Tenaga Kesehatan Tolak Pengesahan UU Tenaga Kesehatan

dokter-malapraktik.jpg

DPR berencana mengesahkan RUU Keperawatan dan Tenaga Kesehatan pada 25 September besok. Namun rencana ini menuai penolakan dari organisasi profesi kesehatan.

Anggota Komisi IX DPR Rieke Diah Pitaloka bersama sejumlah organisasi profesi bertemu dengan Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Hal ini terkait aspirasi mereka yang menolak RUU Tenaga Kesehatan disahkan.

Mereka protes karena tak pernah dilibatkan dalam pembahasan RUU Tenaga Kesehatan di Komisi IX DPR. Mereka menduga ada upaya pembenturan aturan RUU Keperawatan dengan Tenaga Kesehatan.

Dalam pertemuan itu, Rieke mengatakan, para tenaga kesehatan ini protes karena RUU ini dianggap tidak memposisikan para tenaga kesehatan sebagai pekerja yang mendapatkan hak-hak dan perlindungan sebagai pekerja.

“Hanya mengatur penempatan tenaga kerja di Fasilitas Kesehatan Pemerintah, itupun dengan melegalkan pegawai dengan perjanjian kerja (kontrak kerja tanpa batas masa kerja yang jelas), untuk kemudian menjadi pegawai tetap negara/PNS ,” kata Rieke di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2014).

Selain itu, Rieke menambahka, di dalam RUU ini tidak membahas posisi tenaga kesehatan sebagai pekerja di fasilitas kesehatan swasta. Hal ini menafikkan tenaga kesehatan yang berposisi sebagai tenaga kerja baik di industri farmasi maupun fasilitas kesehatan milik BUMN maupun swasta.

“Pada beberapa kasus mengalami pelanggaran hak-hak normatif, seperti upah yang tidak sesuai dengan upah minimum, jam kerja di luar batas ketentuan, tidak adanya hak cuti melahirkan, PHK tanpa pesangon, status kerja outsourcing dan kontrak yang berkepanjangan,” ucap dia.

Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai profesi tenaga kesehatan. Di antaranya, Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI), Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Forum Bidan Pegawai Tidak Tetap Indonesia (Bidan PTT), Solidaritas Tukang Gigi Indonesia (STGI), dan perwakilan dari Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) diwakili oleh Yeni Rosa Damayanti.

Taufiqur Rohman

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Sampah di Indonesia Paling Banyak Berasal dari Rumah Tangga

Sampah di Indonesia Paling Banyak Berasal dari Rumah Tangga

Berat timbunan sampah di Indonesia secara nasional mencapai 200 ribu ton per hari atau setara dengan 73 juta ton per tahun. Dari manakah saja sampah-sampah itu berasal?"Paling dominan sampah di Indonesia berasal dari sampah rumah tangga. Jadi, kita-kita ini kontributor sampah itu sendiri," kata Drs. Rasio Ridho Sani, MCOM, MpM selaku Deputi IV Bidang Pengelolahan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, dan Sampah dalam acara `Kementerian Lingkungan Hidup Media Briefing` di Ruang Kalpataru Gedung B KLH, Kebon Nanas, Jakarta, Rabu (19/2/2014)Hasil hitungan tersebut, lanjut Rasio. menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan per invidu setiap harinya sebesar 0,8 kilogram. Menurut dia lagi, jumlah timbunan sampah rata-rata harian di kota metropolitan, di mana jumlah penduduknya lebih dari 1 juta jiwa dan kota besar yang jumlah penduduknya 500 ribu sampai 1 juta jiwa, masing-masingnya adalah 1.300 ton dan 480 ton.Selain berasal dari sampah rumah tangga, jenis sampah yang ada juga dihasilkan dari sampah plastik sebesar 14 persen, kertas sebesar 9 persen, sisanya terdiri dari logam, karet, kain, kaca dan lain-lain."Sementara dari sisi sumbernya, yang paling dominan r [...]

Periksa Faktor Ketidaksuburan Pria Lebih Mudah

Periksa Faktor Ketidaksuburan Pria Lebih Mudah

Selama ini istri sering dianggap sebagai penyebab ketidakhadiran buah hati. Padahal, infertilitas atau kemandulan dari pihak pria juga bisa sebabkan pasangan suami istri belum memiliki buah hati. Sayang, tidak sedikit pula suami yang enggan periksakan kesehatan organ reproduksi ke dokter spesialis andrologi. "Padahal pemeriksaan infertilitas pada pria lebih mudah dibandingkan wanita," terang Dr. dr. H. Indra Gusti Mansur, DHES, Sp.And pada kesempatan seminar Cara Tepat, Cepat Hamil yang dilaksanakan RSIA Budhi Jaya Jakarta pada Sabtu (5/10/2014). Menurut dokter spesialis andrologi dan imunolog ini hal ini disebabkan karena pemeriksaan pada pria bisa dari luar tubuh. Dimana organ reproduksi pria berada di luar tubuh selain itu sel benih pria (spermatozoa) yang dikeluarkan bersamaan dengan air mani juga dikeluarkan di luar tubuh. Untuk mengetahui tingkat kesuburan atau fertilitas pria kemudian dilakukan dengan pemeriksaan analisis semen. "Pria harus menghasilkan spermatozoa dengan kuantitas dan kualitas tertentu agar dapat membuahi sel telur wanita. Adanya penurunan kuantitas dan kualitas spermatozoa dapat digunakan sebagai identifikasi dan evaluasi infertilitas pada pria," tutur [...]

PABMI: Bicara CBL, Bicara Tentang Kualitas Hidup Pasien

PABMI: Bicara CBL, Bicara Tentang Kualitas Hidup Pasien

Kasus celah bibir dan langit-langit (CBL) di Indonesia masih tergolong tinggi. Dari data statistik yang dihimpun Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI), setiap tahun ada 7.500 bayi yang lahir dengan kelainan ini. "Kasus CBL ini menjadi salah satu kasus yang paling besar, karena angkanya yang cukup tinggi," kata Asri Arumsari, drg, SPBM kepada Health-Liputan6.com di Bandung, Jawa Barat, ditulis pada Senin (8/9/2014)Kepala SMF Bedah Mulut Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, mengatakan, alasan di balik masih tingginya kasus CBL di sini, karena pada dasarnya PABMI tidak hanya bicara masalah bibir atau langit-langit saja, melainkan juga masalah kualitas hidup pasien."Jadi, betah itu hanya titik awal di tahapan perawatan. Kita sangat membutuhkan support masyarakat dalam meraih kualitas anak-anak ini, dan bagaimana agar mereka merasa bahwa diterima dengan baik di lingkungannya," kata Asri.Diakui Asri, stigma sejumlah masyarakat terhadap pasien dengan kondisi CBL masih sangatah rendah. Banyak di antara mereka yang memandang rendah dan aneh pasien tersebut. Bahkan, kata Asri, stigma masyarakat di sini mengakar kepada budaya di sejumlah daerah yang menggambarkan [...]

Dua Kasus MERS Ditemukan di Belanda

Dua Kasus MERS Ditemukan di Belanda

PeduliSehat.info, Den Haag Dua kasus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) ditemukan di Belanda. Kasus tersebut terjadi pada dua anggota keluarga, yakni seorang pria dan wanita yang melakukan perjalanan bersama ke Arab Saudi. Keduanya sudah dikonfirmasi sebagai pembawa virus MERS dan dilaporkan dalam kondisi stabil dan terisolasi di rumah sakit. Juru Bicara Departemen Kesehatan Belanda Harald Wychge mengatakan petugas belum tahu keduanya terinfeksi dari siapa atau kapan terjadinya. Keduanya berbagi kamar selama dua minggu di Arab Saudi.Para pejabat belum tahu apakah salah satunya menginfeksi yang lain atau keduanya terinfeksi di lokasi yang sama. Namun, ia menegaskan bahwa salah satu dari pasien yang terinfeksi pernah mendatangi peternakan unta ketika di Arab Saudi."Yang juga diketahui adalah kedua pasien kondisinya rentan terhadap infeksi virus ini," kata Wychgel seperti dilansir MedPageToday, Jumat (16/5/2014).Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya sudah mengumumkan bahwa penyebaran virus ini sudah sangat mendesak. Tapi, hingga saat ini belum menyebutnya sebagai kondisi Darurat Kesehatan Global.MERS pertama kali muncul pada 2012 di Semenanjung Arab. Pada [...]

Alat Stop Rokok Rokok Ini, Jauh Lebih Bahaya dari Rokok

Alat Stop Rokok Rokok Ini, Jauh Lebih Bahaya dari Rokok

Untuk menghentikan kebiasaan merokok di kalangan masyarakat Amerika Serikat, sejumlah perokok memilih untuk menggunakan Patch Nikotin dan menempelkannya di lengan. Namun ternyata, Patch Nikotin ini justru lebih berbahaya daripada rokok itu sendiri. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menemukan, nikotin saja dapat menyebabkan kanker. Para peneliti dari Virginia Bioinformatics Institute mengatakan, nikotin merupakan salah satu dari 4.000 bahan kimia yang ditemukan dalam asap rokok. Dalam studi terbaru tentang sifat-sifat karsinogenik nikotik, terungkap bahwa hal itu menyebabkan DNA sel untuk bermutasi. Para peneliti pun menemukan, nikotin dapat menyebabkan ribuan mutasi atau disebut polimorfisme nukleotida tunggal dalam sel yang terkena, dibandingkan dengan sel-sel yang tidak terkena."Kami sekarang memiliki gambaran luas tentang efek genomik dalam nikotin," kata penlis utama studi ini, Dr Jasmin Bavarva, seperti dikutip Daily Mail, Minggu (14/6/2014)Untuk pertama kalinya, para peneliti langsung mengukur sejumlah variasi genetik yang disebabkan oleh nikotin. Dan hasilnya menunjukkan nikotin saja dapat bermutasi dan memulai suatu kondisi yang mengarah kepada kanker. [...]

Tak Cuma Lezat, Mangga Juga Bisa Lawan Kanker Payudara

Tak Cuma Lezat, Mangga Juga Bisa Lawan Kanker Payudara

Meski belum diketahui dengan pasti penyebab kanker, beberapa studi menunjukkan bahwa makanan yang dimakan berperan melindungi tubuh dari beberapa jenis kanker. "Bahkan diperkirakan sekitar 30% kanker dapat dicegah dengan diet dan gaya hidup sehat," tutur peneliti Dr Susanne Talcott seperti dikutip This Day Live, Kamis (17/7/2014). Betapa beruntungnya kita karena tinggal negeri tropis kaya buah. Selain kaya vitamin mengonsumsi manggaa yang banyak ditemukan di Indonesiaa membantu mencegah keganasan sel kanker payudara. Hal ini diketahui lewat penelitian yang dilakukan Dr Susanne Talcott dan rekan-rekannya dari Texas A&M University. Lewat penelitian ini diketahui bahwa mangga mengandung senyawa polifenol dalam buah ini memiliki efek antiinflamasi serta antioksidan yang dapat mencegah timbulnya penyakit kronis. Dalam uji coba terhadap tikus, polifenol mangga menekan pertumbuhan tumor kanker payudara yang berasal dari tubuh manusia. Kandungan polifenol buah mangga mampu mengurangi pertumbuhan sel kanker payudara sebesar 90%. Selain kandungan polifenolnya, mangga kaya nutrisi yang juga baik untuk tubuh. "Mangga juga kaya Vitamin A, Vitamin B6, Viamin C, Vitamin E, flavonoid sert [...]

Punya Teman Baik di Tempat Kerja, Itu Perlu

Punya Teman Baik di Tempat Kerja, Itu Perlu

Bagi Anda yang berpikir bahwa tempat kerja hanya untuk bekerja tanpa perlu memiliki teman baik harus berpikir ulang. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serikat ada banyak manfaat lho memiliki teman baik alias sahabat di tempat kerja. Memiliki teman baik dalam kehidupan sosial tentunya membuat bahagia. Hal yang tak jauh berbeda jika Anda memiliki teman di kantor. Membina hubungan pertemanan yang baik dengan salah satu rekan kantor ternyata bisa meningkakan kinerja dan kebahagiaan Anda menurut studi yang dilakukan University of Pennsylvania dan University of Minnesota. Menurut peneliti, ketika responden memiliki sahabat berdampak pad alebih fokus, semangat, dan berkomitmen terhdap proyek yang sedang dilakukan. Selain itu, lebih jarang sakit dan loyal terhadap perusahaan. Hal menarik lainnya, berdasarkan survei yang dilakukan Gallup jika di kantor tak hanya memiliki teman tapi juga teman baik cenderung lebih sukses dan bahagia seperti dilansir laman Good Housekeeping pada Kamis (4/12/2014). Lalu bagaiman jika tidak memiliki hubungan dekat dengan salah satu orang kantor? Menurut penelitian ini ada kerugian. Biasanya akan memunculkan kesalahpahaman mengenai pekerjaan yang dila [...]

Pelaku Pelecehan Seksual di India Ternyata Kebanyakan Pria Lansia

Pelaku Pelecehan Seksual di India Ternyata Kebanyakan Pria Lansia

Sebuah studi yang dilakukan Gujarat University Departement of Psychology mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen dari perempuan yang menggunakan transportasi umum mengalami pelecehan seksual. Dari studi tersebut yang paling mengejutkan yaitu 69 persen pelakunya adalah pria di atas 70 tahun.Menurut Prof Ashwin Jansari dari departemen psikologi mengatakan penelitian melibatkan 361 mahasiswi yang memanfaatkan transportasi umum. "Kami ingin mengetahui skala anak perempuan yang dilecehkan, hasil penelitian ini akan kami laporkan ke polisi. Agar mereka bisa mengambil langkah-langkah untuk melindungi perempuan," kata Jansari dikuti Timesofindia, Jumat (3/1/2014).Jansari menambahkan walaupun hanya melibatkan sedikit mahasiswi di perguruan tinggi namun ternyata hasilnya mengejutkan. Hasil penelitian juga menyebutkan 60 perempuan mengalami pelecehan verbal, 301 pelecehan fisik.Menurut penelitian, hanya 60 perempuan mengatakan bahwa mereka tidak mengalami pelecehan verbal. "Penelitian ini diharapkan dapat membantu para polisi dan pemerintah untuk terus melindungi para perempuan dari pelecehan seksual. Dan kami masih mencari apa penyebab lelaki paruh baya melakukan pelecehan seksual terhadap ana [...]

Ini Cara Ridwan Kamil Jauhkan Anak-anak dari Bahaya Rokok

Ini Cara Ridwan Kamil Jauhkan Anak-anak dari Bahaya Rokok

Walikota Bandung, Ridwan Kamil tampaknya tahu betul bagaimana cara menjauhkan anak-anak dari bahaya rokok. Melalui kampanye bertema #BandungMelekBahayaRokok dan program #SelasaTanpaRokok, Ridwan Kamil berharap dapat melindungi anak-anak dari target pemasaran industri rokok.Tidak hanya program yang dimulai di media sosial Twitter saja, Kang Emil begitu sang Walikota biasa disapa, turut menurunkan iklan rokok di Bandung."Kita `kan, sedang mengupayakan kota sehat dengan pengurangan asap rokok setiap hari Selasa. Saat ini, bersama Dinas Kesehatan kota Bandung, terus mengawal segala upaya perlindungan kesehatan dari rokok, program yang terbaru kami launching adalah RW bebas rokok," kata Ridwan Kamil, di Bandung, Jawa Barat seperti dalam keterangan pers yang diterima Health-Liputan6.com pada Rabu (24/9/2014)Bukan kali ini saja Pemerintah Kota Bandung melakukan aksi melindungi masyarakat terutama anak-anak dari bahaya rokok. Jauh sebelum aksi ini, pemerintah pusat juga sudah lebih dulu mendesak produsen rokok untuk memasang peringatan kesehatan pada bungkus rokok, seperti dalam Peraturan Pemerintah (PP), sebagai amanat dari Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.Namun nyatanya, hal t [...]

Direktur RSUD Banten Bantah Ada Dokter yang Mengundurkan Diri

Direktur RSUD Banten Bantah Ada Dokter yang Mengundurkan Diri

Polemik manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Banten yang mengakibatkan mundurnya para dokter spesialis kali ini mendapatkan bantahan dari pihak Direktur rumah sakit milik pemerintah provinsi Banten."Kami sampaikan tidak benar ada empat dokter spesialis kami yang mengundurkan diri, semua masih bekerja seperti biasa," kata drg Andi Fatmawati M. Kes, direktur RSUD Banten.Menurutnya, ke 37 dokter spesialis tersebut masih melakukan praktik di rumah sakit tersebut seperti biasanya. Fatmawati menyebutkan, dari 37 dokter spesialis dan 21 dokter umum yang ada di RSUD Banten, tidak ada satu pun yang mengundurkan diri meskipun RSUD Banten masih belum menjadi rumah sakit kelas B.Mereka mengklaim bahwa RSUD Banten sebagai rumah sakit rujukan sudah memberikan pelayanan kesehatan dengan baik."Sejak diterbitkannya Permenkes nomor 56 tahun 2014 tentang klasifikasi dan perizinan rumah sakit, penetapan kelas rumah sakit bisa melalui gubernur. Ini menjadi angin segar bagi RSUD Banten, sehingga tahun ini bisa naik kelas," terangnya.Fatmawati menjelaskan bahwa ke empat dokter yang dikabarkan mengundurkan diri tersebut tidak lah benar. Melainkan tidak mendapatkan izin pindah dari tempatnya b [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *