Tantangan yang Dihadapi Orangtua yang Dua-duanya Bekerja

orangtua.jpg

Tantangan yang dihadapi orangtua terlalu banyak. Anak-anak generasi saat ini lebih cepat dan cerdas. Dan dunia juga penuh dengan gangguan seperti internet, ponsel, tablet, dan masih banyak lagi. Jadi bayangkan bagaimana tantangan pasangan orangtua yang bekerja sambil mengurus anak-anaknya di saat yang sama.

Saat ini kebanyakan dalam rumah tangga kedua orangtua bekerja. Mereka meninggalkan anak-anaknya dengan pengasuh, asisten rumah tangga atau pusat penitipan anak. Kondisi inilah yang membuat anak-anak memiliki sedikit waktu dengan orangtuanya.

Anda sebagai orangtua juga tak bisa mengharapkan anak-anak mengerti bahwa Anda lelah usai pulang dari kantor. Kunci mengelola situasi ini adalah keseimbangan kehidupan kerja yang optimal. Berikut tantangan yang sering dihadapi pasangan orangtua bekerja seperti dikutip Boldsky, Jumat (28/2/2014):

1. Berikan waktu yang cukup

Sebagian besar orangtua lelah usai pulang kantor. Tapi sebagai orangtua Anda harus memberikan waktu ke anak setelah pulang. Ini adalah pengorbanan yang besar.

2. Perhatikan pengasuh

Anda bisa menyewa pengasuh untuk menjaga anak Anda tapi siapa yang akan memperhatikan pengasuh? Anda perlu mengawasi apakah pengasuh memperlakukan anak Anda dengan benar. Ia seharusnya tak lebih memanjakan anak atau menyalahgunakan anak Anda dengan cara apapun.

3. Memilih fasilitas penitipan yang terbaik

Salah satu tantangan utama pasangan pekerja adalah memilih fasilitas penitipan yang baik dan tepat. Idelanya, tempat tersebut tak harus jauh dari kantor atau rumah.

4. Waspada dengan kegiatan anak

Apa yang anak Anda lakukan ketika Anda di tempat kerja? Apakah mencari situs yang tak pantas di internet? Ataukan anak Anda jadi kecanduan televisi? Sebagai orangtua, Anda harus waspada dan tahu semua ini.

5. Dekat dengan anak

Jika Anda bekerja 10-12 jam sehari, anak Anda tak akan memiliki waktu untuk mengenal Anda. Tapi, Anda mencurahkan seluruh energi Anda untuk menjadi teman anak Anda.

6. Saling mendukung

Orangtua pekerja harus memahami masing-masing jam kerjanya. Jika ayah tak bisa menghadiri pertemuan orangtua, maka ibu yang mewakili.

7. Mengelola waktu di saat genting

Ketika Anda menjadi orangtua dan mengadapi situasi yang genting misalnya anak sakit atau jatuh saat bersekolah, Anda harus memprioritaskan kebutuhan anak sebelum Anda.

8. Merawat anak sakit

Sebagian besar orangtua yang bekerja di perusahaan tentu tahu tak mudah meninggalkan pekerjaan. Jadi apa yang terjadi jika anak Anda sakit dan membutuhkan perawatan? Ini adalah salah satu tantangan yang kerap dihadapi orangtua pekerja.

9. Tak memanjakan anak

Sebagai orangtua yang jarang bertemu anaknya, mereka cenderung terlalu memanjakan anaknya. Anda harus memastikan Anda mendisiplinkan anak Anda bila diperlukan.

10. Orangtua bersatu

Anda harus mengatasi perbedaan pola pengasuhan. Jika Anda bertengkar karena anak, itu merupakan kesalahan besar orangtua.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Cegah DBD dengan 3M Plus

Cegah DBD dengan 3M Plus

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang harus diwaspadai selama musim hujan dan musim pancaroba. Mencegah terjadinya DBD pun cukup gampang, kita hanya perlu melakukan 3M Plus.Berikut 3M Plus seperti disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dari keterangan pers yang diterima Health-Liputan6.com pada Minggu (28/12/2014)1. MengurasKegiatan menguras adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampuangan air, seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan penampungan air lemari es.2. MenutupKita dianjurkan untuk menutup rapat-rapat sejumlah tempat penampuangan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain-lain.3. Daur ulang barang bekasMemanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk penularan demam berdarah.Sedangkan yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan, seperti;- Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan- Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk- Menggunakan kelambu saat tidur- Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk- Menanam tanaman pengusir nyamuk- Mengatur cahaya dan ventilasi dalam ruma [...]

Berat Badan Turun, Tidur pun Nyenyak

Berat Badan Turun, Tidur pun Nyenyak

Menurunkan berat badan tidak hanya baik untuk kesehatan Anda tetapi juga dapat membantu mendapatkan tidur malam yang lebih baik, nyenyak, dan terlelap sepanjang malam. Sebuah penelitian menyebutkan, orang dewasa yang kehilangan setidaknya 5 persen dari berat badannya, akan mendapatkan tidur lebih baik dan lebih lama, setelah enam bulan penurunan berat badan tersebut.Temuan yang dipublikasikan pada pertemuan bersama dari International Society of Endokrinologi and the Endocrine Society di Chicago, menemukan, penurunan berat badan akan meningkatkan kualitas tidur dan suasana hati lebih baik setelah kehilangan banyak berat badan."Penelitian ini menegaskan beberapa studi yang melaporkan bahwa penurunan berat badan berhubungan dengan peningkatan durasi tidur," kata Pemimpin Peneliti Nasreen Alfaris dari University of Pennsylvannia di Philidelphia seperti dikutip Daily Mail, Kamis (26/6/2014)Dalam sebuah studi yang melibatkan 390 pria dan wanita obesitas selama dua tahun, didapatkan hasil bahwa mereka yang berhasil menurunkan berat badan, mengakut mendapatkan tidur malam yang lebih baik ketimbang sebelumnya. Selain itu, mereka pun terlihat lebih fresh dan aktif dalam menjalani aktivitas s [...]

Rasullah Tidak Pernah Mencampur Makanan yang Disantapnya

Rasullah Tidak Pernah Mencampur Makanan yang Disantapnya

Mencampurkan berbagai jenis makanan sekaligus, menjadi pola makan yang dianut masyarakat saat ini. Nasi, daging, ikan, dan sayur tumpah ruah menjadi satu di atas piring. Selesai makan, buah segar pun kerap dijadikan pencuci mulut. Pernahkah kita berpikir apa yang akan terjadi di lambung ketika diisi oleh semua jenis makanan tersebut? Ketua Forum Kajian Islam dan Kedokteran Indonesia, dr Muhammad Suwardi mengatakan, hanya enzim pepsin yang berperan khusus untuk mencerna protein. Sedangkan makanan lainnya, tidak dapat dicerna dengan baik."Hanya nongkrong dalam waktu lama dan dengan kondisi asam pekat. klaua sudah seperti ini, maka orang tersebut berisiko mengalami penyakit lambung," kata Suwardi menjelaskan dalam bukunya yang berjudul `Solusi Sehat Islami` ditulis Health Liputan6.com pada Jumat (4/7/2014)Ada pun penyakit lambung yang dimaksud seperti gastritis (peradangan selaput lendir pada lambung) dengan gejala perut kembung, nek (berasa hendak muntah dan mual), perih ulu hati, atau perut seperti terbakar. "Jika Anda makan kekenyangan, dan tiba-tiba muncul cairan bercampur makanan naik ke tenggorokan Anda, itulah salah satu gejala awal lambung bermasalah," kata dia menambahkan. [...]

4 Risiko Tak Mengenakkan bagi Pekerja Shift

4 Risiko Tak Mengenakkan bagi Pekerja Shift

Kerja shift tidak selalu menyenangkan. Bila kerja shift terjadi selama 10 tahun, maka dapat mengakibatkan gangguan fungsi otak, seperti berpikir, penalaran, dan memori. Bila dilihat, efeknya terasa biasa saja, tapi pemulihan kondisi tersebut memakan waktu selama lima tahun.Dari suatu penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Occupational & Environmental Medicine, menunjukan bahwa kerja shift memiliki dampak negatif, seperti dikutip dari Health Me Up, Jumat (7/11/2014) berikut ini; 1. Memengaruhi jam internal tubuhKondisi ini dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti kanker. Hal ini juga memengaruhi keselamatan dan produktivitas di tempat kerja.2. Perubahan hormonalSuhu tubuh, waktu tidur, dan hormon di dalam tubuh mengalami kerja dengan sistem yang cukup berantakan. 3. Penurunan kognitifPara peneliti dari Universitas Toulouse dan Swansea yang memelajari 3.000 orang yang tinggal di Prancis terkait dengan memori dan kognitif mendapatkan hasil bahwa mereka yang rutin kerja shift malam mengalami penurunan kognitif.4. Kekurangan vitamin DKarena paparan sinar matahari yang tidak memadai, maka pekerja shift malam rentan kekurangan vitamin D. Kekurangan vita [...]

Tak Cukup Hanya dengan Obat Bila Mau Turunkan Kolesterol

Tak Cukup Hanya dengan Obat Bila Mau Turunkan Kolesterol

Obat penurun kolesterol saja tidak cukup untuk menurunkan kadar kolesterol pada pasien hiperkolesterolemia. Perlu perubahan pola hidup ke arah yang lebih sehat untuk menjamin keberhasilan terapi. Tanpa perubahan pola hidup, obat yang diminum akan sia-sia. Malah yang memegang peranan penting sebenarnya adalah pola hidup si pasien. Demikian diungkap oleh ahli jantung dari Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) Dr. M. Munawar Sp.JP di Jakarta. Munawar menegaskan bahwa anggapan yang salah tersebut harus diubah. Menurut Munawar, anggapan tersebut sangat menyesatkan. ?Sehebat apa pun, sebuah obat tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada faktor pendukung lain untuk menurunkan kolesterol,? jelas Munawar. Sayang, masih banyak pasien hiperkolesterolemia (kelebihan kolesterol) yang masih terjebak dengan anggapan tersebut. Mereka hanya mengandalkan obat untuk menurunkan kolesterol. Pola hidup yang mereka jalani masih banyak yang terbilang tidak sehat. Mulai dari tetap merokok, minum alkohol, dan tidak berpantang dalam hal makan. ?Padahal, hanya dengan mengubah menu makan saja selama tiga bulan kadar kolesterol bisa turun signifikan. Jadi obat yang diminum juga bisa menun [...]

Quraish Shihab: Demi Kemajuan Bangsa, Ratifikasi FCTC

Quraish Shihab: Demi Kemajuan Bangsa, Ratifikasi FCTC

Pentingnya Indonesia terlibat dalam Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) bukan hanya berguna untuk menjamin kesehatan negara tapi juga demi kemaslahatan dunia dan akhirat. Begitu disampaikan Cendekiawan muslim Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, MA pada Liputan6.com, Jumat (17/10/2014). "Indonesia harus FCTC demi kemaslahatan dunia dan akherat, dan kemajuan bangsa. Terjaminnya kesehatan masyarakat kita, harus didukung dalam konteks akhriat, kenapa? karena pesan Tuhan pada umatnya untuk menjaga kesehatan, mencegah kemubaziran, sehingga salah satu caranya ratifikasi FCTC," katanya. "Bayangkan kalau ada anak merokok, berapa banyak energi, waktu, uang yang bisa memperbaiki kemapuan berpikir mereka. Berapa banyak yang sakit akibat merokok. Itu yang kita bilang, rokok bukan cuma masalah di dunia tapi di akhirat. Seluruh negara maju telah meratifikasi FCTC, Amerika, Eropa. Semoga kita segera menyusul," jelasnya [...]

Imbauan WHO Agar Pemerintah Tak Terima Tawaran CSR Rokok

Imbauan WHO Agar Pemerintah Tak Terima Tawaran CSR Rokok

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau kepada pemerintah, khususnya di bidang pendidikan, untuk tidak begitu saja menerima tawaran program CSR (Corporate Social Responsibility) yang diberikan perusahaan rokok. Menurut WHO, program seperti ini dinilai sebagai strategi dari industri rokok untuk menarik hati konsumennya, terlebih para remaja.Dalam sebuah diskusi, WHO mengatakan bahwa perusahaan rokok mencari banyak cara untuk melemahkan beberapa negara yang sedang menjalani sebuah program untuk memerangi rokok dengan memberikan CSR."CSR itu kan tanggung jawab sosial perusahaan. Tidak pas rasanya bila industri yang justru `membunuh` memberikan program CSR seperti ini. Industri rokok tidak bisa disamakan dengan industri lain," kata Faruqh Quraishi selaku perwakilan WHO dalam diskusi bertema `Relevansi CSR Industri Rokok di Bidang Pendidikan` di Media Center Komnas Anak, Jakarta, Kamis (27/2/2014)Di seluruh dunia, terang Faruqh, industri rokok sudah melakukan investasi besar-besaran untuk sebuah proomosi demi menggantikan konsumen yang sudah tidak merokok atau bahkan yang sudah meninggal. Caranya, dengan mempromosikan secara halus yang ditujukan bagi perokok pemula."Bagaimana bisa di [...]

Mentega Aman untuk Jantung

Mentega Aman untuk Jantung

Mungkin Anda hanya mengenal lemak baik ada pada buah avokad atau ikan, sebuah terobosan baru yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine analisis yang menggabungkan hampir 80 studi menemukan bahwa mengonsumsi lemak jenuh seperti mentega tidak meningkatkan risiko penyakit jantung. Demikian dikutip dari Womenshealthmag, Senin (16/6/2014). Para ahli sepakat, lemak jenuh justru dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. "Penderita penyakit kronis mungkin sering dikaitkan dengan konsumsi lemak jenuh. Tapi penelitian menunjukkan bagaimana mengonsumsi lemak yang benar dan cara pembakaran lemak yang tepat dapat menghindari Anda dari risiko penyakit jantung," tulis peneliti.Para ahli menunjukkan bahwa 20 sampai 30 persen kalori harian Anda harus berasal dari lemak. Tidak lebih dari 10 persen dari lemak jenuh. Berdasarkan diet 1.800 kalori per hari, antara 40 dan 60 gram lemak harus dikonsumsi setiap hari. Peneliti menambahkan, lemak jenuh tertentu dapat dimetabolisme oleh tubuh lebih cepat dari yang lain. Ini berarti lemak tidak disimpan sebagai timbunan lemak. [...]

Kenapa Dokter Resepkan Wine untuk Penderita Jantung

Kenapa Dokter Resepkan Wine untuk Penderita Jantung

Jika biasanya kita melihat dokter meresepkan obat untuk pasiennya yang sakit. Pakar jantung terkemuka di Inggris, Dr William McCrea justru meresepkan konsumsi anggur merah yang kaya antioksidan pada pasiennya.Dalam percobaannya, ia melibatkan sekitar 10.000 pasien yang diminta minum anggur merah dua gelas sehari. Menurutnya, minum 125 ml segelas anggur merah setiap pagi dan malam selama 10 tahun dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. "Saya telah memberikan resep ini kepada 10.000 pasien. Jika Anda minum tidak lebih dari dua gelas dan sesuai anjuran, anggur merah memiliki efek yang menguntungkan," kata kata William pada Mirror, Sabtu (21/6/2014).Tak hanya itu, William mengungkapkan, anggur merah juga dapat meningkatkan kolesterol baik HDL dan setara dengan minum lima liter jus buah setiap hari.Dr Willian sendiri memulai percobaan di Rumah Sakit Great Western di Swindon, Wilts, setelah sebuah penelitian mengungkapkan bahwa Prancis memiliki warga yang lebih sedikit terkena jantung meskipun mengonsumsi lemak tinggi. Ia pun akhirnya melihat manfaat anggur merah. [...]

Anak-anak Imigran Bakal Dipulangkan

Anak-anak Imigran Bakal Dipulangkan

PeduliSehat.info, Pihak berwenang di Amerika Serikat menekankan bahwa ribuan imigran di bawah umur yang berbondong-bondong masuk ke AS, kebanyakan dari wilayah kekerasan di Amerika Tengah, terancam dipulangkan. "Sementara sebagian sedang meminta suaka, saya ingin menegaskan bahwa suaka sangat sulit diperoleh, hanya sedikit orang yang bisa mendapatkan suaka di AS," kata Esther Olivarria, seorang penasihat untuk Menteri Keamanan Kampung halaman, Jeh Johnson, seperti dikutip dari AFP, Selasa (24/6/2014). Pihak berwenang AS mengatakan telah menahan 47.000 anak-anak yang mencoba memasuki AS tanpa ditemani orang dewasa dalam delapan bulan hingga Mei 2014. Jumlah tersebut hampir mencapai dua kali lipat jumlah anak-anak yang ditahan dalam 12 bulan hingga September 2013. Sebagian anak-anak itu masuk ke AS untuk meminta suaka dan yang lainnya mengunjungi kerabatnya yang sudah tinggal di AS dan mengajukan petisi untuk tetap tinggal. Para ibu yang bepergian bersama anak-anaknya juga meningkat, kata petugas. Para penyelundup manusia menyebar kabar burung yang mengatakan bahwa izin tinggal sementara di AS mungkin bisa diberikan kepada anak-anak, sehingga usaha mereka menjadi membesar. Na [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *