Tak Olahraga karena Tak Ada Waktu? Itu Omong Kosong

043838500_1418638982-Fitnes.jpg

Telah terbukti bahwa olahraga yang teratur, selain bisa membuat tubuh lebih gugar dan fit juga bisa mencegah risiko penyakit kronis seperti diabetes. Sayangnya, alasan tidak ada waktu seringkali menjadi hambatan seseorang tidak berolahraga.

Begitu disampaikan Ahli penyakit dalam yang juga ketua Panitia Jakarta Diabetes Meeting 2014, dr.Dante S.Herbuwono, SpPD-KEMD,PhD. Menurutnya, olahraga yang cukup dapat membantu mengontrol kadar gula darah penderita diabetes dan tidak ada waktu ibu bukan alasan.

“Isu waktu selalu menjadi alasan klasik. Padahal olahraga selama 30 menit-2 jam sehari bisa menjadi modal agar kita bisa sehat tanpa cuci darah, stroke atau jantung,” ungkapnya, ditulis Minggu (21/12/2014).

Jadi, alasah tak ada waktu adalah sebenarnya omong kosong saja. Untuk jenis olahraga, yang dianjurkan adalah olahraga yang berkelanjutan, ritmis dan dinamis seperti joging, senam aerobik, disco dan sebagainya. Olahraga juga harus disesuikan dengan kondisi penderita. Apakah sudah ada komplikasi atau belum, misalnya adanya gagal ginjal, penyakit jantung iskemik, hipertensi dan lain-lain.

“Ayo ciptakan tren memerangi gemuk. Apalagi Presiden kita kurus. Jadilah slim generation, sweat generation agar bangsa ini bisa sehat,” tegas Dante.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Perhatikan ini Saat Coba Baju Renang

Perhatikan ini Saat Coba Baju Renang

Olahraga renang butuh pakaian khusus renang yang pas tubuh agar nyaman saat digunakan. Oleh karena itu sebagian orang mencoba dulu sebelum membeli. Berbeda dengan pakaian lain, baju renang langsung bersentuhan dengan bagian vital tubuh sehingga memungkinkan berpindahnya kuman bakteri karena barang tersebut sudah dicoba oleh banyak orang. Menurut penelitian yang dilakukan Dr Philip Tierno, seorang profesor klinis mikrobiologi dan patologi New York University School of Medicine, baju renang jadi salah satu pakaian di toko yang banyak ditemukan bakteri. Diantaranya, bakteri yang berasal dari kotoran manusia, kulit, saluran pernapasan yang besar. "Meski Anda melakukan kontak dengan banyak bakteri saat mencoba baju renang, bukan berarti bisa langsung jatuh sakit. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki sebagian orang bagus," jelas Tierno seperti dikutip dari Huffington Post, Jumat (11/7/2014). Meski belum tentu menyebabkan sakit, ada baiknya mencegah agar bakteri pada baju renang yang dicoba tak berpindah ke tubuh. Tierno membagi tipsnya seperti berikut: 1. Tetap gunakan pakaian dalam saat menjajal baju renang. Sesampainya di rumah segera cuci pakaian [...]

Sejak Banjir Landa Jakarta,  1.168 Warga Masuk Rumah Sakit

Sejak Banjir Landa Jakarta, 1.168 Warga Masuk Rumah Sakit

Musibah banjir yang melanda ibukota DKI Jakarta beberapa waktu lalu ternyata bukan hanya menyisakan genangan air dan lumpur. Tapi juga tumpukan sampah dan berbagai penyakit. Dinas Kesehatan menyampaikan, sejauh ini dua orang meninggal akibat DBD (Demam berdarah degue) pascabanjir awal Februari lalu.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dien Emmawati juga membenarkan hal tersebut. Menurutnya, sejauh ini ada dua korban meninggal akibat DBD pascabanjir."Korban pertama ada di Kalideres, Jakarta Barat dan korban kedua merupakan warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Keduanya merupakan korban banjir dan meninggal akibat DBD," kata Dien saat jumpa pers 'Jakarta Cegah DBD, Fogging Serentak di 4 Wilayah DKI Jakarta' di Kantor Kelurahan Pengadegan, Jakarta, Jumat (21/2/2014).Dien menyampaikan, data yang diterima oleh Dinas Kesehatan sejauh ini sejak banjir melanda Jakarta, ada 1.168 pasien yang dirawat di rumah sakit. "Ini jumlah yang tinggi," kata Dien.Untuk itu, Dien menyampaikan, masyarakat di daerah yang paling tinggi terkena kasus DBD harus tetap waspada DBD. Apalagi khususnya di 35 kelurahan di DKI Jakarta yang tercatat sering dilanda banjir. [...]

80 Orang Pasien Kanker Anak Merakit Robot

80 Orang Pasien Kanker Anak Merakit Robot

Delapan puluh orang pasien anak penderita kanker dari Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) turut meramaikan acara merakit robot dan menyaksikan penampilan robot di Mal Ciputra, Jakarta Barat.Anak-anak yang terdiri dari usia 6 sampai 12 tahun ini memenuhi undangan dari Mal Ciputra Jakarta untuk membuka pagelaran acara bertajuk 'Robot Soccer' sebagai bagian dari kemeriahan menyambut Piala Dunia 2014. Acara yang berlangsung dari tanggal 11 sampai 29 Juni 2014 ini diadakan di area Center Court Lower Ground, Mal Ciputra."Sebelum memasuki libur sekolah, Mmal Ciputra Jakarta bersama Robotic Explorer ingin mengajak para pengunjung, baik orangtua maupun anak-anak untuk turut merasakan kemeriahan World Cup 2014. Acara ini memiliki beragam aktivitas yang positif dan mendidik," kata Ferry Irianto, General Manager Mal Ciputra Jakarta.Dalam kesempatan itu, Direktur Robotic Explorer, lembanga pendidikan robotika bagi anak bangsa, Jully Tjindrawan mengatakan bahwa diadakannya acara ini, untuk menggali potensi dan membimbing anak-anak Indonesia mencitai dan mempelajari ilmu robotika yang telah menjadi mata pelajaran inti hampir di seluruh dunia."Saat ini robotik sudah menjadi satu bagian penting [...]

Ketua IDI: Dokter Ayu Layak Dibebaskan

Ketua IDI: Dokter Ayu Layak Dibebaskan

Kabar dibebaskannya ketiga dokter yang diduga melakukan malapraktik, dr Dewa Ayu Sasiary Prawani, dr Hendi Siagian, dan dr Hendry Simanjuntak sampai juga ke telinga Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Zaenal Abidin, MH. Kes. Menurut dia, sudah sepantasnya ketiga dokter itu mendapatkan kebebasan."Saya sendiri baru dengar kabarnya sekitar pukul 11:30. Kebetulan saya lagi di Gorontalo ada acara. Jadi belum sempat mencari tahunya," kata Zaenal Abidin saat diwawancarai Health Liputan6.com melalui sambungan telepon pada Jumat (7/2/2014)Menurut Zaenal, dengan dibebaskannya ketiga dokter tersebut, ada banyak manfaat yang akan didapatkan ketimbang ketiganya hanya berdiam diri karena mendekam di balik jeruji besi."Dengan dibebaskannya mereka, lebih banyak manfaat yang akan dirasakan semuanya. Mereka bisa kembali menggunakan ilmu yang dimilikinya untuk membantu pasiennya," kata Zaenal."Intinya, mereka akan lebih bermanfaat dengan bekerja, dibanding mereka di penjara," kata Zaenal menambahkan.Pihaknya sendiri sudah mengirimkan surat kepada Mahkamah Agung (MA) untuk segera membebaskan ketiga dokter itu. Walaupun ketiganya dianggap salah, tapi tetap saja di mata IDI apa yang dilakukan ketiganya s [...]

Saat Diare Harus Makan Apa?

Saat Diare Harus Makan Apa?

Umumnya pada saat diare, perut terasa tak nyaman. Untuk memasukkan makanan ke mulut pun rasanya enggan. Takut-takut malah membuat perut jadi makin tak nyaman dan harus bolak-balik lagi ke kamar mandi. Pada saat diare memang terdapat beberapa makanan yang dapat memperburuk kondisi pencernaan. Oleh karena itu, penting memperhatikan makanan yang dimakan pada saat diare, terutama di 24 jam pertama, terang Peter Higgins, MD, PhD, asisten profesor gastroenterologi departemen penyakit dalam University of Michigan. "Anda lebih baik makan-makan polos dan sederhana. Selain itu pilih yang teksturnya lunak seperti pisang, outmeal, nasi putih," tambahnya seperti dilansir Everyday Health, Selasa (16/9/2014). Tak hanya tiga makanan itu, Anda pun diperkenankan pula untuk makan kentang rebus, roti panggang, cracker tawar, dan ayam panggang tanpa kulit dan lemak. Lalu, untuk membantu mengurangi diare, menurut beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan atau minuman prebiotik yang mengandung bakteri baik untuk usus, bisa mempersingkat serangan diare. Yoghurt salah satu contohnya. Higgins pun mengingatkan untuk banyak minum karena diare menyebabkan cairan tubuh keluar lebih banyak. S [...]

4 Cara Ringankan Sakit Kepala Tanpa Obat

4 Cara Ringankan Sakit Kepala Tanpa Obat

Sakit kepala merupakan salah satu hal yang umum dialami oleh banyak orang. Berbagai hal bisa sebabkan sakit kepala, mulai dari tekanan darah rendah, kurang darah, stres, cuaca yang berubah, terlambat makan, dan masih banyak alasan lagi. Sebelum gunakan obat untuk mengatasi sakit kepala, coba atasi dulu dengan bahan-bahan yang tersedia di rumah seperti dilansir Everydayhealth pada Senin (24/11/2014). 1. Minyak lavanderTeteskan dua hingga tiga minyak lavander ke dalam baskom kecil yang berisi tiga cangkir air panas. Lavender sudah dikenal berguna untuk mengatasi sakit kepala dan migrain. 2. Minyak pepermintMinyak pepermint adalah obat rumah memenangkan yang terbukti meredakan sakit kepala yang disebabkan karena tegang. Minyak berbau segar ini mampu mengatasi sakit kepala dan nyeri karena biasanya sakit kepala disebabkan karena aliran darah yang buruk. Hal ini disebabkan karena minyak ini membantu untuk membuka pembuluh darah. 3. Minyak basilBila di Italia dikenal dengan basil, di Indonesia dikenal dengan kemangi. Minyak dari tanaman ini bisa menjadi obat sederhana mengatasi sakit kepala. Basil bekerja sebagai relaksasi otot sehingga membantu sakit kepala yang disebabkan keteganga [...]

Dari Seluruh Anak Pendek di Dunia, 90 Persen dari Indonesia

Dari Seluruh Anak Pendek di Dunia, 90 Persen dari Indonesia

Masalah stunting (pendek dan sangat pendek) di Indonesia sepertinya belum menjadi prioritas pemerintah. Pasalnya, laporan Organisasi Kesehatan Dunia pada 2008, Indonesia masih menyumbang 40 persen anak pendek bersama 36 negara lain. Ketua Bidang Kajian Penyakit Tidak Menular Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. DIni Latief, MSE, SpGK bahkan mengungkapkan satu laporan yang mengejutkan. Data menunjukkan, dari data stunting 40 persen, Indonesia menyumbang jumlah anak pendek hingga 90 persen."Indonesia merupakan 1 dari 36 negara yang memiliki masalah stunting. 40 persen anak Indonesia mengalami stunting akibat gizi buruk. Tapi disitu dicatat, Indonesia justru punya kontribusi paling besar hingga 90 persen, " kata Dini saat acara Rakernas perhimpunan ilmiah tahunan Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), Jakarta, Sabtu (7/6/2014).Meski demikian, Dini mengaku, 25 intervensi atau rekomendasi pemerintah internasional telah dilakukan di Indonesia seperti misalnya antanatal care (pemeriksaan kehamilan). Tapi melihat kasus tingginya gizi buruk terutama di Indonesia Bagian Timur seperti Papua, Papua Barat dan NTT, Dini berharap ini bisa jadi perhatian khusu [...]

Dalam KIS, Jokowi Akan Ubah Istilah ‘Rakyat Miskin’

Dalam KIS, Jokowi Akan Ubah Istilah ‘Rakyat Miskin’

Tak hanya memperbaiki sistem yang telah ada dalam Badan penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Calon Presiden nomor urut dua, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi akan menghapus istilah 'miskin' untuk warga tidak mampu yang menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS).Kabar ini disampaikan oleh Anggota Tim Pemenangan Jokowi - JK, Rieke Diah Pitaloka. Menurutnya, dalam KIS, Jokowi akan membangun sistem yang dimulai dengan perbaikan data penduduk, terutama menyangkut masyarakat miskin dan tak mampu."Sesuai dengan UU Penanganan Fakir Miskin. Maka, dengan begitu, tidak boleh ada lagi definisi miskin dan tidak mampu menggunakan 14 variable dan definisi yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk kategori miskin dan tidak mampu itu, akan ditentukan berdasarkan standar penghasilan yang diterima perbulan," ujar Rieke melalui surat elektronik yang diterima Liputan6.com, Selasa (17/6/2014).Lantas siapakah yang masuk kategori miskin dan tidak mampu? Rieke menerangkan, dalam pemerintahan Jokowi-JK, warga miskin dan tidak mampu adalah mereka yang penghasilannya sama dengan atau lebih kecil dari Upah Minimum Kota/Kabupaten, yang otomatis harus mendapat jaminan sosial dari negara, terutama [...]

Aplikasi Stetoskop Buatan Anak Selamatkan Nyawa Ibu

Aplikasi Stetoskop Buatan Anak Selamatkan Nyawa Ibu

Siapa sangka, penemuan sebuah barang lawas di gudang bisa dikembangkan jadi hal modern bahkan sampai bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Inilah yang terjadi pada Andrew Josephson, berkat temuan CD di gudang, ia membuat aplikasi stetoskop di Iphone yang bisa bisa mendiagnosa permasalahan detak jantung ibunya. Setahun lalu, tepatnya Mei 2013, seperti dilansir Reader Digest, Rabu (27/8/2014), Andrew membersihkan gudang di rumah orang tuanya dan menemukan satu set CD lawas berjudul Heart Sounds and Murmurs yang dibuat oleh seorang ahli jantung Daniel Mason, MD yang juga kakek Andrew. Selain CD, ada juga buklet yang menjelaskan tentang isi CD mengenai 125 perbedaan detak jantung yang mengindikasikan kondisi jantung. Mason meninggal pada 2011 dan dikenal sebagai ahli jantung terkemuka selama 50 tahun. Merasa menemukan harta karun, Andrew lulusan Lehigh University dengan gelar biokimia membeli buku koding komputer untuk membuat aplikasi handphone tentang cara mengetahui suara jantung. Akhirnya Mason berhasil membuat aplikasi ini. Program ini bekerja dengan cara merekam detak jantung seseorang kemudian mencocokan dengan rekaman dokter Mason, kemudian diketahui apakah detak jantung ters [...]

Menkes : Indonesia Masih Aman dari Virus MERS CoV

Menkes : Indonesia Masih Aman dari Virus MERS CoV

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyatakan hingga kini Indonesia masih bebas dari virus Sindrom Pernapasan Timur Tengah atau "Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus/MERS-CoV" yang mulai menyebar di 15 negara di dunia. Kasus MERS-CoV yang semula terjadi di Jeddah, kemudian meluas ke Mekah, Madinah, dan saat ini sudah menyebar ke 15 negara, dipastikan hingga saat ini belum masuk ke Indonesia, kata Menteri Kesehatan seusai meresmikan peluncuran pengelolaan dan pemanfaatan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada fasilitas kesehatan tingkat pertama milik pemerintah daerah di Puskesmas Desa Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, seperti dikutip dari Antara, Senin (12/5/2014). Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 47 masyarakat dari sejumlah daerah di Sumatera, Jawa, dan Bali, yang diduga terserang virus yang dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan kematian atau suspek MERS-CoV itu, ternyata hasilnya negatif. Sementara ini dari hasil pemeriksaan terhadap masyarakat yang suspek MERS-CoV tersebut, negara ini masih aman dari virus tersebut. "Kita masih menunggu hasil diagnosis atau pemeriksaan dari empat pasien te [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *