Alessandra AmbrosioAlessandra merupakan model yang cukup lama menjabat sebagai Angels dalam pagelaran busana dalam tersebut. Bahkan saat menjadi Angels pa [...]

Cara Baru Agar Terhindar Virus MERS-CoV

Cara Baru Agar Terhindar Virus MERS-CoV

Selain melakukan suntik vaksin meningitis dan influenza, para calon jamaah haji atau umrah juga dapat melakukan antisipasi lainnya dengan infus vitamin C dalam dosis tinggi dan terapi ozon.Meski di Indonesia belum ada satu pun masyarakatnya yang tertular virus MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus), Spesialis Infeksi Pencernaan yang pernah bekerja di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Mulyadi Tedjapranata, MD, FIAS mengatakan, para calon jamaah juga harus tetap waspada dan melakukan sejumlah langkah, demi terhindar dari virus berjenis RNA ini."Walaupun sudah suntik vaksin meningitis dan influenza, jangan takut untuk suntik vitamin C ini. Karena, semuanya akan saling berkesinambungan. Jangan takut karena diberi suntik vitamin C lantas vaksin tidak berfungsi di dalam tubuh," kata dia menjelaskan dalam acara `Cara Aman Menangani Virus MERS-CoV dan Pencegahannya` di STANMED Center, Jalan Hang Lekir, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (14/5/2014)Seperti diketahui bahwa virus MERS-CoV dapat menyerang sistem imunitas para jamaah yang tengah berada di sana. Maka itu, WHO menyarankan agar dapat menjaga kesehatan dan memperkuat kekebalan tubuh dengan minum yang cukup air puti [...]

AIMI Kenalkan Aplikasi Finansial Agar Negara Prioritaskan ASI

AIMI Kenalkan Aplikasi Finansial Agar Negara Prioritaskan ASI

Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menganggap pemerintah Indonesia perlu memiliki aplikasi khusus untuk merencanakan pencegahan penyakit dan memprioritaskan ASI (Air Susu Ibu) dalam rangka efisiensi anggaran untuk pengobatan masyarakat yang sakit.Menurut Ketua AIMI, Mia Sutanto, hal ini penting karena aplikasi program bisa membantu pemerintah dan stakeholder terkait terus meningkatkan kesadaran menyusui bagi wanita setelah melahirkan."Aplikasi ini juga bukan hanya alat pemerintah, tapi bisa juga organisasi khusus di bidang gizi atau ASI untuk perencaan program dan budgeting," kata Mia saat jumpa pers `Pentingnya Investasi Pada Bayi` di De Resto, Plaza Festival, Jakarta, Kamis (27/2/2014).Mia mengatakan, aplikasi yang bisa di download secara gratis di situs www.bpni.org/wbci.html ini diharapkan bisa mempermudah, melindungi, mempromosikan menyusui agar program pemerintah yang telah ada saat ini lebih terarah."Nanti bisa dilihat, seberapa klop program pemerintah dengan anggaran. Kemudian apakah dana tersebut efisien dan diawasi dengan baik. Itu semua bisa diakses dan dimasukkan datanya untuk memudahkan program pemerintah," jelasnya.Mia menerangkan, aplikasi ini dibuat dari hasil [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *