Tanya Jawab tentang Kartu Indonesia Sehat yang Dikelola BPJS

057246600_1415011642-z1.jpg

Hari ini, pemerintah secara resmi membagi Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada 15,5 juta keluarga kurang mampu di lima kantor pos, Jakarta. Namun banyak yang belum mengetahui apa itu KIS dan apa bedanya dengan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang baru berlaku awal tahun ini yang dikelola BPJS.

Berikut ini tanya jawab seputar Kartu Indonesia Sehat yang dirampung Health-Liputan6.com, Senin (3/11/2014):

1. Apa itu KIS?

KIS adalah singkatan dari Kartu Indonesia Sehat, program untuk mendapatkan jaminan sosial yang berlaku nasional untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pra sejahtera.

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Fahmi Idris menyampaikan, dengan KIS maka akan ada perluasan manfaat secara kualitas dan kuantitas. Kualitas dalam maksud, masyarakat prasejahtera akan mendapat layanan kesehatan mulai dari preventif (pencegahan) dan promotif. Sedangkan secara kualitas, akan ada penambahan jumlah orang yang sebelumnya tidak bisa ditampung dalam SJSN yang tercatat sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) yaitu 86,4 juta jiwa.

2. Bagaimana dengan peserta yang memiliki kartu Askes, Jamkesmas, Kartu Jakarta Sehat (KJS) untuk DKI dan sebagainya?

Selain KIS, untuk sementara kartu lainnya masih berlaku (kartu lainnya akan segera terintegrasi dengan kartu kepersertaan BPJS Kesehatan).

3. Bagaimana mendapatkan Kartu Indonesia Sehat?

Menurut Kepala Humas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Irfan Humaedi, untuk sementara, Kartu Indonesia Sehat (KIS) diperuntukkan bagi mereka pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang datanya telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial.

“Jika yang bersangkutan tidak mampu, dan belum terdaftar sebagai masyarakat miskin maka dia bisa melaporkan ke Kemensos, Dinas Sosial atau Pemda terkait. Nanti akan dicek apakah dia benar-benar tidak mampu oleh mereka,” kata Irfan.

Di tempat terpisah, Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Bambang Widianto menyampaikan, KKS merupakan pengganti Kartu Perlindungan Sosial (KPS) sebagai penanda keluarga kurang mampu. Kartu ini berbentuk Kartu HP (SIM card) yang berisi uang elektronik yang digunakan untuk mengakses Simpanan Keluarga Sejahtera, mencakup Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Simpanan Keluarga Sejahtera adalah bantuan tunai bagi keluarga kurang mampu, yang diberikan dalam bentuk rekening simpanan sebagai bagian dari strategi nasional keuangan inklusif.

Sementara di daerah, pemerintah mendorong Layanan Keuangan Digital (LKD) sarana simpanan dan transaksi non-tunai yang menggunakan nomor ponsel sebagai rekening tempat menyimpan dana. Penggunaan LKD untuk penyaluran bantuan sosial sudah diujicobakan dengan hasil yang baik kepada 1.600 rumah tangga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di 4 provinsi.

“Melalui LKD, pemerintah juga memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penerima bantuan. Setelah mendapatkan Kartu HP dengan uang elektronik tersebut, selanjutnya masyarakat tidak perlu antri untuk mengambil bantuan, karena bantuan tunai sudah disalurkan melalui rekening di nomor ponselnya. Selain itu, mereka pun tidak perlu mengambil langsung bantuannya dalam bentuk tunai sehingga aman bagi mereka,” kata Bambang.

4. Bagaimana alur pelayanan kesehatan untuk peserta KIS?

Irfan mengatakan, alur pelayanan KIS dengan pasien pengguna kartu BPJS Kesehatan sejauh ini sama. Mereka akan dilayani di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas terlebih dahulu baru kemudian bila menurut dokter perlu perawatan, bisa dirujuk ke Rumah Sakit. Khusus untuk gawat darurat, pasien bisa mendapatkan layanan di RS.

5. Apakah ada kemungkinan dobel data bagi masyarakat miskin yang mendapatkan KIS dan peserta PBI?

Menurut Irfan, kemungkinan dobel data sangat kecil mengingat semua kebenaran data akan divalidasi oleh Kementerian Sosial dan BPJS Kesehatan. “Kalau nggak sesuai, kita tolak. Nanti mereka yang datanya sesuai akan dibagikan KIS dan distribusi kartu, salah satunya bisa dilakukan di kantor pos.”

Baca juga:

Ini Beda Kartu Indonesia Sehat dan BPJS

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
4 Trik Tetap Sehat di Pesta Tahun Baru

4 Trik Tetap Sehat di Pesta Tahun Baru

Dalam hitungan hari, tahun akan berganti. Malam pergantian tahun biasanya diisi oleh aneka pesta yang dilakukan bersama keluarga maupun teman-teman. Tak jarang pada saat pesta-pesta seperti ini pola gaya hidup yang biasanya sehat berubah drastis. Minuman beralkohol biasa jadi salah satu menu yang hadir dalam pesta tahun baru. Pastikan Anda tetap aman dan sehat dengan 4 hal berikut seperti dilansir dari laman doctor OZ, Rabu (31/12/2014). 1. Selingi minum minuman beralkohol dengan makan snackSaat mengonsumsi minuman beralkohol pasatikan selingi dengan makan makanan tinggi protein seperti kacang, keju, atau daging untuk memperlambat penyerapan alkohol di sistem pencernaan. Jangan minum minuman beralkoho saat perut kosong. 2. Jangan minum kopi sehabis minum alkoholPesta tahun baru biasanya berakhir hingga subuh, namun pastikan tidak minum kopi untuk membuat Anda terjaga saat pulang. Kopi memang dapat membuat Anda waspada tapi akan sangat membahayakan bagi kesehatan bila meminumnya dengan kopi. 3. Selalu ingat bahwa alkohol punya dampak burukMinum minuman beralkohol dapat menyebabkan pusing, mengantuk, sakit kepala, sakit perut. Bahaya makin mendera apabila Anda minum minuman beral [...]

Komnas PA: Sekolah Internasional Tidak Jamin Bersih Pelecehan

Komnas PA: Sekolah Internasional Tidak Jamin Bersih Pelecehan

Untuk pendidikan anak, para orangtua kerap mencari yang terbaik untuk masa depan buah hati. Tidak sedikit yang memilih sekolah bagus dan lebih mahal seperti sekolah bertaraf internasional karena merasa lebih nyaman. Menurut Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, sekolah bertaraf internasional sekalipun tidak menjamin bersih dari kasus pelecehan seksual."Seketat apapun peraturan sekolah itu, atau semahal apapun sekolahnya tidak menjamin pelecehan seksual. Seperti sekolah yang bertaraf internasional, kalau dikelola tidak baik pelecehan atau kekerasan pada anak bisa saja terjadi," kata Arist, Selasa (15/4/2014).Arist mengatakan kasus kejahatan seksual anak sudah memasuki taraf darurat anak. "Sekolah yang begitu canggih seperti sekolah internasional itu malah petugas kebersihannya tidak membuat nyaman siswa yang ada di sana. Ini memperlihatkan kejahatan seksual pada anak bisa terjadi di mana saja, sudah masuk darurat anak," kata Arist. Baca Juga : Komnas PA akan Datangi TK Internasional Terkait Kasus Pencabulan Trauma Dilecehkan, Bocah TK Internasional Takut Sekolah Murid TK Internasional Korban Pelecehan Seks Masih Rasakan Sakit Para Pencabul B [...]

Ingin Payudara Lebih Besar? Lakukan Olahraga Ini

Ingin Payudara Lebih Besar? Lakukan Olahraga Ini

Kecantikan bisa datang dari mana saja, tetapi yang terpenting adalah kecantikan dari dalam diri. Namun sayangnya, masih banyak yang tidak percaya lantaran memiliki ukuran payudara yang cenderung kecil. Tenang, tak perlu melakukan operasi, cukup berniat dan konsisten melakukan olahraga ini Anda bisa memiliki payudara dengan ukuran lebih besar. Berikut ulasan seperti yang dilansir dari Wikihow, Jumat (12/12/2014): Lakukan Push-Up Push-up berguna untuk melatih otot-otot yang ada di lengan dan dada. Push-up mampu membantu memperkuat dan memperbesarkan ukuran payudara sehingga terlihat lebih penuh. Tak hanya itu, Anda akan mendapatkan lengan yang lebih langsing sebagai bonusnya. Jadi, lakukanlah push-up selama kurang lebih 20-25 menit setiap hari. Angkat Beban Posisikan tubuh Anda berbaring telentang, kemudian regangan tangan ke atas dengan benda berbobot atau gunakan dumbbell seberat 3-5 Kilogram untuk pemula. Lakukan ini sebanyak 2-3 kali dalam seminggu sehingga perubahan pada payudara Anda akan lebih terlihat. Lakukan langkah ini: 1. Pegang dumbbell di kedua tangan dan posisi berdiri Anda bertumpu pada paha. 2. Angkat dumbbell ke atas sampai tangan lurus, kemudia [...]

Tantangan yang Dihadapi Prof. Tanaka Saat Operasi Bocah Hafidz

Tantangan yang Dihadapi Prof. Tanaka Saat Operasi Bocah Hafidz

Berkat kerjasama antara 30 dokter spesialis dari tiga rumah sakit ditambah dua Ahli Transplant Dunia yaitu Prof. Koichi Tanaka dan Prof. Azuma, operasi cangkok hati yang melibatkan pasien bernama Muhammad Sayid Hafidz (8) berjalan lancar selama kurang lebih 15 jam pada Senin (24/2/2014). Meski operasi terhadap anak dengan Allegile Syndrome Pro Transplantasi Liver ditangani langsung oleh ahlinya, adakah kesulitan yang ditemukan oleh kedua ahli tersebut, mengingat selesainya operasi sedikit meleset dari prediksi semula yang rencananya berjalan selama 10 jam?Menurut Profesor Koichi Tanaka, kesulitan yang dirasakannya terletak pada ukuran pembuluh darah yang berbeda antara pendonor dan si penerima donor itu sendiri. Di mana dalam kasus ini, yang menjadi pendonor bagi bocah Hafidz tak lain adalah bapak kandungnya sendiri, yaitu Sugeng Kartika (45)"Anak ini kan pendonornya adalah ayah kandungnya sendiri. Ukuran pembuluh darah di antara orang dewasa dan anak-anak berbeda, yang membuat kami harus lebih berhati-hati dan fokus," kata Profesor Tanaka kepada Health Liputan6.com di Pelataran Kamar Operasi Rumah Sakit Pertamedika Sentul City, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (25/2/2014)Selain itu, [...]

6 Masalah Kesehatan Akibat Perubahan Iklim

6 Masalah Kesehatan Akibat Perubahan Iklim

Perubahan iklim yang terjadi secara global di dunia ternyata mempunyai kaitan terhadap munculnya permasalahan kesehatan secara global. Salah satu organisasi kesehatan internasional besar dunia, baru-baru ini menganalisis 56 studi bahwa perubahan suhu global yang semakin meningkat memiliki dampak besar pada kesehatan global. Perubahan iklim global ini menurut 97 persen ilmuwan disebabkan oleh ulah manusia sendiri yang tak mencintai lingkungan. Dalam studi yang diterbitkan JAMA, menjabarkan efek besar perubahan ini pada kesehatan manusia dunia. Dilansir dari laman Time, Rabu (24/9/2014) berikut daftar permasalahan kesehatan yang ditimbulkan perubahan iklim: 1. Masalah kesehatan yang terkait suhu panasPeneliti menemukan data bahwa kematian yang terkait dengan panasnya suhu melebihi kematian akibat suhu dingin.Selain itu, para pekerja di luar ruangan terkena dampak besar dalam perekonomiannya akibat suhu panas ini. Suhu panas membuat para pekerja yang bekerja di luar ruangan seperti petani kehilangan hari bekerja karena panas terik. Hal ini terjadi Asia Tenggara, Amerika Tengah, Afika Barat dan Afrika Tengah. 2. Masalah pernapasanKebakaran hutan membuat bumi makin panas. Tak hany [...]

Para Orangtua, Mari Belajar Menjadi Terapis bagi Anak

Para Orangtua, Mari Belajar Menjadi Terapis bagi Anak

Orangtua adalah guru pertama dan utama sejak anak masih di dalam kandungan ibu. Orangtua juga figur otoritas yang sangat penting bagi anak. Apa yang diucapkan, disarankan dan diperintahkan pada anak akan dituruti. Namun, seringkali orangtua tidak menyadarai bahwa masalah yang timbul pada anak sesunggunya karena orangtua. Karena itu orangtua pula yang dapat menjadi terapis terbaik bagi anak. Betulkah? Kok bisa? Bagaimana caranya? Apakah kita bisa? Semua jawaban ada dalam sesi talkshow bersama Hipnoterapis Klinis sekaligus Certified Trainer Dra. Widya Saraswati, CCH, CT di Antiapolis Holistic Therapy Center, Jl. Maleo IV Blok JB 3 no. 17, Bintaro Jaya, Sektor 9, Tangerang 15229, Sabtu, 6 Desember 2014, pukul 10.00-13.00, biaya Rp. 150.000 termasuk morning coffee dan launch. Anda yang berminat silakan kontak ke 081283200986, 0816717409, atau email ke antiapolis@gmail.com. [...]

Bocah 6 Tahun Miliki Bulu seperti Kucing

Bocah 6 Tahun Miliki Bulu seperti Kucing

Zhao Xinrui (6) dijuluki manusia kucing (catgirl) karena memiliki penyakit langka. Hampir sebagian tubuhnya dipenuhi bulu berwarna hitam mirip seperti kucing. Kondisi ini, kata orangtuanya, telah tejadi sejak setahun lalu. Tapi melihat perkembangan bulunya yang semakin meluas, ibunya ketakutan dan meninggalkan anak serta suaminya dari desa Changshan dekat Luzhou Kota di provinsi Sichuan barat daya China. Neneknya, Zhao Henghui mengatakan, Ia awalnya tidak curiga bahwa kondisi Zhao sangat langka sebab dokter mengatakan kepada kami ituhanya tanda lahir. Bahkan ketika bulu itu mulai menyebar dan sekarang telah mencakup setengah tubuhnya. Sayangnya, menurut ayahnya Zhao Lai (45), keluarga mereka tidak memiliki cukup uang. Padahal Zhao berharap bisa sembuh dan inginmenggunakan pakaian renang seperti teman-temannya. Beruntung, Dailymail, Selasa (22/7/2014) melaporkan, ada banyak donatur yang ingin membantu Zhao. Saat ini, Zhao telah dikirim keibukota provinsi Chengdu untuk melakukan perawatan medis untuk melakukan operasi. [...]

Masih Ada Orang Kaya Belum Paham Rumah Higienis

Masih Ada Orang Kaya Belum Paham Rumah Higienis

Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami rumah yang higienis. Demikian dikatakan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr Amaranila Lalita Drijono, SpKK yang juga penggagas komunitas Bersih Nyok!."Tidak hanya kelas menengah ke bawah, tetapi juga yang menengah ke atas. Mereka sering membagi dapur menjadi dapur kotor dan bersih, bersih untuk majikan dan dapur kotor untuk pembantu. Ini padahal salah," kata dr. Amaranila saat dihubungi Tim Health Liputan6.com, Kamis (20/2/2014).Menurutnya tidak perlu ada pembagian seperti itu. Ruangan yang banyak aktivitasnya justru harus bersih. "Kan pembantu yang banyak melakukan aktivitas memasak atau mengolah bahan makanan, nah ini yang harusnya lebih dijaga kebersihan dan higienisnya. Karena dasarnya kan dari sana, bukan hanya mementingkan dapur bersih saja," katanya.Hal yang sama juga pernah dipaparkan Brand Manager Wipol, Asep Haekal dalam acara gerakan aksi anti kuman. "Ternyata banyak masyarakat yang belum paham bahwa rumah yang bersih saja tidaklah cukup. Tapi juga harus higienis dengan dibersihkan menggunakan desinfektan. Selain itu mereka juga masih banyak yang belum paham, misalnya menyimpan kain pel itu menghadap ke atas yang b [...]

Lebah Miliki Kemampuan Deteksi Kanker pada Manusia

Lebah Miliki Kemampuan Deteksi Kanker pada Manusia

Binatang lebah merupakan salah satu jenis serangga paling ditakuti manusia karena sengatannya. Meski sedikit menakutkan, tapi lebah mampu mendeteksi kanker pada manusia. Kok bisa?Lebah memiliki indera penciuman 100 kali lebih sensitif dari hidung manusia. Memiliki 170 reseptor bau, lebah mampu mengenali adanya gas metabolik sama yang dipancarkan oleh sel-sel kanker pada tahap awal penyakit.Misalnya saja yang dilakukan para peneliti dari University of Georgia. Para peneliti tersebut telah menemukan sebuah perangkat di mana lebah dilatih untuk bergerak ke arah bau tertentu. Peneliti kemudian menggunakan perangkat lunak komputes untuk menganalisis gerakan lebah untuk mentukan pola bahwa bau telah diidentifikasi dengan hasil positif.Seorang desainer industri dari Inggris, Christina Soares, menerapkan pendekatan akan pelatihan perilaku dalam mengembangkan alat yang diciptakan bernama Bee. Dalam alat kaca tersebut terkandung biomarker penyakit seperti napas pasien, yang nantinya mempermudah kerja Bee untuk mendeteksi penyakitnya.Dalam sebuah studi yang diterbitkan di dalam jurnal Nature, para peneliti telah merancang mesin yang mampu meniup bau yang dipancarkan dari lima jenis sel-sel ka [...]

Tutup Sekolah yang Banyak Kasus Bullying

Tutup Sekolah yang Banyak Kasus Bullying

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diminta tegas untuk menutup sekolah yang tidak memiliki izin operasional dan sekolah yang banyak kasus bullying.Psikolog Tika Bisono mengatakan, sebaiknya tidak hanya kasus Taman Kanak-kanak di Jakarta International School (JIS) yang ditutup karena tidak memiliki izin operasi, melainkan juga institusi lainnya bila ditemukan tingkat bullying tinggi."Saya rasa tidak hanya JIS yang harus ditutup karena tidak punya lisensi. Sekolah yang punya lisensi pun bisa saja ditutup, kalau tingkat bullyingnya tidak karuan. Seperti STIP dan STPDN," kata Tika Bisono dalam acara `Dompet Dhuafa dan GNOTA: Move On untuk Pendidikan Anak Indonesia` ditulis Health Liputan6.com Senin (5/5/2014).Pencabutan izin beroperasi, kata Tika, menjadi momok menakutkan bagi institusi pendidikan yang besar dan banyak peminatnya. Itu bisa jadi pembelajaran buat institusi pendidikan mana saja, agar mampu mendidik dan memberi pembelajaran moral pada muridnya untuk tidak berbuat seenaknya. "Anak-anak itu nakal, maka mereka disekolahkan, agar tidak nakal dan tahu mana yang benar. Anak yang bodoh juga disekolahkan agar pintar. Jangan justru sebaliknya, semakin menjadi-jadi [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *