Tegar, Mantan Pengamen Cilik Nggak Doyan Makanan Cepat Saji

tegar-masak-140111b.jpg

Nama Tegar Septian sepertinya sudah akrab di telinga masyarakat. Lewat lagunya “Aku yang Dulu Bukanlah Sekarang” bocah kelahiran Pemalang, 18 September 2001 ini sempat mencuri perhatian masyarakat.

Tidak seperti anak-anak seusianya yang gemar sekali mengonsumsi makanan cepat saji alias “fast food” seperti burger, ayam goreng ala resto fast food. Tegar mengatakan itu makanan yang buruk.

“Aku tidak suka ayam-ayam goreng yang di restoran itu. Itu kan makanan buruk, coba didiamkan dua hari ditutup jangan dibuka. Itu akan ada belatungnya. Nah pasti begitu juga kalau di perut,” katanya sambil mengernyitkan dahi sebagai ekspresi tidak suka.

Tegar mengaku lebih menyukai masakan desa dan Indonesia sekali seperti tempe orek, telur dan ayam penyet.

“Makan ya cukup tempe orek, telur sudah lezat sekali. Ditambah buah-buahan apa saja aku suka,” jawab Tegar saat ditemui di tempat latihan motorcross di bilangan Depok, ditulis Sabtu (10/1/2014).

Menurut Personal Assistantnya, Vijay, Tegar merupakan anak yang gampang makan apa saja. Serba doyan asal bermanfaat.

“Dia mah tidak neko-neko orangnya, makanan yang paling dia suka ya tempe orek, telur dan ayam penyet. Kalau makanan cepat saji dia tidak mau, kecuali pizza dia suka,” kata Vijay.

Tegar merupakan pengamen cilik asal Subang yang kini telah menjadi artis penyanyi tidak hanya terkenal di Indonesia namun juga beberapa negara Asia lain.

“Sudah hampir pelosok kota kenal Tegar dan beberapa negara Asia seperti Malaysia, Singapura dan Hongkong sudah banyak penggemarnya,” kata Vijay.

(Mia/Abd)

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Sasar Anak Muda, BKKBN Ajarkan Arti Pernikahan

Sasar Anak Muda, BKKBN Ajarkan Arti Pernikahan

Sebagai generasi harapan bangsa, penting bagi setiap remaja untuk menjadi Generasi Berencana (GenRe), karena tanpa perencanaan yang baik dan didukung mimpi dan cita-cita yang tinggi, mustahil seorang remaja dapat mewujudkan masa depan yang baik. Terlebih berdasarkan sensus penduduk 2010 jumlah remaja kurang lebih 64 juta atau sekitar 27,6 % dari total penduduk Indonesia. Sementara salah satu penyebab tingginya Angka kematian Ibu (AKI) menurut SDKI 2012 sebesar 359/100.00 kelahiran adalah karena melahirkan di usia muda. Begitu disampaikan Kepala BKKBN Prof. dr. Fasli Jalal, PhD, Sp.GK saat diwawancari dalam acara Eagle Junior Documentary Camp (EJDC), sebuah kompetisi ide film dokumenter untuk remaja usia 15 - 19 Tahun di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, ditulis Sabtu (22/11/2014)."Besarnya arus globalisasi informasi di yang tidak terkendali akan berdampak positif dan negatif bagi remaja. Perilaku negatif mengakibatkan hidup tidak sehat dan tidak berakhlak. Dengan adanya program pembuatan film ini, kami mengajak generasi muda.Tujuannya agar kalangan generasi muda terutama remaja tidak melakuka pernikahan pada usia dini, dengan kata lain GenRe adalah membangun pengertian masyarakat tent [...]

Dua Kutub Ekstrem pada Gangguan Bipolar

Dua Kutub Ekstrem pada Gangguan Bipolar

Istilah bipolar disorder mendadak terkenal usai salah satu bintang sinetron dan penyanyi tanah air, Andriani Marshanda, mengaku dirinya menderita gangguan bipolar tipe 2 oleh dokter ahli jiwa yang menanganinya. "Kata dokter Richard saya menderita bipolar disorder tipe 2," terang Marshanda saat ditanyai host Alvin Adam apakah ia mengidap bipolar dalam program televisi Just Alvin di Metro TV pada Minggu (10/8/2014). Bipolar disorder atau gangguan bipolar adalah salah satu jenis gangguan kejiwaan. Istilah bipolar sendiri mengacu pada adanya dua kutub yang melanda mood pasien bipolar secara bergantian, yaitu kutub manik dan kutub depresi. "Manik adalah mood yang meningkat. Dia merasa gembira luar biasa. Dia punya tenaga luar biasa, tidak merasakan capai. Dia bisa berbicara banyak sehingga kita tidak bisa menyela perbincangannya. Idenya sangat banyak. Dia bisa punya percaya diri luar biasa. Dia bisa tidak tidur tanpa ada rasa lelah. Dan keinginan seksualnya pun tak terbendung," tutur dokter spesialis kejiwaan dari Departemen Psikiatri FKUI/RSCM DR. dr. Nurmiati Amir SpKJ(K) . "Dia pun bisa melakukan tindakan menyerempet bahaya. Misalnya mengebut di jalan raya karena percaya diri lua [...]

Pasien Penyakit Jantung Ingin Mudik, Perhatikan Ini

Pasien Penyakit Jantung Ingin Mudik, Perhatikan Ini

Pasien dengan penyakit serius seperti jantung yang ingin berangkat mudik ke kampung halaman mengendarai kendaraan pribadi, harus menyadari bahwa kemungkinan untuk mengalami kekambuhan cukuplah besar. Maka itu, obat menjadi barang pertama yang harus diingat, dan jangan sampai tertinggal."Kalau yang serius, obat jangan lupa dimakan dan dibawa. Karena ada beberapa jenis obat yang dianjurkan untuk dimakan di bawah lidah, ketika merasa keadaan sedang tidak enak dan nyaman," kata Dr Santoso Adhiwana, SpJP kepada Health Liputan6.com ditulis Sabtu (26/7/2014)Lanjut Santoso, usahakan jarak antara letak obat dan penglihatan serta genggaman kita tidak terlalu jauh. Sehingga, ketika penyakitnya kambuh, obat tersebut mudah dicapai. "Taruh saja di saku, sudah paling aman. Kalau pun dia kolaps, orang yang ada di sekitarnya mudah menemukan obatnya itu," kata Santoso menambahkan. Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta, menambahkan, jika penyakit jantung koroner pada pasien tergolong serius, jangan mengendarai mobil seorang diri, harus didampingi. Jika perlu, orang yang mendampingi itu juga bisa menyetir, sehingga bisa diminta untuk gantian."Paling penting jangan [...]

Petani, Nelayan dan Buruh Perokok Terbanyak di Indonesia

Petani, Nelayan dan Buruh Perokok Terbanyak di Indonesia

Hingga saat ini, tantangan besar yang harus dihadapi adalah peningkatan prevalensi merokok penduduk Indonesia dari 27% (1995) menjadi 36,3% (2013). Bahkan, data hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2013 menunjukkan penduduk yang bekerja sebagai petani/ nelayan/buruh menunjukkan proporsi terbesar dalam presentase perokok aktif setiap hari, yaitu sebesar 44,5%. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, di Jakarta ditulis, Rabu (18/6/2014). Tema global peringatan World No Tobacco Day 2014 adalah Raise Taxes on Tobacco. Sedangkan tema nasional peringatan HTTS 2014 adalah ?Naikan Cukai Rokok, Lindungi Generasi Bangsa?. Tema tersebut relevan dengan fokus menjadikan cukai rokok sebagai instrumen kebijakan dalam memperkuat pengendalian tembakau di Tanah Air. ?Berdasarkan Undang-undang No. 39 tahun 2007 tentang Cukai, batas maksimum cukai rokok yang diperbolehkan yaitu 57% dari harga jual eceran rokok. Sedangkan di tingkat global, standar cukai rokok adalah 65%?, ujar Menkes. [...]

Hipnoterapis: Anak Itu Cerdas dan Tak Pernah Salah

Hipnoterapis: Anak Itu Cerdas dan Tak Pernah Salah

Mengubah perilaku buah hati yang bermasalah seperti tidak mau menuruti perkataan orangtuanya mungkin akan terdengar sulit. Namun bukan berarti Anda lepaskan tanggung jawab pada terapis atau psikolog.Seperti disampaikan hipnoterapis klinis, Dra. MTh. Widya Saraswati, CCH, CT bahwa seringkali orangtua menganggap anaknya itu kayak harus masuk mesin cuci yang keluar bersih. Analogi ini diberikan karena seolah orangtua tidak sanggup lagi mendidik atau membimbing anaknya. "Saya sebagai terapis, senang saja karena dipercaya. Tapi bukankah alangkah baiknya bila orangtua sendiri yang menjadi terapis anak? Banyak yang tidak mengerti juga, mereka bolak- balik datang. Nanti kalau anaknya sudah diterapi, dia kembali lagi karena ada program yang salah dari orangtua," katanya. Menurut Widya, sejak dalam kandungan, anak itu masih dikuasai pikiran bawah sadar. Artinya, apapun yang disampaikan akan dicerna olehnya. Sehingga kalau orangtua bicara negatif, maka akan tertanam di benaknya. Ditambah lagi, pikiran bawah sadar pada anak itu jauh lebih kuat dari yang kita bayangkan atau sembilan kali lipat lebih besar. "Anak usia dibawah 13 tahun, belum bisa mengetahui mana yang membahakan dirinya atau t [...]

Dengan MRI 3 Tesla Skyra, Deteksi Kanker Payudara Lebih Cepat

Dengan MRI 3 Tesla Skyra, Deteksi Kanker Payudara Lebih Cepat

Pemeriksaan pasien menggunakan MRI (magnetic resonance imaging) 3 Tesla Skyra dinilai ampuh untuk mendeteksi penyakit berbahaya seperti kanker. Lantas, bagaimana prosedur yang harus dilalui si pasien? Apakah pasien akan langsung diperiksa menggunakan MRI 3 Tesla ini?"Prosedurnya pasien harus melalui pemeriksaan klinis lainnya sebelum dilakukan pemeriksaan menggunakan MRI 3 Tesla ini," kata Dr. Rahmi Alfiah Nur Alam, Sp. Rad (K) selaku Dokter Spesialis Radiologi Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah dalam acara 'Deteksi Dini Lebih Akurat Dengan MRI 3 Tesla Skyra' di Ruangan Casablanca Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2014)Selanjutnya, setelah pasien diketahui kemungkinan besar ada tumor di bagian perut dan organ lainnya, maka untuk memastikan apa yang sebenarnya ada di dalam tubuh si pasien tersebut dilakukan pemeriksaan menggunakan MRI 3 Tesla Skyra ini. Dengan begitu, dokter spesialis radiologi akan melihat apakah abnormalitas pada jaringan tersebut mengacu pada tumor atau tidak."Termasuk jenis tumornya jinak atau ganas, kita menggunakan yang namanya Spektroskopi. Sehingga metabolisme-metabolisme yang tersisa terlihat jelas. Apakah bentuknya bisa disebut abses untuk prose [...]

Miskin Sering Jadi Penyebab Orang Indonesia Sakit

Miskin Sering Jadi Penyebab Orang Indonesia Sakit

Berbanding terbalik dengan kekayaan budaya dan Sumber Daya Alam yang dimiliki Indonesia, masih banyak masyarakat yang merasakan kemiskinan. Atas dasar keprihatinan tersebut tidak sedikit lembaga pemerintah, sosial, atau swasta melakukan kegiatan meningkatkan kepedulian membantu memenuhi kebutuhan mereka.Seringkali masyarakat yang memiliki pendapatan rendah enggan peduli dengan kesehatan karena tingginya harga perawatan dan pengobatan. Miris memang, namun seperti itulah realita yang terjadi."Tim Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal (EKKM) 2014 Kementerian Sosial Republik Indonesia selama satu bulan lebih menelusuri 16 provinsi Indonesia, miskin masih menjadi masalah sosial yang selalu ditemui," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia, Drs. Toto Utomo Budi Santosa Msi, ditulis Jumat (28/2/2014).Menurut Toto hal ini yang membuat masih banyak orang Indonesia menderita penyakit. "Karena mereka pendapatannya misalnya hanya 20 ribu per hari, itu tidak mencukupi kebutuhan mereka. Ini yang mungkin membuat mereka bukan tidak peduli lebih terlalu lama berpikir untuk periksa kesehatan," kata Toto.Masalah sosial seperti dipasung, putus sekolah, anak atau lansia yang di [...]

Tangis Dokter Ayu Juga Tangis Para Sejawatnya

Tangis Dokter Ayu Juga Tangis Para Sejawatnya

Hebohnya para dokter yang melakukan aksi mendukung dokter Ayu dan rekan se-Tanah Air pada 27 November lalu, membuat haru dokter Ayu. Ia mengungkapkan, kala itu ia merasa ketakutan dan depresi karena harus masuk rutan (Rumah Tahanan). Tapi berkat aksi yang dilakukan teman seprofesi, semua itu seakan menguatkannya."Iya, saat itu saya melihat dari atas dan teman seprofesi begitu mendukung. Saya sangat terharu karena saya di dalam merasa depresi. Tapi dengan dukungan sejawat seluruh Indonesia, saya jadi kuat. Ternyata tangis saya adalah tangis mereka juga," kata Ayu saat temu media yang berlangsung di kantor IDI Pusat, Jakarta, ditulis Jumat (14/2/2014).Meski sempat membuat heboh publik karena dokter kandungan serempak melakukan aksi dan tidak menerima pasien sementara waktu, tapi Ayu menilai bahwa hal tersebut merupakan bentuk solidaritas sejawat dokter yang tidak bisa disalahkan."Kami itu seperti saudara kandung. Satu sedih, saudara lain juga akan sedih. Itu dukungan moral bagi saya. Saya merasa tidak sendiri mengatasi keadilan. Maka itu, dokter yang melakukan aksi ketika itu jangan diartikan meninggalkan pasien," jelas Ayu.Menurut Ayu, dokter yang melakukan aksi ketika itu tetap men [...]

KAJS: Masih Banyak Orang Miskin Ditolak di Rumah Sakit

KAJS: Masih Banyak Orang Miskin Ditolak di Rumah Sakit

Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) berpendapat, hingga hari ini pemerintah dan BPJS kesehatan gagal menjalankan amanat konstitusi yaitu memberikan pelayanan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Menurut Sekjen KAJS, Said Iqbal, ini terbukti dengan masih banyaknya orang miskin yang ditolak berobat di Rumah Sakit, gelandangan dan anak jalanan serta orang penyandang masalah sosial lainnya yang tidak masuk PBI (Penerima Bantuan Iuran), bahkan banyak peserta yang membayar premi (peserta askes dan JPK jamsostek) yang ditolak berobat dan mendapat pelayanan dan obat yang lebih buruk dari yang biasanya diterima. "Ini diperparah dengan dana PBI hampir Rp 20 triliunan dari pemerintah yang belum diserahkan ke BPJS Kesehatan sehingga mengakibatkan pembayaran ke provider rumah sakit, klinik, puskesmas terganggu," tulis Said dalam pernyataannya yang diterima Health-Liputan6.com, Selasa (21/1/2014). Said menegaskan KAJS menuntut Presiden RI untuk membuktikan bahwa: 1. Jumlah PBI sebesar 100,8 juta orang miskin, tidak sesuai data BPS (Badan Pusat Statistik) 25,2 juta rumah tangga miskin. 2. Mantan peserta askes dan JPK Jamsostek secara otomatis dapat kartu BPJS Keseh [...]

Makin Tua Usia Orang, Makin Sedikit Jumlah Sel Punca

Makin Tua Usia Orang, Makin Sedikit Jumlah Sel Punca

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, minat masyarakat terhadap stem cell (sel punca) mengalami peningkatan. Penyebabnya, potensi yang dimiliki stem cell begitu menjanjikan untuk terapi berbagai jenis penyakit, sehingga menimbulkan harapan baru dalam pengobatan berbagai jenis penyakit.Untuk mendapatkan manfaat dari stem cell itu sendiri, banyak ahli menyarankan untuk menginvestasikan stem cell sedari bayi. Semakin tua usia seseorang, semakin berkurang jumlah stem cell yang ada di dalam tubuhnya."Ibaratnya seperti ketika mengalami patah tangan yang terjadi pada anak-anak atau orang dewasa, yang paling cepat waktu penyembuhannya adalah anak-anak. Sedangkan orangtua tidak," kata Peneliti dari Stemcell and Cancer Institute (SCI) Kalbe Farma, Indra Bachtiar, PhD dalam media workshop bertema 'Stem Cell Technology For a Better Life' di Novotel Bogor, Jawa Barat, ditulis Minggu (9/3/2014)Ketika usia anak-anak, terang Indra, presentase jumlah stem cell-nya adalah 1 per 10.000. Ketika beranjak remaja, maka stem cell dalam tubuhnya berkurang menjadi 1 per 100 ribu,ketika menginjak di usia 30 tahun stem cell menjadi 1 per 250 ribu, sampai ketika ia menginjak usia 80 tahun, maka stem c [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *