Yuk, Mulai Hidup Sehat di 2014, Begini Caranya!

makan-buah-131019b.jpg

Tahun 2014 sudah menginjak hari kedua, untuk memulai hidup sehat memang tidak mudah. Walaupun peduli kesehatan masuk dalam daftar resolusi, namun butuh proses untuk merealisasikannya. Untuk itu Konsultan Manajemen Berat Badan di Rumah Sakit Fortis, dr. Simran Saini yang dikutip Healthmeup, Kamis (2/1/2013) berbagi tips memulai hidup sehat di 2014.

Beikut ini delapan langkah memulai hidup sehat di 2014 :

Langkah 1 : Mulai menulis dalam buku harian makanan sehat

Tidak ada salahnya memilki buku harian yang berisi tentang kebiasaan makan yang sehat. Tuliskan segala sesuatu yang Anda makan atau minum, lakukan hal ini setiap tiga hari dalam satu minggu. Di hari keempat mulailah untuk melihat dan memahami apakah makanan yang dimakan selama tiga hari itu sehat? kalau tidak maka mulailah untuk mengubahnya.

Fungsi buku harian itu membantu untuk menghilangkan kebiasaan makan yang buruk, memberi kesempatan untuk badan mencicipi makanan sehat, dan bisa membantu menurunkan berat badan.

Langkah 2 : Pastikan makanan yang dikonsumsi sepertiganya memenuhi kebutuhan gizi

Untuk meningkatkan gizi seimbang dalam tubuh, mulailah untuk mencatat menu yang akan dikonsumsi. Mulailah mengonsumsi makanan sehat seperti salad sayur-sayuran dan buah-buahan. Menghindari makanan yang berminyak, mulailah dengan mengonsumsi makanan yang dikukus atau dipanggang.

Langkah 3 : Rutin konsumsi buah dan sayuran

Pastikan untuk memenuhi mineral dan vitamin dengan rutin mengonsumsi buah dan sayuran. Kebiasaan baik ini dapat meningkatkan gizi.

Langkah 4 : Batasi konsumsi garam dan gula

Mulailah untuk membatasi mengonsumsi makanan yang mengandung garam dan gula tinggi. Hal ini untuk mencegah beberapa penyakit serta menjaga berat badan Anda. Kedua bahan tersebut dapat diganti dengan bumbu rempah-rempah. Untuk menghindari diabetes, sebaiknya konsumsi gula hanya satu sendok teh gula asli setiap harinya.

Langkah 5 : Jangan biarkan perut lapar

Hal ini untuk menghindari risiko hipoglikemia atau tingkat glukosa dalam tubuh rendah. Hindari melewatkan jam makan, mulailah mengatur waktu makan yang baik. Jangan terlambat makan.

Langkah 6 : Menghindari emosi keinginan makanan

Belajarlah untuk membedakan mana kebutuhan dan keinginan mengonsumsi makanan. Mulailah menghindari mengonsumsi makanan yang hanya karena keinginan emosi semata. Emosi ini muncul diantara orang-orang yang stres, untuk itu cobalah mengurangi tingkat stres. Makanlah saat lapar bukan karena ingin makanan tertentu.

(Mia/Abd)

*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com

Baca Juga :

Jangan Kapok Bikin Resolusi Saat Pergantian Tahun
Target 2014: Rawat Kulit Sehat Agar Tetap Cantik
Target 2014: Mengejar Karir Boleh, Asal Ingat Kesehatan
Yuk Buat Resolusi Hubungan Asmara di 2014

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
loading...
RELATED ARTICLES
Khusus Tangani Tarif, RS Al Islam Bandung Siapkan 3 Dokter

Khusus Tangani Tarif, RS Al Islam Bandung Siapkan 3 Dokter

Sejak digunakan pentarifan paket oleh BPJS Kesehatan, salah satu rumah sakit (RS) swasta yang ada di Bandung mengaku menyiapkan tiga dokter khusus untuk menangani masalah kode tarif RS. Ini dilakukan agar dokter lainnya bisa fokus dalam melayani pasien.Demikian disampaikan Direktur RS Al Islam Bandung dr. Sigit Gunarto, Sp. KFR. Menurutnya, tim beranggotakan ketiga orang dokter tersebut dibentuk dalam rangka mengendalikan penagihan Rumah Sakit."Kami membentuk tim dengan tiga dokter umum yang kerjanya khusus coding atau memasukkan kode pasien dalam sistem. Hal ini cukup efektif," kata Sigit saat temu media di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta, Kamis (20/3/2014).Tak cukup sampai di situ, Sigit mengatakan, agar tarif Rumah Sakit tetap efisien tanpa menurunkan mutu dan kualitas pelayanan, RS Al Islami juga selalu berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan."Misalnya berkoodinasi tentang obat yang dulu untuk penyakit kronis tidak bisa diberikan untuk satu bulan. Jadi setiap 3 hari pasien harus kembali lagi. Tapi setelah berkoordinasi, ternyata sekarang obat bisa diberikan untuk 1 bulan," ungkapnya. Selain itu, lanjut Sigit, pengendalian terhadap obat-obatan juga sangat penting. "Kami tidak ingin m [...]

Dapatkan 2 Manfaat Utama Liburan

Dapatkan 2 Manfaat Utama Liburan

Tak lama lagi libur Lebaran datang. Usai sibuk dengan bersilahturahmi bersama sanak saudara dan tetangga merayakan hari Lebaran, ada baiknya menyempatkan diri untuk berlibur. Berlibur tak hanya sekedar menghentikan beberapa aktivitas biasa yang dilakukan namun lebih dari itu. Berikut manfaat berlibur dilansir USA Today, Kamis (24/7/2014). [...]

5 Tempat Liburan yang Rentan Penyakit, Waspada!

5 Tempat Liburan yang Rentan Penyakit, Waspada!

Berlibur dipilih sebagai salah satu menghilangkan stres. Namun, Anda perlu hati-hati terhadap kondisi lingkungan tempat yang akan dituju. Jangan sampai liburan yang seharusnya santai malah berisiko untuk kesehatan.Berikut ini beberapa tempat wisata yang perlu dihindari agar kesehatan tidak terganggu, dikutip Everydayhealth, Senin (17/2/2014) :1. MeksikoMenurut Dokter Penyakit Menular dari Summit Medical Group in Berkeley Heights, Redentor Mendiola, MD negara yang satu ini rentan risiko kesehatan pencernaan."Keindahan alam dan budaya di sana memang menjadi tujuan berlibur banyak orang. Namun Meksiko tidak sehat karena di sana dikenal dengan penyakit diare yang parah," katanya.Untuk yang ingin berlibur ke Meksikok, Mendiola menyarankan minum hanya air kemasan, bila mengonsumsi es sebaiknya yang berasal dari air kemasan. "Selain itu konsumsi juga buah dan sayuran yang dicuci dengan air bersih," kata Mendiola.2. Republik DominikaNegara kepulauan ini memang menjadi tujuan liburan yang cukup populer. Namun karena wilayah tersebut masih berkembang, sehingga masih ditemukan beberapa masalah kesehatan."Di Republik Dominika, ada laporan terkait wabah kolera. Kemungkinan ini diperoleh dari su [...]

Penyakit yang Bikin Fungsi Otak Lenyap, Waspadalah

Penyakit yang Bikin Fungsi Otak Lenyap, Waspadalah

Alzheimer merupakan salah satu jenis demensia (pikun). Kondisi ini terjadi akibat kerusakan otak yang berpengaruh pada hilangnya fungsi otak secara bertahap. Dr. dr. Czeresna Heriawan Soejono, SpPD, KGER menjelaskan bahwa sejumlah penyakit yang umum diderita oleh masyarakat Indonesia seperti diabetes millitus (DM), hipertensi, gagal jantung, obesitas, tanpa disadari bisa menjadi pencetus atau penyebab terjadinya kondisi ini. "Itu kan sebenarnya faktor risiko yang dapat dimodifikasi (diubah). Kalau dari muda sudah mampu mencegahnya, maka proses terjadinya kondisi ini akan lambat," kata Dr. Heriawan. Dalam acara 'Demensia: Bisakah Kita Kurangi Risikonya?' di Erasmus Huis, Pusat Kebudayaan Belanda, HR. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (10/9/2014) Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjelaskan, faktor risiko yang tidak dapat diubah dari tiap individu hanyalah usia lanjut, jenis kelamin, dan kondisi genetik. "Tua? Semua orang pasti tua. Pun dengan jenis kelamin, hanya ada pria dan wanita. Kita tidak dapat mengubah kodratnya," kata dia menambahkan. Sebenarnya, lanjut Dr Heriawan, setiap individu mampu memperlambat terjadinya kondisi mengguncang jiwa ini, asalkan dia meny [...]

SBY Setuju Insentif Dokter BPJS Ditingkatkan

SBY Setuju Insentif Dokter BPJS Ditingkatkan

Melihat beratnya beban tugas dokter yang melaksanakan program dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), pemerintah pun menyatakan setuju jika memang diperlukan adanya peningkatan insentif bagi para dokter."Insentif itu perlu ditingkatkan sehingga tepat, layak dan adil. Pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan dalam implementasinya, termasuk insentif para dokter dan tenaga medis yang sesuai," jelas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pengantarnya saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (8/1/2014).SBY mengatakan tak bisa membiarkan komentar, keluhan, dan kritik dari para dokter yang dirim kepadanya serta kepada Ibu Negara tak ada hasil sama sekali. Namun begitu, dirinya juga tak bisa memutuskan secara sepihak dan perlu berkonsultasi dulu untuk kemudian mencari jalan terbaik."Rapat terbatas ini kita niatkan untuk membahas secara seksama dan ingin tahu dari pihak IDI, apa saja sesungguhnya permasalahan yang dihadapi para dokter dan para tenaga medis," imbuh SBY.Dan yang pasti, lanjut Presiden, peningkatan insentif itu akan melihat pula kepada kesanggupan anggaran negara. "Kita bahas secara terbuka, terus terang sambil mencari solusi da [...]

Gayatri Wailisa Diduga Alami Aneurisma?

Gayatri Wailisa Diduga Alami Aneurisma?

Indonesia kehilangan anak berbakat, Gayatri Wailisa. Remaja yang memiliki kemampuan menguasai 14 bahasa asing itu meninggal diduga akibat pecah pembuluh darah atau Aneurisma usai berolahraga di Taman Suropati, Jakarta Pusat.Meski meninggal usai olahraga, tapi menurut Pakar olahraga dr Michael Triangto SpKO, jenis olahraga terakhir yang dilakukan Gayatri harus dipastikan terlebih dahulu."Kalau cuma lari saya kira tidak akan menimbulkan pecah pembuluh darah. Tapi kalau olahraga beban (red: mengangkat beban) mungkin bisa," kata Michael saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (24/10/2014).Jika memang gayatri melakukan olahraga beban, kata Michael, ada kemungkinan ia mengalami pelebaran pembuluh darah hingg pecah atau aneurisma.Sementara itu Konsultan Spesialis Jantung dan Pembuluh darah dari RS Sahid Sudirman, dr. H. Aulia Sani, Sp.JP (K) FJCC, FIHA, FAsCC, FICA mengatakan aneurisma terbagi menjadi dua yaitu aneurisma otak dan aneurisma aorta. "Aneurisma itu pembesaran pembuluh darah bisa terjadi di otak dan aorta. Biasanya terjadi karena melemahnya dinding arteri sehingga pembuluh darah mengembung," kata Sani.Kondisi ini, kata Sani, biasanya dialami oleh orang dewasa dan jarang terjadi pad [...]

Kini Pasien Penyakit Kronis Bisa Dapat Obat untuk 30 Hari

Kini Pasien Penyakit Kronis Bisa Dapat Obat untuk 30 Hari

Terkait keluhan peserta BPJS Kesehatan yang mengalami penyakit kronis yang sebelumnya hanya mendapat obat untuk 3 sampai 7 hari, kini peserta bisa mendapat obat untuk 30 hari.Seperti disampaikan Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan, Fadjri Adinur bahwa sejak 15 Januari 2014, saat ini telah terbit Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan No. 31 dan 32 jadi saat ini peserta BPJS Kesehatan bisa mendapat obat untuk 30 hari pada 15 Januari 2014."Untuk mengatasi permasalahan obat di Faskes (Fasilitas Kesehatan) tingkat pertama dan tingkat lanjutan, telah disahkan SE Menkes Nomor HK/Menkes/31/I/2014 tentang pelaksanaan standar tarif pelayanan kesehatan dan SE Menkes nomor HK/Menkes/32/I/2014 tentang pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS," kata Fadjri saat temu media di Media Center BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu (26/2/2014).Fadjri menyampaikan, adanya peraturan ini karena ada perubahan pola pembayaran saat pembiayaan rumah sakit menggunakan InaCBGs. Maka itu, sejak dikeluarkan Surat Edaran ini, peserta yang terindikasi penyakit kronis bisa mendapat obat untuk 30 hari. [...]

Kenali Tanda Penyakit Berdasar Warna di Bagian Tubuh

Kenali Tanda Penyakit Berdasar Warna di Bagian Tubuh

Siapa sangka perubahan warna pada bagian tubuh tertentu merupakan tanda penyakit atau kekurangan vitamin. Dokter bedah jantung yang juga presenter dan penulis kesayangan bintang Oprah Winfery, dr Mehmet Cengiz �z atau lebih dikenal sebagai Dr. Oz menjelaskannya untuk Anda. 1. Lidah merah "Perhatikan warna lidah Anda. Jika warnanya merah pekat, mungkin Anda kekurangan vitamin B12 . Vitamin ini sangat penting untuk membuat sel-sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh dan memiliki peran penting dalam menjaga fungsi otak," kata Dr. Oz, , seperti ditulis laman Huffingtonpost, Rabu (12/3/2014). Menurut Dr. Oz, meskipun para peneliti tidak yakin mengapa kekurangan B12 mempengaruhi lidah tapi ia khawatir Anda mengalami masalah neurologis termasuk demensia bila hal ini dibiarkan dalam waktu lama. Bila ini terjadi pada Anda, Dr. Oz menyarankan untuk mengonsumsi daging dan produk susu yang kaya akan B12. Pastikan juga untuk mengonsumsi multivitamin dan mempertimbangkan makan sereal untuk sarapan. 2. Siku, lutut , tangan dan kaki berwarna kuning Munculnya benjolan kekuningan atau disebut xanthomas pada tubuh Anda, terutama pada siku , lutut , tangan , dan k [...]

WHO: Kasus Kematian Akibat Ebola Capai 5.459 Jiwa

WHO: Kasus Kematian Akibat Ebola Capai 5.459 Jiwa

Meski segala upaya terus dikerahkan untuk menekan ancaman virus mematikan Ebola. Namun hingga 18 November, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat Ebola mencapai 5.459 dari 15.351 kasus. WHO melaporkan, adanya peningkatan kematian hingga 39 orang dan 106 kasus baru. Parahnya, kasus masih berputar intens di Guinea, Liberia dan Sierra Leone."Enam korban Ebola di Mali semuanya meninggal dan 327 yang pernah kontak dengan korban, sedang di karantina di ibukota Bamako," tulis WHO, seperti diberitakan Foxnews, Sabtu (22/11/2014).Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI melalui Kepala Balitbangkes Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, lebih separuh korban Ebola ternyata menyerang paramedis yang bertugas di negara terkena dampak. Laporan dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan menyebutkan, dari 523 orang petugas kesehatan yang tertular Ebola, 269 di antaranya meninggal dunia. [...]

75 Puskesmas Siap Layani Pemegang KIS

75 Puskesmas Siap Layani Pemegang KIS

Sebanyak 75 puskesmas yang berada di bawah Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Barat (Jakbar) siap melayani peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo, Senin. "Delapan puskesmas tingkat kecamatan dan 67 puskesmas tingkat kelurahan siap melayani peserta KIS karena program ini pada dasarnya sama seperti program-program kesehatan sebelumnya dari pemerintah," kata Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Barat Widyastuti di Jakarta, Senin (3/11/2014). Ia menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan puskesmas-puskesmas di wilayahnya ketika program KIS mulai disosialisasikan pemerintah. "Kami pun telah berkoordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) selaku penyelenggara KIS," lanjut dia. Menurut Widyastuti, semua kartu program kesehatan pemerintah sebelumnya seperti Kartu Jakarta Sehat, kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hingga Jamkesmas dan Jamsostek masih berlaku untuk mendapatkan pelayanan masyarakat. "Semua kartu-kartu itu masih berlaku jadi masyarakat tidak perlu bingung jika ingin berobat ke puskesmas," ujar dia. Namun, dia menambahkan, pihaknya masih mengharapkan sosialisasi yang lebih mendalam dari semua pih [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *