Usia Ayah Tua, Anak Berisiko Sakit Mental

Usia-Ayah-Tua-Anak-Berisiko-Sakit-Mental.jpg

Fenomena menikah muda sudah mulai bergeser, khususnya di perkotaan.

Tuntutan karir dan keadaan sosial membuat usia pernikahan pria dan wanita bergeser ke usia yang lebih tua. Fenomena ini terasa khususnya di negara adidaya, Amerika Serikat.

Indonesia pun tak luput dari fenomena ini akibat tuntutan hidup yang semakin besar.

Namun adakah dampak negatif yang disebabkan oleh fenomena ini?

Anak yang lahir dari ayah dengan usia yang lebih tua ternyata memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan psikiatri dan gangguan belajar.

Kesimpulan ini didapatkan dari sebuah penelitian berskala besar di Swedia yang melibatkan dua juta anak di Swedia.

Berdasarkan penelitian ini, anak yang lahir dari ayah dengan usia diatas 45 tahun, lebih rentan untuk menderita berbagai gangguan seperti autis gangguan bipolar dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD, Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Usia Ayah Tua, Anak Berisiko Sakit Mental

Anak yang lahir dari ayah dengan usia lebih dari 45 tahun ternyata memiliki risiko lebih besar 3.5 kali untuk menderita autisme dan 13 kali lebih besar untuk menderita penyakit hiperaktivitas dan pemusatan perhatian. Penelitian ini memaparkan hubungan antara usia ayah yang tua dengan peningkatan risiko terjadinya gangguan psikiatri dan gangguan belajar. Namun penelitian ini tidak dapat membuktikan hubungan sebab akibat.

Penelitian ini tentu sebuah berita yang baru karena dahulu diduga faktor yang berperan dalam terjadinya gangguan pada perkembangan anak adalah usia ibu saat melahirkan. Ibu yang melahirkan diatas usia 35 tahun, meningkatkan risiko anak untuk menderita sindrom down. Namun berdasarkan penelitian ini, ternyata tidak hanya usia ibu namun usia ayah juga menyebabkan peningkatan risiko anak mengalami gangguan medis. (Baca: Pemeriksaan Darah Untuk Mendeteksi Lebih Awal Risiko Sindrom Down)

Penelitian ini menyimpulkan bahwa usia adalah salah satu faktor risiko terjadinya gangguan perkembangan anak. Namun perlu diingat bahwa masih banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan ketika ingin memulai sebuah keluarga. Untuk memulai keluarga yang sejahtera, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan diantaranya faktor psikologis, faktor ekonomi dan faktor kesiapan biologis reproduksi. Perlu diingat menikah terlalu muda juga tidak bijak, karena organ reproduksi masih belum berkembang sempurna, belum lagi faktor ekonomi dan psikis yang masih belum matang. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana menyarankan usia 20-21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki, sebagai batas usia pernikahan yang ideal.

Baca juga:

Jomblo, Bikin Cepat Tua

Pria Juga Berpacu Dengan Usia Biologis

Berapa Jarak Usia Ideal untuk Pasangan?

Sumber: KlikDokter.com

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Khasiat di Balik Brokoli untuk Jantung Sehat

Khasiat di Balik Brokoli untuk Jantung Sehat

Brokoli selama ini dikenal baik untuk kesehatan jantung, tapi banyak yang tidak tahu alasannya. Para peneliti Inggris telah mengetahui apa yang membuat brokoli bisa menyehatkan jantung.Para peneliti di Imperial College London telah menemukan bukti zat kimia apa yang terkandung di dalam brokoli dan sayuran berdaun hijau lain. Zat tersebut berfungsi untuk meningkatkan pertahanan alami dan mencegah penyumbatan pembuluh darah yang bisa menyebabkan serangan jantung.Dalam penelitian yang didanai British Heart Foundation, menemukan zat tersebut bernama sulforaphane. Zat itu merupakan senyawa yang secara alami terkandung di dalam brokoli yang dapat mengaktifkan protein pelindung tidak aktif di bagian arteri yang rentan terhadap penyumbatan."Masyarakat tahu bahwa sayuran sangat baik bagi tubuh, tapi sangat mengejutkan mekanisme molekulenya tidak diketahui selama bertahun-tahun," ujar Paul Evans dari National Heart and Lung Institute at Imperial College, seperti dikutip dari Reuters.Para peneliti sudah mengetahui, banyak yang menyebabkan pembuluh darah tersumbat. Biasanya cabang-cabang dari pembuluh darah ini lebih rentan aliran darahnya terganggu. Hal ini diakibatkan karena penumpukan le [...]

Hobi Makan Gorengan, Hati-hati Bisa Kena Serangan Jantung

Hobi Makan Gorengan, Hati-hati Bisa Kena Serangan Jantung

Punya hobi makan gorengan setiap hari? Sebaiknya segera hentikan kebiasaan itu. Bahaya makan gorengan setiap hari bisa sangat serius bahkan berisiko kematian.Dalam penelitian terbaru, orang yang makan terlalu banyak makanan gorengan ditambah dengan minuman bergula, 56 persen berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung ketimbang orang yang sehari-harinya makan sehat. Hal itu diungkapkan para peneliti di Amerika Serikat.Penemuan ini didapat setelah peneliti melakukan studi terhadap lebih dari 17 ribu responden selama enam tahun. Responden merupakan pria dan wanita berusia di atas 45 tahun yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung di awal-awal periode penelitian.Penelitian tersebut dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan mewawancara responden setiap enam bulan sekali. Para responden diwawancara melalui telepon dengan menanyakan kesehatan mereka secara umum dan apakah pernah pergi ke rumah sakit selama periode enam tahun tersebut.Baca Juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram Namun setelah penelitian selesai, didapati responden yang mengonsumsi gorengan, telur, daging olahan pabrik (bacon, ham) dan minuman bergula risikonya paling tinggi terkena serangan jantung. Tak [...]

Ahok Kena DBD

Ahok Kena DBD

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikabarkan terpapar demam berdarah dengue (DBD). Setelah sebelumnya mantan Bupati Belitung Timur tersebut mengeluhkan pusing dan demam. Setelah pemeriksaan di rumah sakit sekitar kediamannya, Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara, hasil tes darah menunjukan Gubernur DKI menderita demam berdarah dengue. Hingga berita ini diturunkan orang nomor satu DKI itu masih beristirahat untuk proses penyembuhan. Menurut keterangan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidajat pada Senin (9/3) kemarin, diduga paparan DBD adalah dari daerah sekitar kediaman Gubernur DKI, Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara. Hal ini dikuatkan pula pada terjangkitnya putra bungsu Ahok tengah dalam proses pemulihan DBD. Fogging di Wilayah Kediaman Ahok Kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto pada Senin (9/3) kemarin juga telah menjelaskan sudah ada tindakan rutin fogging setiap pekan dari Dinas Kesehatan DKI. Namun pihaknya menemui kendala pada pemeriksaan jentik pada setiap lingkungan, karena tertutupnya lingkungan tersebut. Karena sebagaimana kita ketahui, fogging saja pada prnisipnya tidak dapat menghentikan DBD. (Baca: Fogging Kurang Berhasil Memberantas DBD). K [...]

Mata Sering Kedutan? Mungkin Anda Sedang Stres

Mata Sering Kedutan? Mungkin Anda Sedang Stres

Mata berkedut atau biasa dinamakan kedutan hampir pernah dirasakan semua orang. Walau tidak terlalu mengganggu, ternyata banyak faktor yang bisa menyebabkannya. Apa saja?Mata kedutan biasanya hanya terjadi beberapa detik atau menit yang terjadi dalam sekali atau beberapa kali dalam satu hari. Kedutan terjadi sangat spontan yakni gerakan tiba-tiba pada kelopak mata atas atau bawah. Kedutan bisa terjadi pada semua usia dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena bukan penyakit berbahaya dan tidak mempengaruhi kemampuan penglihatan.Menurut Burt Dubow, OD, FAAO, pakar mata dari Contact Lens and Cornea Section of the American Optometric Association, kedutan bukan masalah medis yang serius. Kedutan adalah kontraksi yang melibatkan otot orbicularis oculi.Kedutan terjadi karena serabut saraf di dalam otak mengalami kontraksi sesaat. Denyutan pembuluh darah tiba-tiba seperti mengalami rangsangan (kontraksi) yang membangkitkan aliran listrik melalui nervus facialis yang membuat mata kejang sesaat. Kedutan baru dianggap berbahaya jika kejadiannya berlangsung secara terus menerus dan dalam waktu lama atau gerakannya tidak bisa diobati. Seperti dikutip allaboutvision, setidaknya ada tu [...]

Duduk Lama Bisa Sebabkan Penggumpalan Darah

Duduk Lama Bisa Sebabkan Penggumpalan Darah

Sebelumnya sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kebiasaan duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko kematian. Kali ini, penelitian terbaru kembali mengungkap dampak negatif akibat duduk selama berjam-jam.Seperti yang dikutip dari Female First, sebuah penelitian di Amerika Serikat menjelaskan bahwa duduk terlalu lama tanpa jeda bisa memicu terjadinya penggumpalan darah yang berbahaya atau disebut Deep Vein Thrombosis (DVT). Berdasarkan penelitian tersebut, kondisi ini biasanya dialami oleh para wanita.Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal British Medical menuliskan bahwa wanita yang duduk lama tiap harinya memiliki dua hingga tiga kali risiko mengalami DVT. Mereka yang duduk dalam posisi hampir tidak bergerak selama lebih dari 41 jam tiap minggunya memiliki risiko tertinggi.Misalnya saja seperti, pekerja yang menghabiskan waktu di depan komputer dan mereka yang melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan atau pesawat. Namun penelitian juga mengatakan bahwa operasi dan pil KB juga bisa menjadi faktor pemicu DVT."Sudah mulai banyak kesadaran mengenai risiko DVT yang terjadi akibat perjalanan udara, tetapi banyak orang yang belum sadar bahwa semua jenis kegiatan yang tidak [...]

Tips Mencegah Gangguan Kesehatan pada Pekerja Shift Malam

Tips Mencegah Gangguan Kesehatan pada Pekerja Shift Malam

Risiko yang ditimbulkan oleh pekerjaan shift malam perlu perhatian lebih. Tidak mungkin bila tidak ada pekerja yang bekerja shift malam. Bayangkan saja jika Anda malam hari sakit atau kecelakaan namun tidak ada dokter, perawat dan polisi yang bertugas? Tentu akan menjadi masalah besar. Meskipun bekerja dengan jadwal shift merupakan faktor risiko bagi beberapa penyakit, namun hal tersebut hanyalah satu dari beberapa penyebab. Bila Anda memiliki tubuh yang sehat dan prima sejak awal, maka risiko yang Anda miliki akan lebih rendah. (Baca: Gangguan Kesehatan Pada Pekerja Shift Malam) Bekerja dengan jam kerja yang berlawanan dengan siklus tidur alami akan menyebabkan gangguan tidur dan juga kelelahan kronis, yang nantinya dapat berkontribusi menyebabkan gangguan mood, menurunkan refleks dan kemampuan kognitif serta membuat seseorang lebih rentan terkenan penyakit. Tentu saja hal tersebut tak serta merta membuat Anda yang bekerja shift malam memutuskan untuk berhenti. Karena tidak perlu khawatir, bila Anda bekerja dengan jadwal shift, ada beberapa hal yang dapat Anda ikuti untuk terhindar dari gangguan kesehatan: Ada beberapa hal yang dapat Anda ikuti untuk terhindar [...]

Deddy Corbuzier Saraf Kejepit?

Deddy Corbuzier Saraf Kejepit?

Oleh: dr. Adithia Kwee Akhir Januari 2014, musibah menimpa salah satu selebritis Indonesia, Deddy Corbuzier yang populer dengan program Diet OCD nya. Deddy Corbuzier jatuh pingsan saat sedang berolahraga di pusat kebugaran. Jatuhnya Deddy Corbuzier diduga karena ia menderita saraf kejepit, istilah yang tak asing lagi di telinga kita. Apa sebenarnya saraf kejepit itu? Dalam struktur tulang belakang manusia, terdapat saluran yang berisi cairan, dalam dunia medis disebut nukleus pulposus, masalah timbul ketika cairan ini keluar dari pelindungnya dan mulai menekan persarafan tulang belakang. Oleh karena itulah dalam dunia medis saraf kejepit dikenal dengan istilah hernia nucleus pulposus. Penting bagi Anda untuk menghindari terjadinya hernia ini, karena biasanya penyakit ini sangat mengganggu aktivitas dan terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Apakah saraf kejepit bisa dihindari? Jawabnya adalah bisa. Untuk mengetahui lebih jauh, simaklah tips-tips berikut ini: Pastikan posisi tubuh Anda benar saat mengangkat beban, hampir seluruh kasus HNP disebabkan oleh robeknya penyangga nucleus karena posisi tubuh yang salah ketika mengangkat beban-beban yang berat. Duduk dengan pos [...]

Terlalu Lama Duduk dan Risiko Ginjal

Terlalu Lama Duduk dan Risiko Ginjal

Penelitian-penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa orang-orang yang sering duduk untuk waktu yang lama setiap harinya memiliki risiko yang lebih besar menderita diabetes, serangan jantung, dan bahkan beberapa jenis kanker. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa duduk untuk waktu yang lama juga dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit ginjal kronik, terutama pada perempuan. Hubungan duduk lama dan penyakit ginjal Pada penelitian ini, perempuan yang total waktu duduknya kurang dari tiga jam per hari, memiliki kemungkinan mengalami sakit ginjal kronik 30% lebih kecil dibandingkan perempuan yang duduk lebih dari 8 jam per hari. Duduk dalam waktu lama juga dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit ginjal pada pria, namun dengan persentase yang lebih rendah. Aktivitas fisik yang teratur, seperti berjalan kaki selama 30 menit setiap hari, dihubungkan dengan penurunan risiko berkembangnya penyakit ginjal pada pria, tapi tidak pada perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan untuk menutupi dampak negatif duduk lama lebih efektif pada pria dibandingkan pada perempuan, ujar peneliti Dr. Thomas Yates. Dr. Yates adalah pengajar senior Univers [...]

Konsumsi 10 Makanan Ini untuk Memperlambat Penuaan

Konsumsi 10 Makanan Ini untuk Memperlambat Penuaan

Semakin bertambahnya umur kita perlu menjaga pola makanan dan nutrisi yang diasup. Jika tidak begitu, berbagai penyakit bisa menyerang. Gloria Tsang, founding editor di website HealthCastle, menyarankan untuk memilah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Tetapi mengkombinasi makanan untuk sehari-hari tidaklah mudah. Berikut makanan yang dapat membantu penuaan, seperti diulas eHow. 1. Biji-bijian dan Gandum UtuhBiji-bijian merupakan komponen yang sangat penting dalam mengatur pola makan yang sehat karena dapat mencegah diare. Serat yang terkandung di dalamnya bisa mempengaruhi pembentukan feses. Campurkan biji-bijian bisa dimasukkan ke dalam kandungan kue atau sebagai pengganti nasi. Gandum juga merupakan sumber serat yang bagus untuk memperlancar pencernaan. 2. Kacang-kacanganMakanan yang juga penting untuk dikonsumsi adalah kacang-kacangan. Kacang-kacangan mengandung kadar serat yang tinggi, protein, dan potasium . Karena kandungan potasiumnya tinggi, makanan ini cocok untuk mereka yang menderita penyakit darah tinggi. Selain itu kacang-kacangan juga dapat digunakan sebagai pengganti daging bagi para vegetarian karena kandungan proteinnya tinggi.3. KentangSelain kacang, kentang [...]

Selera Asin Terbentuk Saat Bayi

Selera Asin Terbentuk Saat Bayi

Sebuah penelitian yang di publikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan bahwa pembentukan selera rasa asin pada bayi dikarenakan pengenalan makanan awal yang mengandung garam. Hal ini yang kemudian dapat berkembang seiring usia dengan kesukaan menambahkan garam pada setiap makanan dengan kadar yang semakin meningkat pula. Hasil penelitian ini seakan membukakan mata dalam mencegah berkembangnya selera individu dalam penggunaan garam melalui pencegahan pemberian makanan bergaram di awal perkenal makanan padat setelah ASI pada bayi. Para peneliti menemukan bahwa bayi usia 6 bulan yang diperkenalkan makanan padat pertama berupa makanan proses siap saji, akan memiliki kecenderungan menyukai makanan asin. Hal ini disebabkan oleh kadar sodium yang terdapat pada makanan tersebut. Sehingga pada saat masuk sekolah, selera mereka akan lebih menyukai makanan-makanan asin, bahkan tidak jarang kesukaan mereka akan garam meningkat seperti langsung menjilati bubuk perasa asin maupun garam itu sendiri. Berbanding terbalik apabila bayi usia 6 bulan yang diperkenalkan pertamaka kali dengan makanan padat berupa buah ataupun sayuran segar yang dihaluskan tanpa tambahan per [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *