Tarif Paket RS yang Ikut JKN Segera Diubah

6962098218_7b18b44f76_z.jpg

Sekitar 39 tarif paket atau Indonesia Case Based Groups (INA CBGs) yang selama ini berlaku di RS sejak Jaminan Kesehatan Nasional berlaku, rencananya akan diubah. Perubahan ini akan dilakukan lantaran adanya sejumlah tarif yang terlalu rendah dan tinggi.

Seperti disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti saat hadir dalam Focus Group Discussion International Pharmaceutical Manufacturer Group (IPMG) di WTC, Selasa (19/8/2014) bahwa ketimpangan tarif paket akan segera diperbaiki.

“RS rujukan tipe A ( rumah sakit pusat) dan Tipe B itu ketimpangannya bisa sampai 50 persen. Padahal dalam Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), tidak ada istilah RS tipe A, B, C, D yang ada RS tingkat primer dan lanjutan yang ada dalam satu wilayah, kabupaten atau kota. Inginnya semua standar tarif sama, tapi kan tidak mungkin. Jadi Kementerian Kesehatan melihat perlu adanya evaluasi tarif agar kesenjangan ini dapat diminimalisir,” katanya.

Wamenkes menyontohkan, untuk tarif yang dinaiikan semisal tarif untuk bedah saraf. Pada tindakan tertentu, ia menilai perlu ada kenaikan tarif. Sementara ada pula tarif yang kelebihan seperti dialisis, yang saat ini sebesar Rp 1,3 juta. Padahal sebelum ada JKN, pengeluaran dialisis hanya Rp 600 ribu.

“Basis inacbgs itu data RS dulu. Dulu, ada yang menyetor data dengan baik tapi juga ada yang tidak sehingga data sebelumnya kadang tidak sesuai realitas. Tapi karena JKN sudah implementasi Januari, data lengkap dan terkumpul maka dilakukan revisi. Sebenarnya perbedaan tarif ini tidak terlalu jauh bedanya. Seandaiya tidak direvisipun tidak jadi masalah hanya jadi kuarang adil karena ada kelebihan dan kekurangan,” jelasnya.

Namun demikian, Wamenkes menambahkan, perubahan tarif ini tidak akan memengaruhi RS tipe C dan tipe D karena perubahan ini dipandang dari nilai keekonomian. “Kami sudah ada simulasi menyangkut ketersediaan dana, dana cadangan, dana untuk klaim pasca pelayanan kesehatan, sehingga kami masih melihat efektifnya.”

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Bayi Raksasa Lahir di China

Bayi Raksasa Lahir di China

Seorang ibu di kota Yecheng, Provinsi Shanxi, China melahirkan bayi raksasa dengan berat 6 kilogram pekan lalu. (Baca juga: Bayi-bayi yang lahir dengan ukuran jumbo)Menurut dokter di rumah sakit, berat bayi Nyonya Tian kurang lebih sama dengan bayi yang berusia 3 bulan. Sehingga tentu hal ini mengejutkan pihak rumah sakit.The South China Daily Post melaporkan salah satu Direktur RS bahkan mengaku baru melihat bayi sebesar ini untuk pertama kalinya. "Saya berkarir selama 30 tahun dan ini baru pertama kalinya saya melihat bayi sebesar itu," kata Direktur Chongji, seperti dikutip Dailymail, Jumat (29/8/2014). Meski begitu, bayi Tian ternyata bukan bayi besar satu-satunya. Situs Guinness World Records pernah mencatat, bayi terbesar di dunia lahir pada Januari 1879 di Ohio dengan berat hampir 10 kilogram namun meninggal 11 jam kemudian.Bayi raksasa dengan berat yang sama seperti di Ohio juga terjadi di Italia pada September 1955 tapi berhasil bertahan hidup. (Baca juga: Bayi raksasa berhasil diselamatkan) [...]

Kisruh Program BPJS Kesehatan

Kisruh Program BPJS Kesehatan

Pemberlakuan BPJS Kesehatan sejak tanggal 1 Januari 2014 telah menimbulkan kekhawatiran bagi tenaga kesehatan mengenai metode pembayaran jasa mereka dengan menggunakan sistem kapitasi dan INA-CBGs yang dinilai memiliki kelemahan. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin secara terang-terangan mengatakan sistem kapitasi yang hendak diterapkan bagi para dokter di layanan kesehatan primer (puskesmas) bisa membuat para dokter "tekor" (rugi) atau berkurang pendapatannya akibat bertambahnya jumlah pasien. "Biaya kapitasi dan INA-CBGs yang terlalu kecil berisiko menyebabkan dokter 'tekor'. Kalau sudah begitu dokter tidak mampu lagi memenui kebutuhan sehari-hari," kata Zaenal. Tarif kapitasi dihitung berdasarkan jumlah peserta terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan. Pemerintah menetapkan tarif kapitasi untuk layanan primer (puskesmas) sebesar Rp3-6 ribu, untuk layanan klinik pratama dan praktek dokter sebesar Rp8-10 ribu serta Rp2 ribu untuk praktek dokter gigi mandiri namun Zaenal mengatakan jumlah tersebut masih sangat kurang apalagi jika jumlah masyarakat yang terdaftar sangat sedikit misalnya di daerah. "Yang say [...]

Fobia Aneh, Mike Muntah Setiap Lihat Kim Kardashian

Fobia Aneh, Mike Muntah Setiap Lihat Kim Kardashian

Seseorang bisa mengalami fobia pada makanan, binatang, kegelapan, atau ketinggian. Tapi berbeda dengan Mike Amess. Jangan sekali-kali mengajaknya menonton acara televisi Keeping Up With The Kardashians yang memperlihatkan Kim Kardashian karena langsung keringat dingin dan sampai muntah-muntah.Ketika sejumlah pria menyanjung Kim dengan kemolekan tubuhnya, Mike (24) dari Exeter mengaku berkeringat dingin dan muntah-muntah di toilet jika melihat atau mendengar anggota keluarga yang terkenal tersebut."Hanya mendengar suara hidung Kardashian atau sekilas melihat di layar televisi membuat saya merasa mual dan gemetar."Tangan saya menjadi berkeringat, napas menjadi lebih berat dan saya mulai berkeringat. Kadang-kadang mata saya berair dan ingin muntah," kata Mike seperti dilansir Metro, Jumat (1/4/2014).Fobia merupakan 8ketakutan yang ekstrem dan irasional. Biasanya ketukan tersebut dirangsang oleh benda tertentu atak keadaan yang membuat hidup Anda tersiksa.Jika Anda mengalami fobia, Anda berusaha keras menghindarinya meski kebanyakan orang menganggapnya tak berbahaya. Profesor Isaac Marks dari King College London Institute of Psychiatry menjelaskan, sebenarnya Anda tak perlu hidup denga [...]

Apiknya Karya Penderita Gangguan Bipolar saat Depresi

Apiknya Karya Penderita Gangguan Bipolar saat Depresi

Siapa bilang mereka yang didiagnosa gangguan jiwa tak mampu beraktivitas dan melahirkan karya apik? Vindy Ariella (23) perempuan yang didiagnosa gangguan bipolar lima tahun lalu membuktikan ia mampu berkarya di bidang desain. Sebagai pasien gangguan bipolar, ada kalanya Vindy dalam episode depresi. Jika dulu ia bisa mengamuk, marah-marah, mengurung diri, merasa tak berguna bahkan berpikir untuk bunuh diri namun kini tak lagi. Ia sudah bisa berusaha untuk mengontrol pada episode ini dan menuangkan perasaan yang dirasakannya lewat goresan tinta menjadi sebuah karya lukisan apik. "Kini aku sedang mencoba art health saat aku dalam episode depresi. Perasaan-perasaan sedih coba aku alihkan. Karena aku suka desain, kutuangkan bikin lukisan sesuai perasaan aku saat itu," jelas Vindy yang ditemui Liputan.com, Sabtu (16/8/2014). Perempuan lulusan fakultas kedokteran ini tak hanya menyimpan hasil karyanya, namun ia juga memamerkan beberapa kali. Bahkan, lukisannya jadi dicetak dalam bentuk aneka merchandise Bipolar Care Indonesia, sebuah komunitas tempatnya aktif bernaung. "Aku ingin membuktikan bahwa sebagai penderita bipolar aku bisa berkarya layaknya orang normal," ujarnya dengan [...]

Kesehatan dalam Kerangka Konsep Trisakti

Kesehatan dalam Kerangka Konsep Trisakti

12 November 2014 ini diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 50. 50 tahun yang lalu di hari yang sama Presiden Sukarno mencanangkan Komando Pemberantasan Malaria ( KOPEM ) yang kemudian dipakai sebagai awal peringatan HKN . Kita dapat menarik "benang merah" antara pencanangan oleh Presiden Sukarno dulu dan kepemimpinan Presiden Joko Widodo sekarang ini, yaitu konsep " Trisakti". Dalam pendalamannya, konsep "Trisakti" dapat diimplementasikan secara nyata dari sudut Kesehatan Masyarakat. "Berdaulat dalam Politik" :??- wewenang penuh kita dalam pengaturan sumber daya kesehatan. Beberapa contohnya adalah pengaturan pemodalan rumah sakit dan juga regulasi bagi tenaga kesehatan asing, - Khusus untuk bahan biologis kesehatan yang akan dibawa ke luar negeri maka kita memberlakukan "Standard Material Transfer Agreement (SMTA)" , - Bentuk lain adalah wewenang kita menentukan program penanggulangan kesehatan yang kita anut.- Peran penting Indonesia di politik kesehatan internasional selama ini, baik di tingkat regional maupun di tingkat dunia, WHO, dll "Kemandirian dalam Ekonomi" :?- Aspek pertama adalah program Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang akan menjangkau ratusan juta or [...]

Mau Umroh atau Haji? Waspadai Virus MERS!

Mau Umroh atau Haji? Waspadai Virus MERS!

Warga Negara Indonesia (WNI) yang hendak menunaikan ibadah haji dan umroh diimbau untuk mewaspadai merebaknya Virus MERS. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Arab Saudi di Riyadh mengatakan, Kementerian Kesehatan Arab Saudi merilis sejauh ini virus yang belum ditemukan penangkalnya ini telah menelan 69 korban meninggal dan menjangkiti 194 orang.Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga mengumumkan, sebanyak 8 orang termasuk di antaranya 5 petugas kesehatan di Jeddah positif terjangkit MERS. Karena itu, masyarakat diimbau membaca petunjuk yang dikeluarkan Kementerian dan hal-hal pencegahan dari terjangkitnya virus MERS.Virus MERS merupakan virus yang mulai terdeteksi pada April 2012 di Arab Saudi yang merupakan varian dari coronavirus yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, mulai dari penyakit flu biasa sampai dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).Penamaan virus ini dengan MERS-Cov muncul dalam sebuah jurnal kesehatan pada tanggal 15 Mei 2013. Menurut penelitian, meskipun serumpun, virus MERS-Cov secara genetis berbeda dengan virus SARS yang pernah menghebohkan dunia pada tahun 2003.Gejala umum penyakit yang ditimbulkan virus ini adalah seperti flu [...]

Dokter Belajar Lagi Teknik Radioterapi di RSCM

Dokter Belajar Lagi Teknik Radioterapi di RSCM

Perkembangan teknologi kedokteran khususnya pada bidang radioterapi, membuat para tenaga kesehatan harus menguasai segala aspek fisika medik yang mendasarinya.Untuk menambah ilmu terkait dengan teknik radioterapi, Himpunan Fisika Medik dan Biofisika Indonesia (HFMBI) dan Departemen Fisika FMIPA-UI, bekerjasama dengan Departemen Radioterapi RSCM dan Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia (PORI), berkolaborasi dengan American Association of Physicist in Medicine (AAPM) menyelenggarakan International Workshop on Modern Clinical Radiotherapy (IWMCR) di Departemen Radioterapi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo."Workshop yang diselenggarakan sejak 27 sampai 30 Agustus 2014 ini, akan diikuti oleh 120 orang yang terdiri dari berbagai profesi, yang berkaitan dengan pelayanan radioterapi. Baik dalam maupun luar negeri," kata Soehartati Gondhowiardjo, MD, PhD dalam konferensi pers yang diadakan di Departemen Radioterapi RSCM Lantai 3, Salemba, Jakarta, Kamis (28/8/2014)Kepala Departemen Onkologi Radiasi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menambahkan, adanya IWMCR ini membuat seluruh tenaga kesehatan sama-sama bekerja dan belajar, agar terapi radiasi dapat diberikan secara aman, baik [...]

Belum Ada Rokok Bergambar Seram di Palu

Belum Ada Rokok Bergambar Seram di Palu

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) mengeluarkan peraturan baru yang mengharuskan seluruh produsen rokok di tanah air mengganti pembungkus lama dengan pembungkus baru bergambar 'seram' yang menggambarkan efek buruk akibat merokok. Bahkan, untuk menertibkan itu Kemenkes telah mengimbau kepada seluruh produsen rokok agar menarik produk-produk rokok yang masih beredar polos atau tidak menampilkan gambar bahaya merokok di sejumlah kios, toko, dan swalayan. Untuk mempermudah peraturan itu, Kemenkes sampai mengeluarkan sanksi tegas. Produsen rokok yang melanggar akan dijerat UU Nomor 36 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012. Hal ini dilakukan, tidak lain sebagai bentuk kampanye untuk menghentikan peningkatan perokok di Indonesia yang kini telah mencapai 66 juta jiwa. Menurut Kemenkes, kata-kata sudah tidak lagi ampuh. Karena itu harus diganti dengan menggunakan gambar yang riil di bungkus rokok. Harapannya, penurunan jumlah perokok sebagai bagian dari penyelamatan terhadap generasi muda bangsa Indonesia terhadap zat adiktif yang ditimbulkan rokok. Meskipun telah diinstruksikan demikian, beberapa distributor rokok sejumlah produsen di Palu, Sul [...]

Bumbu Dapur untuk Perawatan Kecantikan

Bumbu Dapur untuk Perawatan Kecantikan

Bumbu yang biasa ditemukan di dapur, ternyata dapat digunakan sebagai bahan perawatan alami bagi kulit. Sebenarnya, sebagian dari bumbu-bumbu ini juga kerap dijadikan bahan untuk produk perawatan kulit yang sering Anda gunakan.Ahli kecantikan dari situs FoxNews, Julie Banderas dan Nina Sutton mengatakan, bila Anda membeli produk perawatan kulit, cobalah untuk mengeceknya. Sebab, kemungkinan Anda akan menemukan beberapa bumbu dapur yang biasa digunakan untuk memasak tercantum di dalamnya.Berikut beberapa bumbu dapur yang dapat digunakan sebagai bahan alami perawatan kulit, seperti dikutip dari laman Fox News, Sabtu (4/1/2013): #1. KunyitKunyit dikenal sebagai `bumbu emas kehidupan`. Bahan memasak satu ini, disebut memiliki banyak manfaat kesehatan yang dihasilkan dari sifat antioksidan dan anti-inflamasi.Bahkan, wanita di India kerap menggunakan kunyit sebagai bahan perawatan kulit. Hasilnya, kulit pun cerah dan kian merona.Di dalam kunyit terdapat bahan aktif bernama kurkumin yang memiliki fungsi sebagai antijamur, antialergi, dan memiliki sifat antiseptik dan antibakteri.Tak percaya? Anda dapat mencobanya di rumah. Caranya, campurlah 1/4 sendok kunyit yang telah ditumbuk halus de [...]

PABMI: Bicara CBL, Bicara Tentang Kualitas Hidup Pasien

PABMI: Bicara CBL, Bicara Tentang Kualitas Hidup Pasien

Kasus celah bibir dan langit-langit (CBL) di Indonesia masih tergolong tinggi. Dari data statistik yang dihimpun Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI), setiap tahun ada 7.500 bayi yang lahir dengan kelainan ini. "Kasus CBL ini menjadi salah satu kasus yang paling besar, karena angkanya yang cukup tinggi," kata Asri Arumsari, drg, SPBM kepada Health-Liputan6.com di Bandung, Jawa Barat, ditulis pada Senin (8/9/2014)Kepala SMF Bedah Mulut Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, mengatakan, alasan di balik masih tingginya kasus CBL di sini, karena pada dasarnya PABMI tidak hanya bicara masalah bibir atau langit-langit saja, melainkan juga masalah kualitas hidup pasien."Jadi, betah itu hanya titik awal di tahapan perawatan. Kita sangat membutuhkan support masyarakat dalam meraih kualitas anak-anak ini, dan bagaimana agar mereka merasa bahwa diterima dengan baik di lingkungannya," kata Asri.Diakui Asri, stigma sejumlah masyarakat terhadap pasien dengan kondisi CBL masih sangatah rendah. Banyak di antara mereka yang memandang rendah dan aneh pasien tersebut. Bahkan, kata Asri, stigma masyarakat di sini mengakar kepada budaya di sejumlah daerah yang menggambarkan [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *