Tangan Raksasa Bocah Ini Lebih Besar dari Kepalanya

tangan_raksasa.jpg

Umumnya, saat tangan manusia dikepalkan ukurannya akan jauh lebih kecil dibandingkan kepala. Namun, kondisi langka menimpa bocah delapan tahun asal India bernama Kaleem. Ukuran tangannya, lebih besar daripada ukuran kepalanya.

Kondisi ini terjadi sejak ia lahir. Ibunya, Haleema (27) menyadari hal ini namun tak berdaya berbuat sesuatu karena kondisi mereka yang miskin.

Kini, Kaleem mau tak mau harus hidup dengan tangan raksasa dan kesulitan untuk melakukan hal-hal sederhana seperti mengikat tali sepatu, memegang sendok, mengancingkan kancing baju atau mengangkat celana.

Selain itu, tantangan berat pun harus ia hadapi dalam kehidupan sosial. Banyak teman yang mengejeknya sebagai si tangan raksasa. “Aku tak berangkat ke sekolah karena guru mengatakan banyak anak-anak takut dengan tangan besarku,” ujar Kaleem seperti dilansir Daily Mail, Rabu (20/8/2014).

Saat orangtua Kaleem membawa ke rumah sakit setempat, ternyata mereka tak bisa mendapatkan pengobatan instan untuk mengobati apa yang terjadi pada Kaleem.

“Sejauh pengalaman saya, ini adalah kondisi langka,” terang dokter Ratan, direktur rumah sakit lokal di dekat rumah Kaleem.

“Sebelum kami melakukan tes genetik, kami tidak bisa mengatakan apa yang terjadi dengan Kaleem,” tambah dokter Ratan.

Ketika ditanyai kepada dokter lain dengan menunjukkan foto, dokter Krishan Chugh, kepala pediatri Fortis Memorial Research Institute di Gurgaon memprediksi apa yang terjadi pada Kaleem adalah lympangioma atau hemartoma. Kedua hal ini bisa dilakukan pengobatan.

Lympangioma adalah suatu kondisi dari sistem limfatik yang menyebabkan peradangan ekstrim yang mengakibatkan munculnya pembengkakan di bagian tubuh tertentu. Sedangkan hemartoma adalah jenis jinak tumor dimana tubuh memproduksi jaringan berlebih.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Musim DBD Tiba, Dinkes DKI Imbau Warga Jaga Kebersihan

Musim DBD Tiba, Dinkes DKI Imbau Warga Jaga Kebersihan

Dua pekan setelah banjir melanda Jakarta, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau warga untuk tetap menjaga kebersihan karena pascabanjir rentan DBD (Demam Berdarah Dengue).Seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dien Emmawati bahwa warga Jakarta perlu memperhatikan hal berikut karena hingga saat ini sudah ada dua korban meninggal akibat DBD. Untuk itu, ia mengimbau hal berikut:1. Menjaga kebersihan"Perilaku hidup bersih dan sehat harus tetap dijaga. Hidup bersih bisa menghilangkan 70 persen penyakit infeksi. Yang penting cuci tangan sebelum makan, cuci tangan setelah buang air besar, bersihkan sampah, bersihkan lingkungan dan lakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) agar terhindar dari DBD dan penyakit akibat kencing tikus atau leptopirosis," kata Dien saat ditemui Jumat (21/2/2014).2. Menjaga makanan tetap seimbangMenurut Dien, musim hujan memang diprediksi sudah selesai namun melihat kondisi cuaca yang tidak jelas yang penting adalah menjaga makanan tetap seimbang agar kekebalan tubuh tetap terjaga.3. Bila ada air keruh dan butuh air bersih, Sudinkes siapkan air bersihDien mengatakan, sudah lama Sudinkes (Suku Dinas Kesehatan) Jakarta Selatan memilik [...]

Rokok Elektrik Berganja yang Tak Bikin Mabuk Sedang Tren

Rokok Elektrik Berganja yang Tak Bikin Mabuk Sedang Tren

PeduliSehat.info, Inggris Hari ini, rokok elektrik berbahan ganja akan dijual pertama kali di Inggris. Sekitar 1.000 rokok yang akan diluncurkan pada Bulan Februari dan Maret. Seperti dilansir laman MirrorUk, Kamis (18/12/2014), rokok ini akan dijual dengan 39 Pound Sterling atau sekitar Rp 764 Ribu. Sang pencipta, Antonin Cohen dan Sebastien Beguerie, mengklaim bahwa produk rokok elektrik yang mereka luncurkan ini berguna untuk membuat konsumsen merasakan relaksasi dan menghilangkan rasa sakit mereka. Mereka juga mengatakan bahwa ganja kerap digunakan sebagai obat untuk mengobati penyakit kanker dan penderita multiple sclerosis di Inggris. Rokok elektrik berbahan ganja ini tidak mengandung THC. Menurut para ilmuwan, bahan ini merupakan bahan yang memabukkan. Oleh sebab itu, sang penciptanya berani mengatakan rokok ini aman karena tidak perlu berurusan dengan hal-hal ilegal. Sementara para pencipta mengklaim bahwa rokok ini bukan barang ilegal, pejabat di Inggris dan Prancis justru tetap mempertanyakan legalitas dan kesesuaian produk. Sebab, rokok ini tidak akan terlepas dari semakin maraknya pertumbuhan perkebunan ganja dan juga semakin mendorong konsumsi ganja. Tak hanya it [...]

Cara Baru Agar Terhindar Virus MERS-CoV

Cara Baru Agar Terhindar Virus MERS-CoV

Selain melakukan suntik vaksin meningitis dan influenza, para calon jamaah haji atau umrah juga dapat melakukan antisipasi lainnya dengan infus vitamin C dalam dosis tinggi dan terapi ozon.Meski di Indonesia belum ada satu pun masyarakatnya yang tertular virus MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus), Spesialis Infeksi Pencernaan yang pernah bekerja di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Mulyadi Tedjapranata, MD, FIAS mengatakan, para calon jamaah juga harus tetap waspada dan melakukan sejumlah langkah, demi terhindar dari virus berjenis RNA ini."Walaupun sudah suntik vaksin meningitis dan influenza, jangan takut untuk suntik vitamin C ini. Karena, semuanya akan saling berkesinambungan. Jangan takut karena diberi suntik vitamin C lantas vaksin tidak berfungsi di dalam tubuh," kata dia menjelaskan dalam acara `Cara Aman Menangani Virus MERS-CoV dan Pencegahannya` di STANMED Center, Jalan Hang Lekir, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (14/5/2014)Seperti diketahui bahwa virus MERS-CoV dapat menyerang sistem imunitas para jamaah yang tengah berada di sana. Maka itu, WHO menyarankan agar dapat menjaga kesehatan dan memperkuat kekebalan tubuh dengan minum yang cukup air puti [...]

Arti dan Pantangan di Balik Onde-onde Khas Imlek yang Bulat

Arti dan Pantangan di Balik Onde-onde Khas Imlek yang Bulat

Kue tradisional onde-onde sepertinya menjadi makanan khas yang ditemukan saat Imlek. Menurut Pengurus Harian Kelenteng Toa Se Bio di Petak Sembilan, Jakarta, Hartanto Widjaja kue onde-onde memiliki makna khusus."Sebenarnya tidak hanya Imlek, ada juga yang membuat onde-onde ketika doa mereka terkabul. Seperti pasangan yang sudah lama menikah belum punya anak, kemudian dia berdoa dan akhirnya diberikan. Dalam diri mereka berjanji kalau doanya terkabul maka akan membuat onde-onde. Nah itu seperti melambangkan tekad yang bulat dan rasa syukur atas apa yang diberikan Sang Pencipta," kata Hartanto, Jumat (31/1/2014).Onde-onde ternyata mempunyai hari khusus bukan hanya saat Imlek, "Hari onde-onde itu adanya di bulan Desember sekitar tanggal 20 atau 22 mengikuti tanggalan China, bisa juga terkadang tanggal 21. Sebagai simbol tekad yang bulat," kata Hartanto.Menurut Hartanto saat keluarga berduka tidak dianjurkan membuat atau menyajikan onde-onde. Hal ini juga dikatakan salah satu keturunan Tionghoa sekaligus Koki Selebriti, Chef Eddrian."Kalau ada yang meninggal keluarga atau orang terdekat pantang membuat onde-onde. Itu sudah budayanya seperti itu, dari dulu sudah dilakukan," kata Chef Ed [...]

Tak Perlu Khawatir Efek Obat Skizofrenia

Tak Perlu Khawatir Efek Obat Skizofrenia

Untuk mengatasi gangguan jiwa, pasien skizofrenia biasanya akan menerima obat antipsikotik. Obat ini mungkin akan memberikan efek samping, tapi jangan khawatir karena obat terbaru minim efek samping.Seperti disampaikan Ketua Seksi Skizofrenia Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, dr A. A. Ayu Agung Kusumawardhani, SpKJ (K) bahwa obat skizofrenia itu terdiri dari dua generasi. Dulu, efek samping obat membuat penderita mengalami gejala motorik, Ekstrapiramidal Sindrom, gemetar, kaku kayak robot, muka tanpa ekspresi, dan gejala lainnya yang membuat orang disekitarnya cenderung takut."Efek samping ini seringkali membuat penderita skizofrenia dikucilkan karena aneh. Dan akhirnya, dia mendapat perlakuan diskriminatif," kata Ayu.Tapi jangan khawatir, kebanyakan dokter sekarang menggunakan obat generasi 2 dan seterusnya sehingga efek sampingnya minim sekali. "Gejala gemetar dan sebagainya bahkan hampir tidak terjadi. Kalaupun ada, efek samping obat skizofrenia mudah diatasi karena ada obat untuk netralisir," jelasnya [...]

Bukan Cuma Penyakit yang Menurun, Sifat Pemalas Juga

Bukan Cuma Penyakit yang Menurun, Sifat Pemalas Juga

Peneliti dari University of Missouri menemukan bahwa ada kecenderungan genetik untuk sifat malas yang Anda miliki. Setidaknya, daripada diminta berlari, Anda akan memilih untuk duduk menonton televisi lengkap dengan cemilannya akibat adanya gen dari orangtua. Seperti dikutip laman Nydailynews, Kamis (17/4/2014) peneliti yang mempelajari populasi tikus lebih dari sepuluh generasi ini menemukan, tikus pemalas memiliki kecenderungan genetik dari orantuanya. Penelitian yang melibatkan sekitar 50 tikus dan dilakukan oleh Franck W. Booth dan Michael D. Roberts dari University of Missouri College of Veterinary Medicine ini pada akhir percobaan menemukan, sebagian tikus dapat berolahraga sementara tikus gemuk lain rela berlama-lama dengan kentang gorengnya. "Untuk menemukan kecendrungan tersebut, kami menilai komposisi tubuh dan konten mitokondria dalam sel otot. Namun perbedaan yang paling signifikan antara dua populasi dalam gen mereka. Karena ada lebih dari 17.000 gen yang berbeda di salah satu bagian otak. Kami pun mengidentifikasi 36 gen yang mungkin memainkan peran dalam motivasi aktivitas fisik," kata Roberts. Meski temuan ini telah dipublikasikan dalam edisi terbaru American Jo [...]

FDA Peringatkan 2 Bahan Berbahaya pada Produk Antijerawat

FDA Peringatkan 2 Bahan Berbahaya pada Produk Antijerawat

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika atau The Food and Drug Administration (FDA) memperingatkan dua bahan berbahaya pada produk antijerawat. Mengutip laman ABCNews, Jumat (27/6/2014), kedua bahan, benzoyl peroxide atau salicylic acid diduga memicu alergi. Masalahnya, kedua bahan ini sangat umum ditemukan pada pembersih wajah untuk anti jerawat dan merupakan produk yang dijual bebas (over the counter).Meskipun belum ada perintah untuk menarik sejumlah produk seperti Proactiv, Neutrogena, MaxClarity, Oxy, Aveeno dan merek lainnya. Tapi FDA menghimbau masyarakat untuk memperhatikan apakah bahan yang terkandung pada produk pembersih wajah tersebut cocok dengan kulit Anda."Berhenti segera jika Anda mengalami sesak tenggorokan, masalah pernapasan, pembengkakan mata, wajah atau bibir setelah menggunakan produk pembersih wajah. Atau konsumen dapat mengujinya terlebih dahulu dnegan cara mengoleskan sedikit di kulit tangan selama tiga hari," tulis FDA.Sejauh ini, FDA telah menemukan 131 laporan terkait reaksi alergi yang serius dari obat jerawat topikal selama 44 tahun terakhir. Dan sekitar 44 persen orang juga dilaporkan harus dirawat di rumah sakit akibat reaksi hipersensitivitas yang [...]

5 Tanda Anda Bekerja Terlalu Keras

5 Tanda Anda Bekerja Terlalu Keras

Tidak ada salahnya dengan bekerja keras. Yang salah adalah bekerja keras yang berlebihan. Sebab, seperti studi baru dari Universitas Georgia, AS, bekerja terlalu keras bukan hanya menggangu kesehatan, tetapi juga kebahagiaan Anda. Jadi, pertanyaannya dimanakah garis pembatas antara kerja keras dan kerja terlalu keras? Berikut 5 tanda jika Anda bekerja terlalu keras seperti dilansir oleh Fox News, Senin (24/11/2014). 1. Merasa bersalah saat menonton pertandingan pada hari Minggu Hari Minggu biasanya adalah saat yang tepat untuk menonton pertandingan, baik itu sepakbola, bola basket, hingga balapan MotoGP. Nah, jika Anda merasa cemas dan bersalah karena menonton pertandindang tersebut dan selalu memikirkan pekerjaan, itu artinya Anda terlalu bekerja keras. Jelas sikap semacam itu tidak baik. Sikap semacam ini jelas menunjukkan bahwa anda bahkan tidak bahagia ketika berada di rumah. 2. Tidak benar-benar mencapai sesuatu Jika Anda berpikir kerja keras membuat Anda lebih baik dari orang lain, pikirkan ulang. Sebuah studi menunjukkan bahwa mereka yang bekerja lebih panjang justru lebih sedikit menghasilkan sesuatu. Untuk menyiasatinya, gunakanlah catatan to do list agar Anda melak [...]

Cari Pacar di Facebook, Pria ini Ditolak Hingga 5.000 Kali

Cari Pacar di Facebook, Pria ini Ditolak Hingga 5.000 Kali

Pasangan kekasih yang bertemu di jejaring sosial bukan hal yang aneh lagi di zaman ini. Tapi bagaimana jika seseorang ditolak hingga beribu-ribu kali di jejaring sosial? Itulah yang dialami Predrag Jovanovic.Pria dari Serbia itu begitu ingin bertemu wanita pujaannya di Facebook, tapi selalu ditolak hingga 5.000 kali.Jovanovic melakukan strategi di Facebook dengan harapan bertemu dengan pasangan. Tapi, sebagian besar perempuan yang dihubunginya tak menjawab."Saya hanya mendapat 15 tanggapan dan semuanya negatif," kata pria berusia 34 tahun itu seperti dilansir Metro, Rabu (14/5/2014).Menurut Jovanovic, ke-15 perempuan menolaknya menjadi pacar dengan sopan. Sedangkan sisanya mengabaikan dirinya. "Ketika seseorang mengabaikan Anda itu menjadi hal terburuk," katanya.Jovanovic bersumbah akan melanjutkan pencariannya untuk menemukan wanita secara online. Alasannya, lebih banyak pilihannya secara online.Pria kesepian itu mengaku dirinya orang yang pemalu dan lebih mudah berbicara ke lawan jenisnya melalui internet."Yang saya minta ke seseoranga dalah memberikan kesempatan kepada saya, bertemu, dan memulainya dari sana," ujarnya."Saya tahu saya berisiko masuk ke buku rekor sebagai yang te [...]

Kritikan Keras Tika Bisono pada sang Menteri Pendidikan M Nuh

Kritikan Keras Tika Bisono pada sang Menteri Pendidikan M Nuh

Menteri Pendidikan M Nuh terus mendapat sorotan menyusul banyaknya kasus-kasus yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia belakangan ini. Sampai-sampai psikolog seperti Tika Bisono pun tak tahan melemparkan kritikan keras pada sang menteri.Menurut Tika, sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, membuatnya layak mendapatkan rapor merah.Maka itu Tika berharap, ketika ada pergantian di jajaran Kemendikbud perlu dilihat kembali apa saja yang sudah dijalani, dan mengevaluasi apakah kebijakan itu masih layak untuk digunakan lagi atau tidak."Diharapkan dari seorang Menteri itu adalah kebijakan publiknya. Mereka harus mereview lagi, masih cocok tidak penerapannya terhadap situasi sekarang. Jangan nanti banyak pihak yang menjadi korbannya," kata Tika dalam acara `Dompet Dhuafa dan GNOTA: Move On untuk Pendidikan Anak Indonesia` ditulis Health Liputan6.com pada Minggu (4/5/2014).Untuk Mendikbud yang baru nanti, lanjut Tika, tidak hanya IQ (intelligence quotient) saja yang tinggi, melainkan juga EQ (emotional intelligence). Sebab, akan dirasa percuma bila memiliki tingkat intelejen yang tinggi, tapi rasa empati terhadap apa yan [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *